Skip to main content

Pola Pengasuhan Enlightening Parenting oleh Eka Mardila

 Hari Senin, 28 Desember 2022 lalu, saya menyimak zoom tentang sebuah gaya pengasuhan Enlightening Parenting. Sebenarnya gaya pengasuhan ini sudah ada buk panduannya yang lengkap dengan worksheetnya. Zoom kali ini memberikan gambaran secara umum tentang isi dari beberapa buku Enlightening Parenting. 

Mbak Eka Mardila memberi pengantar tentang mengelola emosi saat menghadapi anak yang sedang mengungkapkan emosinya. Saat anak sedang mengeluarkan emosi dalam dirinya, hal pertama yang perlu orang tua lakukan adalah menerima dulu emosinya. Sadari atau terima emosinya, tapi tidak membenarkan perbuatannya apabila perbuatannya merusak sekitar atau meyakiti orang lain bahkan diri sendiri. 

Anak-anak usia balita memang perlu dikenalkan tentang emosi yang bisa dirasakannya sehingga dia akan tahu bagaimana dia seharusnya bertindak nantinya. Tentu tidak instant, ini akan menjadi proses yang panjang dan melelahkan, apalagi orang tua tidak bisa kadang spontan ikut emosi. 


Satu hal yang mungkin sering terlewat saat kita membuat kesimpulan anak kita nakal atau semaunya. Apakah kita sudah pernah melakukan Briefing Role Play?

Briefing Role Play adalah sebuah kegiatan yang memberikan anak-anak penjelasan tentang aturan suatu kegiatan atau keadaan dengan membuat simulasi di rumah. 

Misalnya : sebelum mengajak anak ke minimarket, berikan briefing terlebih dahulu. Bagaimana aturan ketika belanja di minimarket. Apa yang boleh dan tidak boleh. Kalau perlu, sesekali buat permainan bersama anak di rumah, seperti sedang berada di minimarket. Masukkan aturan boleh dan tidak boleh saat bermain. Anak akan lebih mengerti dan paham, apalagi kalau dilakukan berulang-ulang.

Jadi, anak tidak menuruti aturan di sebuah tempat umum atau dimanapun, bukan berarti dia nakal ya, Parents. Terkadang dia belum paham aturan karena kita sebagai orang tua belum menjelaskan aturannya terlebih dahulu sebelum itu dan tidak dilakukan secara terus menerus juga konsisten. 

Apa yang seharusnya kita lakukan?

Practice make progress. Terus evaluasi dari setiap keadaan yang kita alami, permasalahan yang terjadi dan upaya yang sudah kita lakukan. Tidak ada pola asuh yang sempurna, tapi bagaimana sebagai orang tua mau terus belajar dan memperbaiki untuk menjadi lebih baik secara bersama-sama. Kalau kita mau terus berusaha, pasti akan proses menuju lebih baik. 


Enlightening Parenting ini adalah sebuah ilmu parentung yang menitikberatkan pada fitrah baik anak dan potensi baik yang dijaga. Kuncinya ada pada sabar, kasih sayang, kongruen (selaras-ekspresi), konsisten dan teladan. Mengingatkan dan Perbaikan adalah fokus dari Enlightening Parenting.

Tahap Perkembangan Anak (tepat waktu/sesuai tahapannya)

  1. 0-2 tahun : memahami dengan indera (Delta State). Pada tahap ini anak sering tidak terlihat peduli dengan sekitarnya. Pada fase ini, kehadiran orang tua adalah paling penting. Kedekatan dibangun dari kehadiran orang tua di setiap waktu.
  2. 2-6 tahun : Pre Operasional (Teta State). Pada usia ini sebaiknya orang tua berhati-hati atas segala tindakan dan ucapan karena anak ada pada fase mencontoh. Akan terjadi seperti hipnosis. Pada fase ini juga fase terbaik untuk menanamkan nilai syukur, cinta dan tauhid. Hubungkan setiap kegiatan dengan nilai-nilai tersebut, maka akan terus tertanam di benaknya.  Fase ini yang perlu diperhatikan adalah mengisi tangki kasih sayang dan regulasi emosi; role playing briefing dulu saat anak kemana saja; masukkan kurikulum adab dan ketrampilan hidup dengan diberi contoh dan teladan.
  3. 7-11 tahun: Perintah Ibadah (Alpha State). Fase ini yang berkembang adalah gelombang otak subjektif. Hal-hal yang perlu diajarkan adalah problem solving sederhana ; solusi dari roleplay sederhana; mulai banyak dipengaruhi oleh sumber di luar sehingga orang tua harus menjadi orang terpercaya, mengasyikkan dan menyenangkan agar dia bisa leluasa mengungkapkan perasaan dan pengalamannya pada orang tua; terapkan pengasuhan yang fleksibel dan rileks. Jangan terlalu kaku untuk hal-hal yang memang bisa dikompromikan
  4. >11 tahun : Formal OP ( Beta State). Pada tahap ini sudahh mulai ajarkan anak untuk menentukan goal atau tujuan. Dampingi dia untuk berproses meraih tujuannya.


Ingat: Tidak ada Pola Pengasuhan yang Sempurna, kuncinya adalah lakukan evaluasi terus menerus dan perbaikan terus menerus. Semuanya dinamis sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing keluarga. 



Ada workbook Enlightening Parenting yang dapat diunduh disini 

https://enlighteningparenting.com/2019/07/23/workbook-enlightening-parenting/


Semoga Bermanfaat :)

Catatan Belajar Venti

Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...

Resume Kajian Peran Orang Tua dalam Peguatan Pola Pengasuhan di Era Digital oleh Ustadz Lalu Yulhaidir

Hari Sabtu, 19 November 2022 Majelis Taklim Al Mahabbah di bawah Komite Sekolah SDIT Fauziah Yarsi Mataram menyelenggarakan Kajian dan Parenting untuk Wali Murid dan Pengajar di lingkungan sekolah Tema yang diusung adalah Peran Orang Tua dalam Penguatan Pola Asuh di Era Digital yang disampaikan oleh Ustadz Lalu Yulhaidir, M, Psi (Psikolog). Ilmu Psikologi itu penting dalam mendidik anak karena merupakan seni dasar dalam membersamai anak-anak. Saat memahami psikologi, akan lebih mudah melakukan pendekatan dan penanganan terhadap suatu permasalahan pada anak. bahkan dr. Adian Hasan pernah mengatakan kalau psikologi adalah keharusan.  Era Digital yang semakin menguasai dunia ini memang sudah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Banyak hal positif dan bermanfaat yang tercipta, tapi banyak juga hal negatif dampak dari Digitalisasi ini. Tinggal bagaimana kita bijaksana dalam memilih langkah atas sebuah tantangan zaman.  Seperti kata Umar Bin Khattab   "Dunia ada di ...