Skip to main content

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

   

Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun. Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari. 

Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara, Bukit Gedong, Bukit Pergasingan, Bukit Sempana, Bukit Kondo, Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit. 

Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak lagi tak lagi menarik.

Melewati pusuk, puncak yang menjadi tempat singgah di puncak bukit, sudah banyak pedagang yang membuka lapak. Menunggu pengunjung yang datang untuk berfoto dengan beberapa spot instagramable yang sudah disediakan. Kedai kopi sederhana, pedagang cilok dan tukang parkir sudah bersiap mencari rezeki dari pengunjung yang datang. 

Menuruni lembah menuju desa Sembalun, hawa dingin makin kuat menelusup. Lembah yang subur ini menjadi tempat tujuan wisata menikmati ketenangan dan keindangan alam yang masih alami. Sudah banyak penginapan dan tempat kemping yang disuguhkan. Perkembangan wisata di Sembalun menjadi semakin lengkap dengan agrowisata berbasis rumahan yang disajikan. Memetik buah dan sayur menjadi salah satu daya tarik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman yang berbeda dari sebuah wisata.

Pondokan Acara Pernikahan yang Unik

Sampai di lokasi acara di sebuah penginapan, konsep acaranya cuku membuat kami takjub. Outdoor dan natural menjadi kesan yang sangat melekat. Sajang Retreat and Organik Farm.   Pondokan camilan disediakan 4 meja berisi coklat straberry, kopi asli Sembalun, jamu dan rebusan, kue nampan dan lupis campur juga ada pecel dan baceman. Prasmanan nasi juga dibuat citarasa khas sasak. Semua makanan khas sasak.


pondokan lupis dan kue nampan (sumber: dokumentasi pribadi)

podokan pecel (dokumentasi pribadi)

lupis campur (dokumentasi pribadi)

jamu kunyit asam (sumber: dokumentasi pribadi)

Sajang Retreat and Organik Farm

Selesai kondangan, rasanya kurang asik kalau tidak eksplore hidden gem di Sembalun. Ayah yang lama dinas di sini mengajak kami menyusuri jalan tanah sedikit berbatu yang hanya cukup untuk satu mobil dan satu kendaraan roda dua papasan. Anak-anak menemukan buah kakao dan kopi yang berjatuhan dan memungutinya.

Melewati kebun dengan pohon kakao dan kopi yang ada di sela-selanya. Kami sampai di sebuah tempat parkir tak terlalu luas. Sajang Sebuah tempat yang disediakan untuk menikmati Sembalun dari sisi yang tak biasa. Ada penginapan yang dibuat untuk yang suka ketenangan, jauh dari hiruk pikuk. Kamarnya dibuat model kabin dengan tipe private maupun sharing. 

Pengunjung juga bisa datang untuk menikmati suasana, pemandangan gunung sambil makan. Makann simpel seperti nasi goreng, mie goreng, chicken wrap dan aneka camilan lain ditemani kopi khas Sembalun maupun jus buah segar yang pas untuk menikmati ketenangan. Tempat makan yang terbuka seperti di kebun sendiri, tanpa bising deru kendaraan. 

Anak-anak bebas bergerak dengan ruang yang luas dan udara yang bersih. Menikmati alam dengan cara yang sangat menenangkan. Suasana yang selalu bisa membuat tenang. 

Siang di Sajang retreat & Organic farm (sumber: dokumentasi pribadi)












_Cerita Venti_

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...