Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2026

Bude Sinta dan Kenangan Baiknya

Setelah tiga puluh hari, beliau akhirnya mengkhiri takdirnya sebagai hambaNya. Bude Sinta meninggal di usia 52 tahun. Perjuangannya melawan diabetes sudah berakhir. Berawal dari luka yang ada di telapak kaki, ternyata itu adalah perjuangan terahirnya pada diabetes. Infeksi yang menyebar setelah dibersihkan lukanya membuat jempol kaki dan betisnya harus diamputasi. "Saya semangat, Mbak. Saya bilang dokter, kalaupun jempol saya harus diamputasi, saya tidak apa-apa. Katanya dokter tidak perlu , dibersihkan saja daging yang infeksi di bawahnya," kalimat terakhir yang bisa dikeluarkannya sebelum merasa kesakitan terus menerus hingga kata "capek" terlontar sebeum tidak sadarkan diri. Memendam rasa sakit hati menemani harinya di tengah perjuangannya melawan diabetes bertahun-tahun. Ia tak mau menyerah, tapi tubuhnya tak sanggup menahannya.  Kehilangan orang  terdekat  sama seperti kehilangan keluarga. Seorang yang cukup dekat dengan anak-anak, sosok baik hati itu akhirnya ...

Menerima Tawaran Sharing Teman Baik untuk Meramu Sudut Padang di Ipedia

 Menerima tawaran mencoba sesutu yang baru. Kali ini menerima tawaran Mbak Winny, seorang teman di komunitas yang memiliki banyak kegiatan sosial dan media sosial. Sebagai Generasi Milenial akhir dan bergaul dengan Gen Z, ia banyak membawa warna di pertemanan kami. Mbak Winny mengajakku menceritakan sudut pandangku tentang mimpiku. Ia mengatakan kalau ceritaku membuatnya memiliki sudut pandang yang baru tentang penerimaan dan merubah arah mimpi sebelum dan setelah menikah. Mimpi seorang istri dan Ibu tak bisa selamanya sama dengan mimpi ketika kita masih lajang. Ada banyak yang Allah takdirkan untuk mewujudkan mimpi setelah menikah dengan ridho suami. Namun, ada juga yang harus mengubah arah mimpinya karena banyak faktor. Aku yang sempat ingin melanutkan sekolah lagi harus terbentur dengan izin suami.  Ego atau Ridho Suami, Seharusnya Bukan Pilihan "Kalau kamu keluar, saya sama siapa?"  Kalimat itu sempat membuat saya merasa sangat kesal karena saya harus merelakan apa ya...