Setelah tiga puluh hari, beliau akhirnya mengkhiri takdirnya sebagai hambaNya. Bude Sinta meninggal di usia 52 tahun. Perjuangannya melawan diabetes sudah berakhir. Berawal dari luka yang ada di telapak kaki, ternyata itu adalah perjuangan terahirnya pada diabetes. Infeksi yang menyebar setelah dibersihkan lukanya membuat jempol kaki dan betisnya harus diamputasi. "Saya semangat, Mbak. Saya bilang dokter, kalaupun jempol saya harus diamputasi, saya tidak apa-apa. Katanya dokter tidak perlu , dibersihkan saja daging yang infeksi di bawahnya," kalimat terakhir yang bisa dikeluarkannya sebelum merasa kesakitan terus menerus hingga kata "capek" terlontar sebeum tidak sadarkan diri. Memendam rasa sakit hati menemani harinya di tengah perjuangannya melawan diabetes bertahun-tahun. Ia tak mau menyerah, tapi tubuhnya tak sanggup menahannya. Kehilangan orang terdekat sama seperti kehilangan keluarga. Seorang yang cukup dekat dengan anak-anak, sosok baik hati itu akhirnya ...
berbagi rasa, berbagi cerita dari istri dan ibu dua anak. Semoga bermanfaat..