Skip to main content

Stay Cation di Rajavilla Hotel, Senggigi

 Lombok tak pernah kehabisan cara untuk menunjukkan pesonanya. Staycation merupakan cara untuk bisa membuat jatuh hati. Bahkan untuk sekedar staycation menikmati pagi hingga senja di tepi pantai. Membuat cerita bersama anak-anak menikmati hari, membuat cerita, menjadi bekal memori baik kelak. 

Kami memutuskan untuk menikmati weekend di Rajavilla Senggigi. Sebuah peginapan di deretan Pantai Senggigi, dekat dengan area foto Sunset View. Tidak jauh dari rumah, mencari pengalaman baru, membuka cerita bersama anak-anak, menikmati ngobrol bersama. 


Melihat bulan-bulan Januari dan Februari adalah musim hujan dan masuk low seasson bagi traveller, harga hotel mejadi lebih murah. Beberapa hote di traveloka yang terlihat banyak yang turun harga. Kami menggunakan aplikasi traveloka mendapat harga Rp. 729.273,-/malam.

Kami bergegas packing karena lokasi tak jauh dari Kota Mataram. Kami berkendara hanya sekitar 20- 30 menit dengan kecepatan sedang. Sebelumnya kami sudah menyiapkan camilan dan makan malam agar tak perlu keluar hotel lagi. Kami berniat berenang lalu menikmati sunset di pinggir kolam yang cantik. 

Sampai di hotel, kami mendapat kamar yang tak jauh dari lobby. kami mendapatkan garden view sehingga agak jauh dari kolam. Untu kamar garden view yang 2 lantai, balkon lantai atasnya menyatu dengan kamar yang lain. Meski sudah punya teras masing-masing, kemudian ada balkon yang agak luas yang menyatu dengan kamar yang lain. Suara ombak terdenagar jelas dari teras balkon. 

Kamarnya tidak terlalu besar, hanya ada kasur king bed, kursi dan meja juga lemari besar untu tempat penyimpanan. Kamar disini terasa lebih mewah dan rapi karena AC yang digunakan AC tanam dan remotnya juga ditempel dengan tombol besar yang mudah dipahami.

Menikmati berenang di pinggir pantai dengan view pantai yang cantik. Kolam berada di pinggir pantai, tapi letaknya agak tinggi sehingga tidak berbatasan langsung dengan pasir pantai. Seringnya abrasi membuat pengelola hotel mengantisipas i kerusakan dengan membuat lokasi kolam menjadi lebih tinggi dari bibir pantai.


Sore itu, air pasang sehingga kami tak bisa mendapati pasir pantai. Air sudah tinggi menyentuh dnding pembatas tepi hotel. Ada bebatuan yang bisa digunakan untuk duduk di tepi panttai. Terlihat banyak yang menikmati senja di atas bebatuan. Pemandangan yang cantik ditambah suara deburan ombak yang menenangkan.

Hotel ini ada di tikungan dekat dengan posisi Senggigi View yang cantik untuk menikmati Pantai Senggigi. Wisatawan banyak yang menggunakannya sebagai spo foto di Lombok. Deretan pantai ini selalu bisa menjadi daya tarik menikmati suasana pantai yang tak terlupakan.



Pemandagan balkon dari kamar dengan tipe Garden View

Joggig pagi di area hotel menyusuri sepanang jalan

Mencari jalan ke pantai terdekat ternyata ketika kembali ke jalan raya, kami harus melewati tanjakan yang cukup ekstreem

area pantai di dekt hotel saat pagi hari. Ada Pura tempat sembahyang orang 
Hindu yang ada di dekat Hotel

.




Tepi pantai are Resto dan Kolam Renang

Breakfast
















Area Parkir Hotel


Tenang dan nyaman, nyatanya memang ini yang kami cari dengan staycation. Merasakan suasana baru menikmati hari yang cukup penat sebelumnya 

_Cerita Venti_

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...