Skip to main content

Posts

Showing posts with the label sudutpandang

Menerima Tawaran Sharing Teman Baik untuk Meramu Sudut Padang di Ipedia

 Menerima tawaran mencoba sesutu yang baru. Kali ini menerima tawaran Mbak Winny, seorang teman di komunitas yang memiliki banyak kegiatan sosial dan media sosial. Sebagai Generasi Milenial akhir dan bergaul dengan Gen Z, ia banyak membawa warna di pertemanan kami. Mbak Winny mengajakku menceritakan sudut pandangku tentang mimpiku. Ia mengatakan kalau ceritaku membuatnya memiliki sudut pandang yang baru tentang penerimaan dan merubah arah mimpi sebelum dan setelah menikah. Mimpi seorang istri dan Ibu tak bisa selamanya sama dengan mimpi ketika kita masih lajang. Ada banyak yang Allah takdirkan untuk mewujudkan mimpi setelah menikah dengan ridho suami. Namun, ada juga yang harus mengubah arah mimpinya karena banyak faktor. Aku yang sempat ingin melanutkan sekolah lagi harus terbentur dengan izin suami.  Ego atau Ridho Suami, Seharusnya Bukan Pilihan "Kalau kamu keluar, saya sama siapa?"  Kalimat itu sempat membuat saya merasa sangat kesal karena saya harus merelakan apa ya...

Sudut Pandang Bapak

 Pandemi mengubah banyak hal, termasuk rencana-rencana manusia yang tentunya lebih baik karena ketetapanNya. Qodarullah, Kakung yang rencana cuti hanya 2 minggu ternyata terhambat PPKM. Tiket pesawatnya 3 kali dibatalkan karena tidak ada penerbangan. Kakung jadi lebih lama di Lombok bersama anak cucunya.  Tentu saja kami ingin beliau bisa mencari rezeki selamanya disini, tapi Allah masih memberikan jalan untuk beliau bisa bekerja di tempat yang jauh untuk melihat betapa luasnya bumi Allah SWT. Beliau yang di usia yang tak muda masih semangat bekerja, masih bisa melihat bumi Allah SWT di bagian lain dan mencari bekal mendapat ridhoNya dari jalan mencari nafkah ikhlas dan halal untuk keluarga. Sempat mempertimbangkan berhenti menjadi Konsultan jalan tol dan mencoba usaha di rumah saja, tapi merasa tidak ada keahlian yang bisa dikerjakan selain pekerjaanya sekarang. Itulah yang membuatnya belum yakin untuk berhenti dari proyek yang membawa beliau bertugas jauh dari keluarga. Usia...

Di Rumah Aja dan Berfikir Positif

Banyak orang yang merasa bosan di rumah aja selama beberapa minggu ini. Banyak pertengkaran dalam rumah tangga karena tidak bisa kemana-mana. Tingkat emosi menjadi lebih tinggi dan menimbulkan pertengkaran kecil. Namun, ini juga sebuah masa pembelajaran. Pembelajaran untuk mengenal diri sendiri lebih baik. Saat untuk introspeksi, saat untuk tidak menyalahkan orang lain dan mulai melirik pada diri sendiri. Tidak hanya tentang diri sendiri. Di rumah aja juga membuat kita menjadi lebih banyak mengulik dunia maya daripada dunia nyata. Melepas penat, membuang kesal dan bosan. Ada sebagian yang menjadi lebih perhatian dengan status orang lain. Mencari tahu tentang kehidupan orang lain dari laman media sosialnya. Tentunya tidak akan berpengaruh saat itu hanya menjadi konsumsi pribadi. Namun, saat itu menjadi bahan perbincangan dengan orang lain untuk menggunjing atau mengejudge kehidupan seseorang, tentu itu berpengaruh tidak baik. Sama saja dengan ghibah. Kadang orang melihat semua dari ...