Kondisi kesehatan Bapak semakin tidak stabil. Sejak harus menjalani Hemodialisa, tubuhnya menjadi lebih lemah dan emosinya tidak stabil. Tejadi perubahan perilaku pada beliau yang lebih sering marah-marah dan tak sadar dengan apa yang beliau lakukan. Sering terlihat seperti orang yang sedang sangat marah dari sorot matanya. Semua orang dimusuhinya, semua orang salah di mata beliau. Perubahan emosi yang sering naik turun seketika sempat mengejutkan kami. Beberapa kali bahkan beliau terlihat seperti akan memukul. Berkali kami ingatkan, tapi sepertinya sudah tak bisa paham apa yang kami katakan. Sejak awal dinyatakan harus Hemdialisa karena performa ginjal sudah sangat tidak baik, ini membuat kami terpukul meski kenyatan ini sudah kami prediksi. Terutama Ibu mertua yang ketika itu akan berangkat menunaikan Ibadah Haji, beliau harus mengikhlaskan urusan bapak kepada kami. Sepulang Haji, Ibu menemukan kondisi Bapak yang tidak seperti dulu. HD rutin seminggu dua kali dibaren...
berbagi rasa, berbagi cerita dari istri dan ibu dua anak. Semoga bermanfaat..