Skip to main content

Posts

Showing posts with the label worksopkepenulisanmataram

Lokakarya Menulis Kreatif untuk Penulis Muda oleh Lombok Read Aloud

Buku untuk Ceritamu karya Reda Guadimo sebagai pemantik ide imajinasi  (sumber: dokumentasi LoRA) Menutup kegiatan Komunitas Literasi yang didanai oleh Badan Bahasa Kemendikdasmen ditutup dengan kegiatan bersama adik-adik calon penulis muda . Mengumpulkan anak-anak usia 10-14 tahun untuk bisa bersama-sama menulis cerita sederhana yang kelak akan menjadi cerita panjang dan dibaca banyak orang. Kegiatan ini diadakan di Green Yard School dengan pertimbangan sekolah ini memiliki kelas yang terbuka. Halaman luas dan terasa menyejukkan dengan pepohonan dan alam yang tidak sekat.  Ice breaking sebelum memulai kelas oleh Kak Filzah (Sumber: dokumentasi LoRA) Sesi berkenalan sebelum masuk kelas oleh Kak Filzah (sumber: dokumentasi pribadi LoRA) Anak-anak datang diantar orang tuanya. Kami membuka kelas dari usia 10 - 14 tahun setara dengan kelas 5 SD hingga setingkat SMP. Namun, ternyata ada anak usia 8 dn 9 tahun yang sudah bisa membuat kalimat yang ikut serta.  Anak-anak dari ...

Workshop Kepenulisan bersama Tere Liye di Mataram

Kamis tanggal 22 Desember 2022 kemarin, Pesantren Sayang Ibu menyelenggarakan Workshop kepenulisan yang dibuka gratis untuk umum. Antusias pesertanya MasyaaAllah. Ada sekitar 300 peserta lebih yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru dan orang umum yang menghadirinya. Semua antusias dengan membawa buku karya Tere Liye yang mereka punya untuk bisa mendapatkan tanda tangan penulis di akhir acara.  Menjadi penulis dulu pernah menjadi cita-citaku karena memang sejak kecil sudah suka membaca dan ingin memiliki tulisan seperti buku yang sering kubaca. Ingin punya naskah berupa buku yang bisa dibaca banyak orang sampai pernah curhat sampai 50 halaman tentang seseorang yang pernah membuat banyak cerita saat SMA. Saya sadar kalau tidak mudah mengungkapkan isi hati melalui kalimat sehingga saya lebih nyaman dengan tulisan.  Buku diary sudah banyak yang habis karena hampir setiap hari menulis kemudian beberapa kali berimajinasi menulis fiksi yang akhirnya mentok lalu kemudian ganti ide...