Skip to main content

Lokakarya Menulis Kreatif untuk Penulis Muda oleh Lombok Read Aloud

Buku untuk Ceritamu karya Reda Guadimo sebagai pemantik ide imajinasi 
(sumber: dokumentasi LoRA)


Menutup kegiatan Komunitas Literasi yang didanai oleh Badan Bahasa Kemendikdasmen ditutup dengan kegiatan bersama adik-adik calon penulis muda. Mengumpulkan anak-anak usia 10-14 tahun untuk bisa bersama-sama menulis cerita sederhana yang kelak akan menjadi cerita panjang dan dibaca banyak orang.

Kegiatan ini diadakan di Green Yard School dengan pertimbangan sekolah ini memiliki kelas yang terbuka. Halaman luas dan terasa menyejukkan dengan pepohonan dan alam yang tidak sekat. 

Ice breaking sebelum memulai kelas oleh Kak Filzah
(Sumber: dokumentasi LoRA)

Sesi berkenalan sebelum masuk kelas oleh Kak Filzah
(sumber: dokumentasi pribadi LoRA)


Anak-anak datang diantar orang tuanya. Kami membuka kelas dari usia 10 - 14 tahun setara dengan kelas 5 SD hingga setingkat SMP. Namun, ternyata ada anak usia 8 dn 9 tahun yang sudah bisa membuat kalimat yang ikut serta. 

Anak-anak dari sekolah yang berbeda-beda, latar belakang yang berbeda dan beragam cerita dibalik alasan ikut kegiatan ini datang dengan senyum dan semangat untuk menambah pengalaman baru. Berteman dengan orang baru, bertemu dengan pengajar baru, bertemu dan berkegiatan bersama kakak panitia yang baru bertemu dan di tempat baru bagi sebagian besar anak-anak. 

Setiap kali berkegiatan dengan anak-anak selalu membuat seperti sedang recharge. Batrai bahagia terus bertambah daya. Melihat antusias dan semangat mereka. Ada yang dari sekolah negeri, ada juga yang dari sekolah swasta yang memang libur hari Sabtu. 

Kegiatan ini juga pengalaman pertama kami menyelenggarakan kegiatan menulis Sebelumnya, kami hanya melakukan kegiatan membaca nyaring, bookish play dan playdate yang mulai sering dilakukan. Meski pertama kali, tapi ternyata antusias peserta luar biasa. Kami hanya membatasi untuk 25 anak sedang pendaftarnya sampai 31 saat kami tutup gform seminggu sebelum kegiatan.

Menyimak materi per kelompok
(Sumber Dokumentasi Pribadi LoRA)

Meja disetting letter U agar semuaa bisa melihat ke layar. Namun, ternyata kabel proyektor tidak ada yang cocok dengan laptop panitia. Kami pun akhirnya memutuskan untuk membut kelompok sesuai umur dengan satu kelompok melihat satu laptop.

Meski cara ini kurang efisien karena satu kelompok ada lebih dari 5 anak sehingga jarak anak dengan laptop agak jauh. Namun, Kak Kiki sebagai pemateri lebih banyak berdialog dengan peserta sehingga tidak terpaku dengan slide. Tak lama, seorang orang tua peserta membawakan proyektor yang bisa digunakan. 

Menuliskan imajinasi 
(sumber: dokumentasi LoRA)

Anak-anak kembali ke posisi semula. Materi tidak banyak dipaparkan agar anak-anak tidak bosan. Diselingi dengan snack time setiap 90 menit, anak-anak kembali berkumpul saat mendengar lagu "Ayo Kawan" yang dinyanyikan oleh Tasya melalui speaker di tempat kegiatan.

Semua berlarian datang untuk melanjutkan keseruan menulis bersama, menuangkan imajinasi yang terlintas. Mereka terlihat menikmati di setiap moment keseruan kegiatan tersendiri. Tantangan besar bagi kami untuk mmbuat anak-anak nyaman dan antusias. Setiap kali terlihat bosan, kami langsung membuat suasana menjadi lebih menyenangkan dengan games ice breaking.

Kelompok anak usia 8 tahun yang sedang menyimak penjelasan Kak Kiki
(sumber: dokumentasi pribadi LoRA)

Kelompok usia 9-10 th
(sumber: dokumentasi pribadi LoRA)


Lingkungan yang tidak tertutup membuat mereka pun lebih leluasa. Menulis butuh suasana yang leluasa dan nyaman. Memberi ruang imajinasi, membuat cerita menorehkan tulisan di buku yang sudah dibagikan. 


Tiga kali sesi menulis mandiri dengan tema dan pemantik situasi untuk mengembangkan imajinasi. Mengiringi kebebasan pemikiran mereka menciptakan cerita mereka sendiri. Memberi ruang yang luas pada mereka menuangkan isi kepalanya. Ada yang bisa mebuat tulisan yang panjang, tapi ada juga yang cukup dengan emapat smpai lima kalimat. Sebagian besar anak laki-laki tidak memberikan tulisan panjang. Namun, mereka tetap luar biasa karena mau belajar menulis. 

Adik-adik usia 8 tahun yang mengikuti acara ini juga luar biasa karena sudah bisa merangkai kalimat dengan baik. Membaca tulisan mereka membuat kami merasa gembira karena kami seperti diajak berimajinasi pada sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Anak-anak selalu bisa membut banyak warna dan membuat banyak orang bisa menikmatinya. Hal-hal yang tak pernah terpikirkan oleh orang dewasa karena kompleksitas pemikiran orang dewasa. 





Menutup kegiatan ini dengan senyum ceria dan bahagia anak-anak, kami pun panitia tersanjung. Mereka pulang dengan membawa satu tas serut dan buku sebagai souvenir dan bekal untuk mengembangkan imajinasi. Selamat berimajinasi adik-adik penulis muda. 

Sampai jumpa di kegiatan selanjutnya......


_Cerita Venti_









Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...