Dear Diriku....
Terimakasih sudah sampai di titik ini. Terimakasih sudah melakukan semua hanya mengharap ridho Allah SWT. Tak perlu menerima pujian, tak perlu terimakasih, tidak perlu diberikan reward apapun. Sadar kalau bahagia datangnya hanya dari diri sendiri.
Meski terkadang reaksi dari luar yang membuat diri ini merasa tidak berarti, memberi pernyataaan yang membuat diri ini rasanya tidak memiliki kelebihan, lingkungan yang terlihat lebih baik, itu manusiawi. Butuh waktu untuk mengenali apa yang sebenarnya diri ini rasakan, butuh waktu untuk kembali mengenali diri sendiri.
Mengenal diri melihat kekurangan dan kelebihan kembali. Mungkin selama ini bukan tidak mampu, tapi tidak menyadari kelebihan itu. Namun, kalau memang kekurangan, diri ini harus tau untuk terus belajar agar tidak merugikan diri sendiri dan banyak orang.
Yakin kalau setiap manusi memiliki kelebihan yang Allah SWT berikan untuk menjadi hamba yang bermanfaat di dunia. Bukan hanya untuk mencari kesenangan, dunia adalah bagian dari ibadah yang kelak akan diminta pertanggungjawaban. Kesenangan adalah bonus, tapi tugas yang sebenarnya adalah ibadah. Ibadah dengan cara terbaik dalam jalan taqwa.
Sejak kecil, tak pernah diberian iming-iming apapun atas prestasi yang dicapai, apapun yang dilakukan memang untuk mendapatkan hasil terbaik untuk diri sendiri. Belajar, melakukan hal yang disukai, semua atas dasar kemauan sendiri. Menentukan tujuan, semua atas pemikiran sendiri dengan arahan orang tua. Memiliki orang tua yang terbuka atas segala diskusi adaah rezeki. Mendengar dan memberikan reaksi atas apa yang kami utarakan. Tak selamanya semua yang kami inginkan bisa diwujudkan, tapi itulah cara mereka membuat kami mengerti arti berusaha, sabar dan syukur.
Semakin bertambah usia, ambisi itu semakin berkurang. Bukan tak ingin menggapai, tapi menggapainya dengan usaha yang konsisten, sabar dan ikhlas. Bukan lagi berlari kencang, tersandung berjatuhan berkali-kali, tap berjalan cepat, pastikan jalan yang ditempuh benar dan minim resiko. Tidak usah terburu-buru, tapi sampai di tujuan yang tepat dengan hasil terbaik.
Biarkan sekitar dengan hiruk pikuk dan segala dramanya, teruslah berjalan dengan Basmalah, mencari ridho Allah SWT. Takkan pernah akan menemukan bahagia kalau kita terus berharap pada manusia. Berterimakasih pada diri sendiri, tau kapan mampu dan melakukan itu dengan ikhlas juga kapan tau diri sedang lelah atau tidak mampu sehingga butuh jeda, butuh istirahat, butuh bantuan dan juga tidak memaksakan diri atas apa yang tidak bisa dilakukan.
Tidak apa-apa terlihat tidak berarti, tidak apa terlihat bodoh, dianggap tidak mampu, tapi inilah langkah untuk belajar menjadi lebih baik. Ada yang harus dirubah, tapi ada yang memang tidak harus karena bertentangan dengan norma dan nilai yang diyakini.
Bahkan, orang terdekat yang seharusnya menjadi suport system atas apa yang menjadi pilihan kita pun kadang menjadi orang yang tidak memiliki pemikiran yang sama. Berbeda pedapat dengan kita tentang memandang sesuatu bahkan tujuannya pun ada yang berbeda. Banyak hal yang berbeda ketika diri semakin belajar, tapi tidak beajar bersama. Berbeda tempat belajar, berbeda cara pandang dan berbeda pendapat cara berjalan mencapai tujuan.
Sulit menemukan jalan tengah ketika egonya masih terlalu besar dan merasa dia yang paling tahu dan paling benar. Ketidakpercayaan pada orang lain membuatnya merasa apa yang dia yakini adalah yang lebih benar.
Namun, waktu membuat diri ini sadar kalau menuju syurga itu tidak mudah. Semua menghadapi ujiannya masing-masing. Ya , ini cara Allah SWT sedang mengajarkan diri menghadapinya untuk menemukan cara terbaik mencapai tujuan dan dapat mempertanggungjawabkan apa yang diamanahkan dan apa yang dilakukan sebagai amal terbaik yang bisa dilakukan.
Tidak apa-apa sekarang sedang di fase ini. Tidak apa-apa sedang tidak menjadi apa-apa, tidak sedang baik-baik saja, tapi masih tetap bisa bertahan, berjuang dan belajar menjadi lebih baik menggapai ridhoNya. Hidup berkah bahagia tidak hanya dilihat dari segi materi.
Hidup akan terasa lebih tenang kalau kita bisa bersyukur dan menjani takdir yang Allah gariskan dengan sebaik-baik yang bisa kita lakukan.

Comments
Post a Comment