Skip to main content

5 Hari Pelatihan Merajut oleh Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram

Anak-anak sudah mulai sekolah lebih lama. Saya mencari kesibukan yang baru, mencari pengalaman baru. Kebetulan mendapat informasi pelatihan menjahit yang diadakan oleh Dinasrtem Perindustrian, Koperasi dan UKM. Meski dialihkaan menjadi kursus merajut, tapi usulan untuk mendapatkan mesin jahit tetap dilakukan

Awal Januari dikirimkan link oleh sepupu, akhir Januari dibuat grup whatsapp kemudian dilakukan pendatan wilayah tempat tinggal untuk memastikan domisili ada di kota Mataram sebab tahun sebelumnya banyak yang berasal dari Lombok Barat perbatasan dengan kota Mataram. Pembatasan ini dilakukan karena penyelenggara pelatihan ini dari Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram. 

Kami mulai tanggal 2 Februari di Ballroom Lombok Plaza Hotel. Akan bertemu orang baru di tempat yang baru, berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya yang selalu berkaitan dengan literasi. Beda suasana, beda bidang ilmu dan beda lingkup sosial. 

Anak-anak sudah di sounding kalau Bunda akan ada pelatihan sampai jam jemput mereka selama  lima hari. Anak-anak makin besar, makin bisa diajak kompromi untuk Emak yang masih haus ilmu dan me time nya juga dengan mencari pengalaman baru dan wawasan baru. 

Hari pertama, 2 Februari 2026 selesai mengantar sekolah, saya sudah langsung ke lokasi acara yang berjarak lebih dari 5 km dari sekolah anak-anak. Melewati jalanan kota yang harus menghadapi banyak lampu lalu lintas, saya mencari jalan untuk meminimalisasi bertemu dengan warna merah lampu lalu lintas. Hanya butuh waktu tidak sampai 10 menit, saya sudah sampai di Lombok Plaza Hotel, lokasi peltihan.

Ada kertas tertempel di papan pengumuman depan Lift. Lokasi pelatihan yang ada di lantai 4. Ada 2 kelas yang dibuka untuk pelatihan. Masing-masing kelas berisi 25 peserta dengan 2 Mentor. Mentor dari bidang pendidikan yang memang guru menjahit dan merajut di SMK dan seorang praktisi merjut yang memiiki usaha rajut dengan berbagai macam produk "crochet". Mba Arum dari SMK 4 Mataram dan Mbak Indri dari Qeena Craft.

Foto Bersama seelah Pembukaan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram
(hari 1)

Hampir semua peserta datang tepat waktu. Terlihat sebagian besar sudah berumah tangga, hanya beberapa orang yang terlihat masih muda. Tidak ada banyak ceremony, ketika Mentor datang dan memperkenalkan diri secara singkat, kami langsung diminta mengambil alat bahan untuk praktek.

Masing-masing kami mendapatkan 3 gulung benang milkcotton, 1 bungkus dacron dan 1 hakpen ukuran 8 juga buku panduan bertuliskan rumus membuat Banta Leher yang akan kami praktekkan. Mbak Arum dan Mbak Indri tidak banyak basa-basi. Memperkenalkan diri, memberi informasi kalau hasil praktek tidak dibawa pulang, hanya  kemudian memulai mengajarkan kami merajut. Dari  sekitar 25 peserta baru 3 orang yang sudah biasa merauut. Mba Indri dan Mbak Arum meminta bantuan untuk bisa membantu temen-teman yang belum bisa sama sekali.

Bagi saya yang belum pernah merajut, cukup sulit untuk saya memulai membuat Magic Ring meski diWAG sudah diberikan video tutotial. Untungnya Mbak Ida yang duduk di samping saya, sudah bisa meraut. Ia membantu saya dan teman duduk di sebelahnya yang ternyata sepupunya. Bersyukur, saya sangat terbantu dengan adanya Mbak Ida.

Kami dikejar target, selama 5 hari pelatihan harus jadi satu produk. Kelas saya membuat bantal leher, sedang kelas sebelah membuat boneka. Prosesnya dimulai dengan membuat kakinya terlebih dahulu. Dua kaki baru disambungkan.

Ternyata merajut itu ada rumus dan hitungannya. Cukup rumit karena belum tau istilah dan belum paham cara membaca rumus juga menghitung jumlah rantainya. Mbak Arumd dan Mbak Indri harus  keliling untuk mengaarkan dasar merajut agar semua bisa. Untungnya ada Mbak Ida yang membantu kebingunganku saat Mbak Arum dan Mbak Indri sedang sibuk.

Pembukaan pelatihan dilakukan baru pukul 10.00 WITA saat Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM  beserta jajarannya tiba. Kelas sebelah sudah terlebih dahulu pembukaan. Bapak Jeremy meminta kami untuk memperkenalkan diri satu per satu untuk lebih mengetahui peserta pelatihan. Pelatihan ini diharapkan bisa menadi bekal untuk menggerakkan roda ekonomi di industri kreatif. Rajut menjadi salah satu produ unik yang banyak diminati saat ini.

Untuk menunjang terciptanya indusri kreatif tersebut, akan diusulkan setiap peserta mendapatkan mesin jahit melalui proposal yang diajukan. Nantinya diharapkan akan banyak yang memiliki usaha dan akan membuat program yang terus berkesinambungan yang nantinya akan ada pelatihan-pelatihan berikutnya untuk meningkatkan keahlian maupun pemasaran.

Saat sesi perkenalan, ternyata banyak yang merupakan penjahit karena memang awalnya kami memilih untuk pelatihan menjahit. Ada 3 orang laki-laki yang masing-masing seorang penjahit, pembuat cover sofa dan seorang anak muda penjual kopi keliling yang suka merajut. 

Benar-benar suasana baru dengan berbagai latar belakang. 

Sesi foto hari pertama setelah pembukaan


Hasil rajutan peserta 

Foto hari terakhir dengan sertifikat dan hasil karya masing-masing

Hari pertama, pusing dan capek sekali karena pikiran dan tenaga terkuras habis untuk memahami. Hari kedua sudah lebih paham, tapi masih pusing dan terasa capek. Setelah makan siang pun kami sempa melanjutkan merajut agar selesai tepat waktu. Akhirnya hari ketiga lebih mudah dan santai dan akhirnya selesai di hari ke empat, tepat sebelum makan siang. 

Kami diberi informasi untuk pembuatan proposal untuk mendapa mesin jahit dan diminta untuk meminta tanda tangan Lurah setempat. Hari keempat sudah banyak yang selesai. Ada yang kurang benang, ada juga yang kelebihan karena perbedaan cara penarikan benang. Kami baru bisa ngobrol santai saat sudah selesai. Sebelumnya, semua tegang dan tak banyak bicara. 

Sesi foto dan bercanda membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, apalagi hari terakhir. Alhamdulillah mendapatkan ilmu, teman baru dan pengalaman baru. Me time yang berfaedah. 


Pola rumus ini awalnya benar-benar asing dan tak paham.
Hari 1 :Pembuatan kaki pertama pun masih bingung dan takut salah menghitung jumlah rajutan di masing-masing layer. 


Hari ke 2: sudah jadi 1 kaki. Lanjut kaki ke -2. Keras tidaknya menarik benang rajut akan berpengaruh pada besar kecilnya hasil. Tentu saja hasil tarikan yang tidak stabil membuat hasil rautan menjadi kurang rapi


Hari ke 3: kaki kanan dan kiri tidak sama besar karena pmbuatan kaki kedua lebih keras tarikan benangnya. Ah sudahlah....
Hari ke- 3 sudah bisa lebih percaya diri membaca rumus, menghitung jahitan  bahkan mengakali ketika jumlah jahitan tidak pas. 


Hari ke 4 : Pengisian dakron lalu finishing. Belum rapi tapi lumayan lah ya


Hari ke 5 : Benang coklat habis untuk membuat telinga, jadilah ditmbah warna lain untuk melengkapi. Yeaayyyy

_Cerita Venti_
















Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...

Resume Kajian Peran Orang Tua dalam Peguatan Pola Pengasuhan di Era Digital oleh Ustadz Lalu Yulhaidir

Hari Sabtu, 19 November 2022 Majelis Taklim Al Mahabbah di bawah Komite Sekolah SDIT Fauziah Yarsi Mataram menyelenggarakan Kajian dan Parenting untuk Wali Murid dan Pengajar di lingkungan sekolah Tema yang diusung adalah Peran Orang Tua dalam Penguatan Pola Asuh di Era Digital yang disampaikan oleh Ustadz Lalu Yulhaidir, M, Psi (Psikolog). Ilmu Psikologi itu penting dalam mendidik anak karena merupakan seni dasar dalam membersamai anak-anak. Saat memahami psikologi, akan lebih mudah melakukan pendekatan dan penanganan terhadap suatu permasalahan pada anak. bahkan dr. Adian Hasan pernah mengatakan kalau psikologi adalah keharusan.  Era Digital yang semakin menguasai dunia ini memang sudah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Banyak hal positif dan bermanfaat yang tercipta, tapi banyak juga hal negatif dampak dari Digitalisasi ini. Tinggal bagaimana kita bijaksana dalam memilih langkah atas sebuah tantangan zaman.  Seperti kata Umar Bin Khattab   "Dunia ada di ...