Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2013

23.11.2013 thats Beautiful

Pertemuan yang begitu singkat itu ternyata bukan proses yang singkat. Pertemuan kita September 2013 lalu merupakan awal dari takdirNya menemukan kita. Mempertemukan kami untuk saling kenal dalam keadaan yang formal. Ketika ATM ku harus ganti, disanalah takdirNya dimulai. Kau ada untuk membantuku. Tak pernah terfikir pertemuan pertama itu akan sejauh ini dan sebahagia ini karena waktu dan ruang yang sangat terbatas. Obrolan mulai terasa menyenangkan ketika di facebook kutemukamu mengajakku berteman. Entah sudah berapa lama tak pernah kuhiraukan karena menganggapnya hanya orang iseng. Namun, Allah selalu memberikan jalan dari arah yang tak terduga. Kami ngobrol dan aku mulai merasa nyaman. Merasa tak sendiri ketika kau ada untuk membuatku tertawa. Harapan itu timbul seiring intensnya obrolan kita. Bahkan saat kau akhirnya mengetahui nomor handphoneku yang membuat kita semakin intens. Kita berbagi, kita tertawa dan kita memberi semangat. Semua berjalan seiring harap yang entah ka...

Melangkah Saja, Yakin Saja

Pertanyaan “Bener yakin?” itu sudah kesekian kalinya terlontar. Keluargaku yang paling sering melontarkannya lalu orang kantor ada di urutan berikutnya. Sekarang sudah bukan untuk memikirkan keyakinan aku rasa, pertimbangan manfaat dan mudharat sudah jauh sebelumnya kufikirkan. Inilah kesimpulan dari semua yang selama ini bergelut di otakku. Sejak dulu aku sangat berharap bisa menggapai citaku. Sebuah angan untuk masa depan bukan hanya untukku, tapi juga rumah tangga dan keluargaku kelak. Mungkin bagi sebagian orang menjadi wanita karir adalah sebuah kebanggan. Bagiku justru menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah tugas yang sangat mulia dan membanggakan. Seharian bekerja untuk keuarganya, berbakti pada suami dan membesarkan buah hati dengan tangannya sendiri. Mengurus semuanya sendiri, mengerti setiap sudut rumah tanpa butuh orang lain untuk membantu. Rumah adalah tempat kerja paling ikhlas dan dengan cinta. Disanalah setiap pekerjaan ditemani dengan cinta. Setiap apa yang dilakuk...

Bahagia di Ujung Ikhtiar

Benar kata orang, jodoh itu akan datang ketika kita yakin dan mau berusaha. Ia datang tanpa disadari ketika niat tulus itu sudah menjadi bagian dari ibadah menuju ridhoNya. Tiga sahabat telah membuktikan kalau pacaran bukan jaminan untuk bisa mendapatkan jodoh. Mereka bahkan tak merasakan pacaran, mereka pacaran setelah menikah dan mereka mengatakan kalau itu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Maha, teman sekamarku yang akhirnya memutuskan hubungan dengan Danas setelah lima tahun lebih pacaran. Mereka susah payah mendapatkan restu orang tua Maha sejak Danar belum bekerja sampai dia diterima menjadi TNI AL bersama dengan kemenangan mereka mendapatkan restu orang tua Maha. Maha juga yang menguatkan Danar ketika ibunya meninggal dan mereka sudah membeli cincin pertunangan sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah setelah Danar sudah mendapatkan izin menikah. Kegamangan Maha untuk melangkah bersama Danar karena ketidakyakinannya dicoba ditepisnya. Meski ba...

Untukmu Sahabat

Untuk sahabat-sahabatku yang hanya memandang di satu titik….untuk sahabatku yang masih belum bisa melihat apa yang ada di sekitar kita. Mungkin sebaiknya mulai memperhatikan apa yang ada di sekitar kita, mungkin disanalah jalan terbaik untuk kita. Harap akan berjalan beriringan dengan tumbuhnya rasa. Semakin besar rasa yang tumbuh makan harap dan mimpi juga akan semakin besar. Tak ada salahnya memang bermimpi dan berharap selama mimpi dan harap itu memang pantas untuk diperjuangkan. Selama keduanya memang harus diperkjuangkan menurut arti kebenaran bagi diri kita sendiri. Tak semua orang memiliki persepsi yang sama tentang kebenaran dan kebahagiaan karena semua memiliki alas an sendiri untuk memberikan penilaian. Seorang sahabat yang menaruh hati pada sosok lelaki tapi tak pernah bisa diungkapkan karena ia hanya seorang wanita. Menunggu lelaki itu yang menawarkan ta;aruf yang ternyata tak kunjung datang. Ia pun merasa harus mulai untuk tidak berharap terllau banyak karena...

Senaru dan Konsekuensinya

Kerja itu seperti perjalan menemukan air terjun di Senaru. Kaki Gunung Rinjani yang terkenal denagn air terjun indahnya. Untuk sampai disana, kita harus melewati jalan berliku melewati perbukitan atau bisa juga ditempuh lewat pesisir pantai. Yang penting bisa sampai ke gerbang air terjun Sendang Gile yang entah dari mana nama itu berasal. Kalau lewat pantai, jaraknya lebih jauh tapi pemandangannya lebih indah sedangkan melewati bukit akan lebih cepat tapi tak banyak pemandangan yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan dengan tikungan tajam dan medan yang lebih ekstreem. Begitupula dengan pilihan kita untuk menjalani satu pekerjaan. Kita harus tahu konsekuensi dari setiap keputusan yang kita pilih. Tak boleh ada kata menyesal atas keputusan itu karena itu justru akan menjadikan kita tak bisa sampai pada tujuan awal. Fokus pada tujuan dan jalani apa yang sudah menjadi keputusan merupakan langkah bijak. Setiap orang berhak tanpa ada yang salah. Tak ada yang bisa menyalahkan kepu...

Batu Payung lanjut Mawun Story

Masih seperti hari Minggu sebelumnya, punya tujuan untuk menikmati Lombok dengan keluguannya. Kali ini yang sedang menjadi hitz nya yaitu Pantai Batu Payung di deretan Pantai Kuta. Tanjung Aan yang pernah menjadi tempat keren abis sekarang kalah sama batu karang yang berbentuk seperti payung yang pernah digunakan sebagai tempat pengambilan gambar iklan rokok. Lagi lagi Lombok tak pernah kehabisan cerita, selalu ada hal baru dan indah yang masih bisa dinikmati. Pantai Batu Payung berada dibalik bukit setelah melewati Tanjung Aan. Kami yang awalnya tak berencana keluar jauh hari ini tiba-tiba terbersit untuk pergi kesana. Tak banyak yang bisa diajak karena kesibukan masing-masing, tapi akhirnya berhasil mengumpukan sisa kehidupan yang ada untuk ke Batu Payung. Teman-teman sesama perantau jadi sahabat terbaik kalau jalan2. Daripada bengong nggak ada kerjaan jadi mending menikmati Lombok.  Dan setelah perjalanan mengitari bukit dari tempat kami parkir, melewati karang berl...

Realita Sekitar

Seorang teman tidak masuk beberapa minggu terakhir ini karena sakit di lengan kanannya yang sedikit tidak wajar kalau hanya karena kecapekan. Pembawaannya yang tenang membuat kami tak pernah menyangka ada yang tidak beres padanya. Menganggapnya baik-baik saja dan cedera biasa. Ia masih menguatkan dirinya untuk tetap bisa bekerja seperti biasa, tapi sakit sepertinya melebihi kemampuannya untuk menguatkan diri. Sampai akhirnya sebuah cerita tentang kekerasan rumah tangga menyeruak ketika seorang ibu menjelaskan keadaan anaknya yang harus izin sakit hingga hampir dua minggu. Meski berusaha untuk bertahan dan menutupi permasalahan rumah tangganya itu, tapi manusia tetap memiliki keterbatasan. Tak tahan dengan keadaan yang ternyata tak lebih baik dengan bersabar, ia pun akhirnya menceritakan yang sebenarnya terjadi pada orang tuanya. Merasa itu adalah bagian dari pilihan hidupnya dulu, ia tak ingin menyesal pernah membuat keputusan itu. Ia hanya ingin semua bisa selesai dan keadaan menjad...

Masih Soal Sempeni

Lombok tak habis untuk diceritakan. Menikmatinya tak pernah ada habisnya. Namun, belum banyak yang bisa kulakukan untuk pulau indah ini. Rencana untuk membangun sebuah Rumah Baca di Sempeni bersama teman-teman PKH koodinator Gunung Sari pun masih belum terwujud. Terkendala waktu dan kesibukan kami masing-masing.  Sejak Februari terakhi kami berkunjung dan meminta izin untuk membuat sebuah rumah baca sederhana, sampai bulan November ini pun belum terwujud. Sebuah lahan yang dipinjamkan oleh Pak Kepala Dusun di dekat satu-satunya sekolah di tempat itu pun masih belum bisa kami bangun gubuk kecil tempat menyimpan buku. Untuk buku, Pak Rahmat sudah punya teman yang bersedia untuk menyumbangkan beberapa buku kalau sudah ada bangunannya. Namun, sampai hari ini pun bantuan untuk pendirian bangunan yang katanya sudah dibuat Pak Rahmat pun belum bisa terealisasi. Rasanya sayang sekali kami sudah berjalan sejauh ini harus berhenti berharap dan berusaha. Langkah selanjutnya, aku akan c...