Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Mulai dengan Bismillah

Akhirnya saat ini tiba juga. Satu persatu sudah mulai dirapikan, ditata untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik nanti di hari yang kami tunggu. Bukan hanya kami berdua, tapi keluarga besar kami yang sudah sejak lama menantikan saat bahagia itu tiba. Doa mengiringi ikhtiar kami dalam menuju kesana. Melihat apa yang ada di depan, sepertinya memang banyak yang harus dipersiapkan.  Nasehat dan petuah terus mengalir, kami berusaha menyaring yang  baik yang kami jadikan sebagai teladan dan berusaha untuk menghindari yang buruk. Berjalan teriring doa keluarga dan semua orang yang ikut berbahagia atas rencana kami. Bahkan tak hanya keluarga besar kami, bahkan sahabat dan teman-teman yang entah tahu dari mana juga ikut mengiringi langkah kami. Kami hanya berharap semua bisa berjalan lancar dan diberikan kemudahan olehNya untuk ibadah kami. Ibadah sesuai dengan sunnah RosulNya menghindari zina dan fitnah sebagai hambaNya yang ditakdirkan berpasang-pasangan. Berjalan bersama m...

Cobaan Pertama Kami

Setiap orang menjalani takdirnya masing-masing sesuai dengan garis yang sudah dituliskan di lauh mahfudz olehNya. Dengan ikhtiar dan doanya, takdir yang dijalaninya bisa berubah sesuai ketetapanNya. Begitu pula denganku. Sebuah ikhtiar tak selamanya berjalan mulus seperti yang kita inginkan. Terkadang harus tersandung, terkadang harus jatuh dan terkadang harus salah dulu baru baru bisa tercapai. Terjatuh ataupun mengambil jalan yang salah bukan berarti sebuah kesalahan fatal yang tak bisa diperbaiki. Selama mau berusaha untuk menjadi lebih baik dan bertaubat atas sebuah kesalahan, pasti ada jalan untuk menemukan yang benar dan bahagia. Disanalah letak pembalajaran. Ketika musibah maupun cobaan sebesar apapun menimpa, tak perlu mencari kejelekan dan kesalahan, tapi carilah penyelesaian dan hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Boleh jadi dengan jalan itulah kita bisa mengambil banyak manfaat dan barokah atas usaha kita menerima dengan keikhlasan. Sebuah peristiwa yang baru saja...

23.11.2013 thats Beautiful

Pertemuan yang begitu singkat itu ternyata bukan proses yang singkat. Pertemuan kita September 2013 lalu merupakan awal dari takdirNya menemukan kita. Mempertemukan kami untuk saling kenal dalam keadaan yang formal. Ketika ATM ku harus ganti, disanalah takdirNya dimulai. Kau ada untuk membantuku. Tak pernah terfikir pertemuan pertama itu akan sejauh ini dan sebahagia ini karena waktu dan ruang yang sangat terbatas. Obrolan mulai terasa menyenangkan ketika di facebook kutemukamu mengajakku berteman. Entah sudah berapa lama tak pernah kuhiraukan karena menganggapnya hanya orang iseng. Namun, Allah selalu memberikan jalan dari arah yang tak terduga. Kami ngobrol dan aku mulai merasa nyaman. Merasa tak sendiri ketika kau ada untuk membuatku tertawa. Harapan itu timbul seiring intensnya obrolan kita. Bahkan saat kau akhirnya mengetahui nomor handphoneku yang membuat kita semakin intens. Kita berbagi, kita tertawa dan kita memberi semangat. Semua berjalan seiring harap yang entah ka...

Melangkah Saja, Yakin Saja

Pertanyaan “Bener yakin?” itu sudah kesekian kalinya terlontar. Keluargaku yang paling sering melontarkannya lalu orang kantor ada di urutan berikutnya. Sekarang sudah bukan untuk memikirkan keyakinan aku rasa, pertimbangan manfaat dan mudharat sudah jauh sebelumnya kufikirkan. Inilah kesimpulan dari semua yang selama ini bergelut di otakku. Sejak dulu aku sangat berharap bisa menggapai citaku. Sebuah angan untuk masa depan bukan hanya untukku, tapi juga rumah tangga dan keluargaku kelak. Mungkin bagi sebagian orang menjadi wanita karir adalah sebuah kebanggan. Bagiku justru menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah tugas yang sangat mulia dan membanggakan. Seharian bekerja untuk keuarganya, berbakti pada suami dan membesarkan buah hati dengan tangannya sendiri. Mengurus semuanya sendiri, mengerti setiap sudut rumah tanpa butuh orang lain untuk membantu. Rumah adalah tempat kerja paling ikhlas dan dengan cinta. Disanalah setiap pekerjaan ditemani dengan cinta. Setiap apa yang dilakuk...

Bahagia di Ujung Ikhtiar

Benar kata orang, jodoh itu akan datang ketika kita yakin dan mau berusaha. Ia datang tanpa disadari ketika niat tulus itu sudah menjadi bagian dari ibadah menuju ridhoNya. Tiga sahabat telah membuktikan kalau pacaran bukan jaminan untuk bisa mendapatkan jodoh. Mereka bahkan tak merasakan pacaran, mereka pacaran setelah menikah dan mereka mengatakan kalau itu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Maha, teman sekamarku yang akhirnya memutuskan hubungan dengan Danas setelah lima tahun lebih pacaran. Mereka susah payah mendapatkan restu orang tua Maha sejak Danar belum bekerja sampai dia diterima menjadi TNI AL bersama dengan kemenangan mereka mendapatkan restu orang tua Maha. Maha juga yang menguatkan Danar ketika ibunya meninggal dan mereka sudah membeli cincin pertunangan sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah setelah Danar sudah mendapatkan izin menikah. Kegamangan Maha untuk melangkah bersama Danar karena ketidakyakinannya dicoba ditepisnya. Meski ba...

Untukmu Sahabat

Untuk sahabat-sahabatku yang hanya memandang di satu titik….untuk sahabatku yang masih belum bisa melihat apa yang ada di sekitar kita. Mungkin sebaiknya mulai memperhatikan apa yang ada di sekitar kita, mungkin disanalah jalan terbaik untuk kita. Harap akan berjalan beriringan dengan tumbuhnya rasa. Semakin besar rasa yang tumbuh makan harap dan mimpi juga akan semakin besar. Tak ada salahnya memang bermimpi dan berharap selama mimpi dan harap itu memang pantas untuk diperjuangkan. Selama keduanya memang harus diperkjuangkan menurut arti kebenaran bagi diri kita sendiri. Tak semua orang memiliki persepsi yang sama tentang kebenaran dan kebahagiaan karena semua memiliki alas an sendiri untuk memberikan penilaian. Seorang sahabat yang menaruh hati pada sosok lelaki tapi tak pernah bisa diungkapkan karena ia hanya seorang wanita. Menunggu lelaki itu yang menawarkan ta;aruf yang ternyata tak kunjung datang. Ia pun merasa harus mulai untuk tidak berharap terllau banyak karena...

Senaru dan Konsekuensinya

Kerja itu seperti perjalan menemukan air terjun di Senaru. Kaki Gunung Rinjani yang terkenal denagn air terjun indahnya. Untuk sampai disana, kita harus melewati jalan berliku melewati perbukitan atau bisa juga ditempuh lewat pesisir pantai. Yang penting bisa sampai ke gerbang air terjun Sendang Gile yang entah dari mana nama itu berasal. Kalau lewat pantai, jaraknya lebih jauh tapi pemandangannya lebih indah sedangkan melewati bukit akan lebih cepat tapi tak banyak pemandangan yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan dengan tikungan tajam dan medan yang lebih ekstreem. Begitupula dengan pilihan kita untuk menjalani satu pekerjaan. Kita harus tahu konsekuensi dari setiap keputusan yang kita pilih. Tak boleh ada kata menyesal atas keputusan itu karena itu justru akan menjadikan kita tak bisa sampai pada tujuan awal. Fokus pada tujuan dan jalani apa yang sudah menjadi keputusan merupakan langkah bijak. Setiap orang berhak tanpa ada yang salah. Tak ada yang bisa menyalahkan kepu...

Batu Payung lanjut Mawun Story

Masih seperti hari Minggu sebelumnya, punya tujuan untuk menikmati Lombok dengan keluguannya. Kali ini yang sedang menjadi hitz nya yaitu Pantai Batu Payung di deretan Pantai Kuta. Tanjung Aan yang pernah menjadi tempat keren abis sekarang kalah sama batu karang yang berbentuk seperti payung yang pernah digunakan sebagai tempat pengambilan gambar iklan rokok. Lagi lagi Lombok tak pernah kehabisan cerita, selalu ada hal baru dan indah yang masih bisa dinikmati. Pantai Batu Payung berada dibalik bukit setelah melewati Tanjung Aan. Kami yang awalnya tak berencana keluar jauh hari ini tiba-tiba terbersit untuk pergi kesana. Tak banyak yang bisa diajak karena kesibukan masing-masing, tapi akhirnya berhasil mengumpukan sisa kehidupan yang ada untuk ke Batu Payung. Teman-teman sesama perantau jadi sahabat terbaik kalau jalan2. Daripada bengong nggak ada kerjaan jadi mending menikmati Lombok.  Dan setelah perjalanan mengitari bukit dari tempat kami parkir, melewati karang berl...

Realita Sekitar

Seorang teman tidak masuk beberapa minggu terakhir ini karena sakit di lengan kanannya yang sedikit tidak wajar kalau hanya karena kecapekan. Pembawaannya yang tenang membuat kami tak pernah menyangka ada yang tidak beres padanya. Menganggapnya baik-baik saja dan cedera biasa. Ia masih menguatkan dirinya untuk tetap bisa bekerja seperti biasa, tapi sakit sepertinya melebihi kemampuannya untuk menguatkan diri. Sampai akhirnya sebuah cerita tentang kekerasan rumah tangga menyeruak ketika seorang ibu menjelaskan keadaan anaknya yang harus izin sakit hingga hampir dua minggu. Meski berusaha untuk bertahan dan menutupi permasalahan rumah tangganya itu, tapi manusia tetap memiliki keterbatasan. Tak tahan dengan keadaan yang ternyata tak lebih baik dengan bersabar, ia pun akhirnya menceritakan yang sebenarnya terjadi pada orang tuanya. Merasa itu adalah bagian dari pilihan hidupnya dulu, ia tak ingin menyesal pernah membuat keputusan itu. Ia hanya ingin semua bisa selesai dan keadaan menjad...

Masih Soal Sempeni

Lombok tak habis untuk diceritakan. Menikmatinya tak pernah ada habisnya. Namun, belum banyak yang bisa kulakukan untuk pulau indah ini. Rencana untuk membangun sebuah Rumah Baca di Sempeni bersama teman-teman PKH koodinator Gunung Sari pun masih belum terwujud. Terkendala waktu dan kesibukan kami masing-masing.  Sejak Februari terakhi kami berkunjung dan meminta izin untuk membuat sebuah rumah baca sederhana, sampai bulan November ini pun belum terwujud. Sebuah lahan yang dipinjamkan oleh Pak Kepala Dusun di dekat satu-satunya sekolah di tempat itu pun masih belum bisa kami bangun gubuk kecil tempat menyimpan buku. Untuk buku, Pak Rahmat sudah punya teman yang bersedia untuk menyumbangkan beberapa buku kalau sudah ada bangunannya. Namun, sampai hari ini pun bantuan untuk pendirian bangunan yang katanya sudah dibuat Pak Rahmat pun belum bisa terealisasi. Rasanya sayang sekali kami sudah berjalan sejauh ini harus berhenti berharap dan berusaha. Langkah selanjutnya, aku akan c...

Sejenak

Cuti bersama Idul Adha kali ini jadi moment ambil cuti tiga hari yang sangat strategis untuk kami yang nggak bisa ambil cuti banyak. Kesempatan emas buat orang rantau seperti saya untuk mengajukan cuti tiga hari yang bisa jadi seminggu. Its time to take a rest. Niat awal mau ke Ambarawa, menengok keluarga dan nyekar di makam Alm Mbah Kakung, tapi ternyata malah pusing di Surabaya terkapar dan males naik bus sampai ke Ambarawa saking padetnya pemudik. Sampai di Terminal Bungurasih, orang udah berderet dari luar terminal sampai di dalem terminal bahkan jalan masuk terminal pun penuh sesak. Entah kapan mereka dapet kendaraan untuk pulang. Lebaran memang jadi moment berkumpul keluarga yang tak ingin dilewatkan oleh banyak orang. Berhubung bapak juga harus ngecor tiap hari, sebagai konsultan jalan tol, jadi aku pun juga nggak tega ninggal Bapak lebaran sendiri di kota pahlawan ini. Kuputuskan stay disini, jadi anak yang baik buat bapak. Masak dan nyuci di mess yang disediain kantor....

Untuk Seorang Sahabat yang Istimewa

Pembahasan dengan seorang sahabat yang bijaksana tentang pernikahan, aku jadi belajar banyak tentang arti kesabaran dan keikhlasan. Sahabat, kalian adalah ciptaan Allah yang sangat istimewa...Allah sedang menyiapkan yang terbaik untuk kalian. Allah sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk mempertmukanmu dengan pilihanNya. Hanya bisa kusarankan untuk bersabar dan berdoa karena Allah Maha Tahu yang terbaik untukmu sahabat. Doaku selalu untukmu semoga mendapatkan imam yang bisa menuntun ke dunia dan akherat menuju ridhoNya. Semoga mendapatkan sosok yang pantas sebaik kalian. Semoga waktu pertemuan itu disegerakan dan pertanyaan itu bisa dijawab. Bahagia untuk kalian dan keluarga dengan kedatangannya nanti entah kapan. Siapapun dia, aku berharap dia bisa menjadi sosok yang bisa membahagiakanmu dan keluargamu. Sosok yang tidak hanya bisa menjadi tempat bersandar, tapi juga tempat bertumpu. Sosok yang memang pantas untukmu dengan segala keistimewaanmu. Sosok yang selalu bisa menunjukkan ...

Goes to Kuta Beach, Lombok

Lebaran ketiga, kami tak terlalu direpotkan dengan tradisi sungkeman yang memakan waktu berhari-hari di Pulau ini. Dua hari saja semua sudah selesai kami kunjungi. Saatnya liburan, jalan-jalan ke pantai. Seperti biasa, aku yang memilih lokasi. Yang lain siap ikut aja. Perjalanan dimulai jam 9 pagi dari rumah, kali ini kami nggak cuma berempat, ada empat personel tambahan dari keluarga Aikmel. Enam personel lain termasuk dua anak kecil adik sepupuku, aku dan Raras, adik bungsuku memilih menggunakan sepeda motor untuk bisa lebih puas melihat pemandangan. Kami pun lebih bebas untuk mampir beli jajan. Kami berangkat dari Lombok Timur, sedangkan Pantai Kuta Lombok ada di Lombok Tengah. Pantai yang bersih dan indah kata orang-orang, selama ini aku hanya lewat di pantai itu. Biasanya perjalanan kami lanjutkan ke Tanjung Aan yang berada di sebelah kiri Pantai Kuta, tapi kali ini aku ingin menikmati Kuta seutuhnya. Walaupun katanya ada juga pantai indah di sebelah kanan pantai ini, Selong ...