Skip to main content

Posts

Mulai dengan Bismillah

Akhirnya saat ini tiba juga. Satu persatu sudah mulai dirapikan, ditata untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik nanti di hari yang kami tunggu. Bukan hanya kami berdua, tapi keluarga besar kami yang sudah sejak lama menantikan saat bahagia itu tiba. Doa mengiringi ikhtiar kami dalam menuju kesana. Melihat apa yang ada di depan, sepertinya memang banyak yang harus dipersiapkan.  Nasehat dan petuah terus mengalir, kami berusaha menyaring yang  baik yang kami jadikan sebagai teladan dan berusaha untuk menghindari yang buruk. Berjalan teriring doa keluarga dan semua orang yang ikut berbahagia atas rencana kami. Bahkan tak hanya keluarga besar kami, bahkan sahabat dan teman-teman yang entah tahu dari mana juga ikut mengiringi langkah kami. Kami hanya berharap semua bisa berjalan lancar dan diberikan kemudahan olehNya untuk ibadah kami. Ibadah sesuai dengan sunnah RosulNya menghindari zina dan fitnah sebagai hambaNya yang ditakdirkan berpasang-pasangan. Berjalan bersama m...

Cobaan Pertama Kami

Setiap orang menjalani takdirnya masing-masing sesuai dengan garis yang sudah dituliskan di lauh mahfudz olehNya. Dengan ikhtiar dan doanya, takdir yang dijalaninya bisa berubah sesuai ketetapanNya. Begitu pula denganku. Sebuah ikhtiar tak selamanya berjalan mulus seperti yang kita inginkan. Terkadang harus tersandung, terkadang harus jatuh dan terkadang harus salah dulu baru baru bisa tercapai. Terjatuh ataupun mengambil jalan yang salah bukan berarti sebuah kesalahan fatal yang tak bisa diperbaiki. Selama mau berusaha untuk menjadi lebih baik dan bertaubat atas sebuah kesalahan, pasti ada jalan untuk menemukan yang benar dan bahagia. Disanalah letak pembalajaran. Ketika musibah maupun cobaan sebesar apapun menimpa, tak perlu mencari kejelekan dan kesalahan, tapi carilah penyelesaian dan hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Boleh jadi dengan jalan itulah kita bisa mengambil banyak manfaat dan barokah atas usaha kita menerima dengan keikhlasan. Sebuah peristiwa yang baru saja...

23.11.2013 thats Beautiful

Pertemuan yang begitu singkat itu ternyata bukan proses yang singkat. Pertemuan kita September 2013 lalu merupakan awal dari takdirNya menemukan kita. Mempertemukan kami untuk saling kenal dalam keadaan yang formal. Ketika ATM ku harus ganti, disanalah takdirNya dimulai. Kau ada untuk membantuku. Tak pernah terfikir pertemuan pertama itu akan sejauh ini dan sebahagia ini karena waktu dan ruang yang sangat terbatas. Obrolan mulai terasa menyenangkan ketika di facebook kutemukamu mengajakku berteman. Entah sudah berapa lama tak pernah kuhiraukan karena menganggapnya hanya orang iseng. Namun, Allah selalu memberikan jalan dari arah yang tak terduga. Kami ngobrol dan aku mulai merasa nyaman. Merasa tak sendiri ketika kau ada untuk membuatku tertawa. Harapan itu timbul seiring intensnya obrolan kita. Bahkan saat kau akhirnya mengetahui nomor handphoneku yang membuat kita semakin intens. Kita berbagi, kita tertawa dan kita memberi semangat. Semua berjalan seiring harap yang entah ka...

Melangkah Saja, Yakin Saja

Pertanyaan “Bener yakin?” itu sudah kesekian kalinya terlontar. Keluargaku yang paling sering melontarkannya lalu orang kantor ada di urutan berikutnya. Sekarang sudah bukan untuk memikirkan keyakinan aku rasa, pertimbangan manfaat dan mudharat sudah jauh sebelumnya kufikirkan. Inilah kesimpulan dari semua yang selama ini bergelut di otakku. Sejak dulu aku sangat berharap bisa menggapai citaku. Sebuah angan untuk masa depan bukan hanya untukku, tapi juga rumah tangga dan keluargaku kelak. Mungkin bagi sebagian orang menjadi wanita karir adalah sebuah kebanggan. Bagiku justru menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah tugas yang sangat mulia dan membanggakan. Seharian bekerja untuk keuarganya, berbakti pada suami dan membesarkan buah hati dengan tangannya sendiri. Mengurus semuanya sendiri, mengerti setiap sudut rumah tanpa butuh orang lain untuk membantu. Rumah adalah tempat kerja paling ikhlas dan dengan cinta. Disanalah setiap pekerjaan ditemani dengan cinta. Setiap apa yang dilakuk...

Bahagia di Ujung Ikhtiar

Benar kata orang, jodoh itu akan datang ketika kita yakin dan mau berusaha. Ia datang tanpa disadari ketika niat tulus itu sudah menjadi bagian dari ibadah menuju ridhoNya. Tiga sahabat telah membuktikan kalau pacaran bukan jaminan untuk bisa mendapatkan jodoh. Mereka bahkan tak merasakan pacaran, mereka pacaran setelah menikah dan mereka mengatakan kalau itu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Maha, teman sekamarku yang akhirnya memutuskan hubungan dengan Danas setelah lima tahun lebih pacaran. Mereka susah payah mendapatkan restu orang tua Maha sejak Danar belum bekerja sampai dia diterima menjadi TNI AL bersama dengan kemenangan mereka mendapatkan restu orang tua Maha. Maha juga yang menguatkan Danar ketika ibunya meninggal dan mereka sudah membeli cincin pertunangan sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah setelah Danar sudah mendapatkan izin menikah. Kegamangan Maha untuk melangkah bersama Danar karena ketidakyakinannya dicoba ditepisnya. Meski ba...

Untukmu Sahabat

Untuk sahabat-sahabatku yang hanya memandang di satu titik….untuk sahabatku yang masih belum bisa melihat apa yang ada di sekitar kita. Mungkin sebaiknya mulai memperhatikan apa yang ada di sekitar kita, mungkin disanalah jalan terbaik untuk kita. Harap akan berjalan beriringan dengan tumbuhnya rasa. Semakin besar rasa yang tumbuh makan harap dan mimpi juga akan semakin besar. Tak ada salahnya memang bermimpi dan berharap selama mimpi dan harap itu memang pantas untuk diperjuangkan. Selama keduanya memang harus diperkjuangkan menurut arti kebenaran bagi diri kita sendiri. Tak semua orang memiliki persepsi yang sama tentang kebenaran dan kebahagiaan karena semua memiliki alas an sendiri untuk memberikan penilaian. Seorang sahabat yang menaruh hati pada sosok lelaki tapi tak pernah bisa diungkapkan karena ia hanya seorang wanita. Menunggu lelaki itu yang menawarkan ta;aruf yang ternyata tak kunjung datang. Ia pun merasa harus mulai untuk tidak berharap terllau banyak karena...

Senaru dan Konsekuensinya

Kerja itu seperti perjalan menemukan air terjun di Senaru. Kaki Gunung Rinjani yang terkenal denagn air terjun indahnya. Untuk sampai disana, kita harus melewati jalan berliku melewati perbukitan atau bisa juga ditempuh lewat pesisir pantai. Yang penting bisa sampai ke gerbang air terjun Sendang Gile yang entah dari mana nama itu berasal. Kalau lewat pantai, jaraknya lebih jauh tapi pemandangannya lebih indah sedangkan melewati bukit akan lebih cepat tapi tak banyak pemandangan yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan dengan tikungan tajam dan medan yang lebih ekstreem. Begitupula dengan pilihan kita untuk menjalani satu pekerjaan. Kita harus tahu konsekuensi dari setiap keputusan yang kita pilih. Tak boleh ada kata menyesal atas keputusan itu karena itu justru akan menjadikan kita tak bisa sampai pada tujuan awal. Fokus pada tujuan dan jalani apa yang sudah menjadi keputusan merupakan langkah bijak. Setiap orang berhak tanpa ada yang salah. Tak ada yang bisa menyalahkan kepu...