Skip to main content

Posts

Showing posts from 2025

Menilai Sudut Pandang

Setiap individu berhak atas diri, pikiran dan hatinya sendiri. Ia yang menentukan dan mengambil keputusan atas dirinya sendiri dengan pengalaman-pengalaman yang ada. Pengalaman terbentuk dari pendidikan, latar belakang kehidupand an banyak hal yang dialaminya yang tentu saja pengaruh keluarga dan lingkungan masa kecil menjadi modal paling besar yang mempengaruhi perilakunya dalam mengambil keputusan. Menilai pilihan orang lain dengan kacamata kita tentu tidak pas. Ada yang cukup dengan hidupnya, tapi orang lain menganggapnya kasihan. Keputusan dan piihannya bukan hanya tentang penilaian orang lain, tapi untuk dirinya sendiri.  Tak perlu pengakuan, tak perlu dianggap apapun oleh orang lain. Pencapaian orang lain bukan jadi beban untukku, sama seperti apa yang kudapatkan, tak diniatkan untuk orang lain. Namun, tentu pilihan tak selamanya bisa diterima oleh orang lain bahkan orang terdekat sekalipun. Ada yang menganggap kalau tidak ada imbal balik nyata berupa materi atau sesuatu yang...

Sampai

  26 November 2025. Sampai juga kami di titik ini. Menemani Bapak menghadapi penyakitnya sampai usia 73 tahun mengakhiri perjuangannya melawan sakit. Awal Sakit 2021 menjadi awal ketika Bapak terkena serangan stroke ringan selesai pernikahan keponakannya adalah titik awal beliau mulai tidak banyak jalan. Fungi organ dan alat gerak perlahan menurun. Pemeriksaan rutin di syaraf selama hampir 3 tahun berlanjut ke spesialis penyakit dalam di 1,5 tahun terakhir belakangan. Diabetes menggerogoti seluruh fungsi organ yang sudah melemah menjadi semakin lemah. Makin tak berdaya. Perlahan, penyakit yang lain mengikuti. Hipertensi, stroke dan berlanjut ke ginjal yang semakin melemah. Awalnya dokter Sujaya memberikan  saran untuk diet protein hewani ketika terliht fungsi ginjal Bapak sudah jauh menurun. Diet ketat ditambah vitamin untuk memperbaiki fungsi ginja karena beliau pernah menangani pasien yang berhasil dengan cara ini. Namun, ternyata fungsi ginjalnya tak kunjung membaik. Hasil ...

Kado untuk Nada ke Senggigi SunsetJazz Festival 2025

2 November lalu, kami bertiga, saya, si Sulung dan ayahnya menonton Senggigi Sunset Jazz Festival 2025 . Ayah memberikan kami tiket sejak tiga bulan yang lalu saat dibuk early bird pembelian tiket. Ia tau si sulung sangat suka Juicy Luicy yang saat ini sedang banyak dikenal dengan lagu-lagunya yang hits. panggung (dokumentasi pribadi) Kami seuk menikmati lagunya dan ayah ingin menghadiahi untuk ulang tahun Nada yang bertepatan dengan pertunjukan music itu. Meski hari itu kami cukup sibuk karena harus kondangan ke Sembalun paginya, tapi kami bisa sampai di lokasi acara pukul 18.00 WITA saat sedang istirahat sholat Maghrib.  Pertunjukan Bernadiya sudah terlewat, tapi lautan manusia masih memadati lokasi acara. Setelah mendapatkan tempat parkir yang sudah padat kendaraan, kami langsung masuk menukar e-tiket dengan gelang di panitia yang berjaga di jalan masuk. Ada 3 tipe tiket yang ditawarkan yaitu VIP standing , VIP seat dan Festival . VIP standing ada tepat di depan panggung, di...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...

Lokakarya Menulis Kreatif untuk Penulis Muda oleh Lombok Read Aloud

Buku untuk Ceritamu karya Reda Guadimo sebagai pemantik ide imajinasi  (sumber: dokumentasi LoRA) Menutup kegiatan Komunitas Literasi yang didanai oleh Badan Bahasa Kemendikdasmen ditutup dengan kegiatan bersama adik-adik calon penulis muda . Mengumpulkan anak-anak usia 10-14 tahun untuk bisa bersama-sama menulis cerita sederhana yang kelak akan menjadi cerita panjang dan dibaca banyak orang. Kegiatan ini diadakan di Green Yard School dengan pertimbangan sekolah ini memiliki kelas yang terbuka. Halaman luas dan terasa menyejukkan dengan pepohonan dan alam yang tidak sekat.  Ice breaking sebelum memulai kelas oleh Kak Filzah (Sumber: dokumentasi LoRA) Sesi berkenalan sebelum masuk kelas oleh Kak Filzah (sumber: dokumentasi pribadi LoRA) Anak-anak datang diantar orang tuanya. Kami membuka kelas dari usia 10 - 14 tahun setara dengan kelas 5 SD hingga setingkat SMP. Namun, ternyata ada anak usia 8 dn 9 tahun yang sudah bisa membuat kalimat yang ikut serta.  Anak-anak dari ...

Seri Cerpen Fiksi : Ujung Harapan

Sampailah penantian itu di penghujung. Bukan karena batas sabar, tapi sebagai penghargaan pada diri sendiri. Bukan karena ego, tapi karena pilihan yang harus sampai pada kepastian. Bentuk ketegasan untuk menghargai diri sendiri. Sudah cukup rasanya menunggunya datang. Tak pernah ada kejelasan. Bahkan, untuk menghubungi dua buah hatinya pun tak pernah dilakukannya. Beberapa kali menghubunginya, tak ada jawaban yang didapat. Anak-anak menanggung kecewa tak ada balasan dari ujung telefon yang mereka nantikan. Inilah saatnya untuk mengambil langkah di jalan yang lain. Tak lagi ada harapan untuk menunggunya. Empat tahun tanpa kejelasan sudah cukup menjadi alasan untuk bisa membuat keputusan yang tentu tidak mudah.  Ayah  meninggal merupakan awal kesulitaan finansialnya . Semua terjadi begitu saja. Proyek yang dijalaninya pun beberapa kali mengalami kerugian karena salah perhitungan. Hubungan dengan rekan kerjanya tak berjalan baik. Mereka akhirnya memutuskan untuk tak lagi b...

Dear Diriku....

Dear Diriku.... Terimakasih sudah sampai di titik ini. Terimakasih sudah melakukan semua hanya mengharap ridho Allah SWT. Tak perlu menerima pujian, tak perlu terimakasih, tidak perlu diberikan reward apapun. Sadar kalau bahagia datangnya hanya dari diri sendiri. Meski terkadang reaksi dari luar yang membuat diri ini merasa tidak berarti, memberi pernyataaan yang membuat diri ini rasanya tidak memiliki kelebihan, lingkungan yang terlihat lebih baik, itu manusiawi. Butuh waktu untuk mengenali apa yang sebenarnya diri ini rasakan, butuh waktu untuk kembali mengenali diri sendiri. Mengenal diri melihat kekurangan dan kelebihan kembali. Mungkin selama ini bukan tidak mampu, tapi tidak menyadari kelebihan itu. Namun, kalau memang kekurangan, diri ini harus tau untuk terus belajar agar tidak merugikan diri sendiri dan banyak orang. Yakin kalau setiap manusi memiliki kelebihan yang Allah SWT berikan untuk menjadi hamba yang bermanfaat di dunia. Bukan hanya untuk mencari kesenangan, dunia adal...