Skip to main content

Menilai Sudut Pandang





Setiap individu berhak atas diri, pikiran dan hatinya sendiri. Ia yang menentukan dan mengambil keputusan atas dirinya sendiri dengan pengalaman-pengalaman yang ada. Pengalaman terbentuk dari pendidikan, latar belakang kehidupand an banyak hal yang dialaminya yang tentu saja pengaruh keluarga dan lingkungan masa kecil menjadi modal paling besar yang mempengaruhi perilakunya dalam mengambil keputusan.

Menilai pilihan orang lain dengan kacamata kita tentu tidak pas. Ada yang cukup dengan hidupnya, tapi orang lain menganggapnya kasihan. Keputusan dan piihannya bukan hanya tentang penilaian orang lain, tapi untuk dirinya sendiri. 

Tak perlu pengakuan, tak perlu dianggap apapun oleh orang lain. Pencapaian orang lain bukan jadi beban untukku, sama seperti apa yang kudapatkan, tak diniatkan untuk orang lain. Namun, tentu pilihan tak selamanya bisa diterima oleh orang lain bahkan orang terdekat sekalipun.




Ada yang menganggap kalau tidak ada imbal balik nyata berupa materi atau sesuatu yang berharga, itu bukan sebuah pencapaian. Sia-sia ketika harus mengorbankan waktu untuk sesuatu yang hasilnya bukan berupa materi, benda berharga, plakat atau benda yang berharga. Namun, sebuah rasa yang tak bisa diungkapkan. Ada kepuasan ketika kebermanfaatan melekat di kehidupan. Ada selusup bahagia ketika diri dapat bermanfaat untuk sesama.

Bukan untuk terlihat luar biasa, tidak untuk diakui, tapi semata hanya untuk mememenuhi kebutuhan diri untuk bisa bermanfaat. Tak semua ibu rumah tangga merasa diakui ketika sudah tidak produktif lagi. Tak semua orang di sekeliling ibu bisa memfasilitasi kebutuhan ibu untuk apresiasi diri. Ia harus tahu apa kebutuhan dirinya dan bagaimana memenuhi dengan tidak mengesampingkan kewajiban utama sebagai ibu dan istri.

Ibu harus tahu bagaimana memenuhi kebutuhan dirinya, untuk memaksimalkan perannya sebagi istri, ibu, anak, saudara, juga bagian dari masyarakat.Ia harus bisa menjalankan perannya dengan baik dan memberikn peran terbaik dengan apa yang diyakini. 


Tidak perlu rendah diri atas diri yang tak lagi produktif, tak perlu insecure karena tak diapresiasi oleh orang di sekitar. Sadari kemampuan diri, tidak perlu memaksakan diri. Carilah lingkungaan yang membuat kalian merasa mendapatkan apa yang kalian butuhkan untuk menjalani hidup sesuai dengan apa yang kita yakini untuk bisa menjalankan peran melakukan amal terbaik untuk mendapat ridhoNya.

Menjadi dirimu sendiri di tengah gempuran fomo, tau apa yang kamu butuhkan di tengah gempuran tren yang semakin tak menentu, itu pun tidak apa. Mengiikuti fomo karena manfaat, itu pun tidak apa. Tidak perlu selamanya menjadi idealis, asal bukan prinsip utama, kamu tetap bisa menunjukkan eksistensimu. Bukan untuk mendapatkan pengakuan, tapi untuk mengapresiasi diri dan memenuhi kebutuhan dirimu dan mengenal diri.

Tentu masukan adalah sebuah refleksi sebagai bagian dari bertumbuh, tapi penting untuk mempertimbangkan apakah itu perlu atau tidak sebagai upaya merubah diri. Diri sendiri yang memiliki kontrol penuh dan kesadaran untuk menentukan jalan mana yang harus dipilih. 

Aku berharga
aku bahagia


_Cerita Venti_


Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...