Menilai pilihan orang lain dengan kacamata kita tentu tidak pas. Ada yang cukup dengan hidupnya, tapi orang lain menganggapnya kasihan. Keputusan dan piihannya bukan hanya tentang penilaian orang lain, tapi untuk dirinya sendiri.
Tak perlu pengakuan, tak perlu dianggap apapun oleh orang lain. Pencapaian orang lain bukan jadi beban untukku, sama seperti apa yang kudapatkan, tak diniatkan untuk orang lain. Namun, tentu pilihan tak selamanya bisa diterima oleh orang lain bahkan orang terdekat sekalipun.
Ada yang menganggap kalau tidak ada imbal balik nyata berupa materi atau sesuatu yang berharga, itu bukan sebuah pencapaian. Sia-sia ketika harus mengorbankan waktu untuk sesuatu yang hasilnya bukan berupa materi, benda berharga, plakat atau benda yang berharga. Namun, sebuah rasa yang tak bisa diungkapkan. Ada kepuasan ketika kebermanfaatan melekat di kehidupan. Ada selusup bahagia ketika diri dapat bermanfaat untuk sesama.
Bukan untuk terlihat luar biasa, tidak untuk diakui, tapi semata hanya untuk mememenuhi kebutuhan diri untuk bisa bermanfaat. Tak semua ibu rumah tangga merasa diakui ketika sudah tidak produktif lagi. Tak semua orang di sekeliling ibu bisa memfasilitasi kebutuhan ibu untuk apresiasi diri. Ia harus tahu apa kebutuhan dirinya dan bagaimana memenuhi dengan tidak mengesampingkan kewajiban utama sebagai ibu dan istri.
Ibu harus tahu bagaimana memenuhi kebutuhan dirinya, untuk memaksimalkan perannya sebagi istri, ibu, anak, saudara, juga bagian dari masyarakat.Ia harus bisa menjalankan perannya dengan baik dan memberikn peran terbaik dengan apa yang diyakini.
Tidak perlu rendah diri atas diri yang tak lagi produktif, tak perlu insecure karena tak diapresiasi oleh orang di sekitar. Sadari kemampuan diri, tidak perlu memaksakan diri. Carilah lingkungaan yang membuat kalian merasa mendapatkan apa yang kalian butuhkan untuk menjalani hidup sesuai dengan apa yang kita yakini untuk bisa menjalankan peran melakukan amal terbaik untuk mendapat ridhoNya.
Menjadi dirimu sendiri di tengah gempuran fomo, tau apa yang kamu butuhkan di tengah gempuran tren yang semakin tak menentu, itu pun tidak apa. Mengiikuti fomo karena manfaat, itu pun tidak apa. Tidak perlu selamanya menjadi idealis, asal bukan prinsip utama, kamu tetap bisa menunjukkan eksistensimu. Bukan untuk mendapatkan pengakuan, tapi untuk mengapresiasi diri dan memenuhi kebutuhan dirimu dan mengenal diri.
Tentu masukan adalah sebuah refleksi sebagai bagian dari bertumbuh, tapi penting untuk mempertimbangkan apakah itu perlu atau tidak sebagai upaya merubah diri. Diri sendiri yang memiliki kontrol penuh dan kesadaran untuk menentukan jalan mana yang harus dipilih.
Aku berharga
aku bahagia
_Cerita Venti_

.jpeg)
Comments
Post a Comment