Skip to main content

Cerita dari Pantai

Punya teman baik itu rezeki, teman saling mengingatkan dalam kebaikan, teman saling support dalam keistiqomahan, itu semua rezeki yang luar biasa. Mulai dari berbagi resep masakan, berbagi tips memilih ikan dan membersihkan, informasi tempat liburan yang menyenangkan, info promo belanjaan hingga apa yang terjadi di kantor suami.

Saya memang tidak disuruh untuk ikut bergabung di KKB (istilah untuk perkumpulan istri pegawai BNI, tempat suami bekerja), tapi kami memiliki beberapa teman rasa saudara yang sering pergi dan berkumpul bersama. Awalnya piknik bersama untuk bisa mendapatkan pengembalian penurunan fasilitas asuransi yang tidak terpakai di akhir tahun, tapi seperti menjadi agenda tetap piknik bersama setiap tahun bahkan lebih intens dan lebih dekat.

Para suami nyaman karena mereka sudah saling kenal dan akrab, anak-anak memiliki teman main karena kebetulan dalam lima keluarga itu semua punya dua anak dan ibu-ibu pun punya waktu berbagi cerita menghabiskan kosakata yang tak tersalurkan ke pak suami. Kami menjadi nyaman bersama dan saling menguatkan. Tak jarang ibu-ibu memiliki rencana dadakan yang mendesak bapak-bapak untuk mewujudkan dengan tetap pembiayaan ada pada mereka (ini pemaksaan yang menyenangkan bagi kami, tapi entah untuk para penyandang dana :D)

Setelah sebelum diberlakukan new normal kami ke Sembalun, kali ini kami pun berkumpul di pantai dekat rumah yang sudah biasa kami kunjungi. Pantai Nipah, tempat makan ikan bakar segar yang sekarang menjadi lebih cantik karena sudah banyak dibuat ayunan dan hiasan di warung-warung untuk menarik pengunjung. Syukuran seorang teman yang naik jabatan menjadi penyelia sekalian kumpul ibu-ibu dengan sejuta cerita.

Kali ini tidak ada persiapan repot karena memang pantainya juga dekat. Kami hanya diundang makan, anak-anak bisa berenang ditemani bapak-bapak dan seperti biasa ibu-ibu berbagi cerita, berbagi informasi penting dan yang tidak pernah ketinggalan adalah rujak. Kami penggemar ruajak dimanapun dan kapanpun. Squad rujakan tak kenal menyerah :).




Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...