Skip to main content

Belajar warna - Story of Nada

Hari ini, Nada kerumah Mbah di Ampenan. Katanya sekitar 15 menit Naik motor dari rumah. Nggak sejauh rumah uti, orang tua saya yang harus menempuh perjalnan 40km. Karena nggak punya temen, dia main semua peralatan dapur Mbah nya. 

Panci, wajan, solet bumbu, sendok, telfon, microwave dan parutan keju jadi favorite kLo lagi disana. Pernah seminggu lalu, pisang kecil-kecil sambil makan sambil dipake main jual-jualan trus dimasukin microwave. Sampe kami pulang,lupa dikeluarin dan parah nya nggak ada yang tahu kalau pisang nya ditaruh di dalam microwave. Jadi,setelah dua hari Kita kesana lagi, Nada buka microwave ambil pisang yang dia simpen disana. Saya dan Mbah nya kaget sambil ketawa. Pisang itu udah agak busuk, untung nggak sampe ada nularnya.hihihi

Hari ini, setelah bosan main masak-masakan, Nada mulai rewel minta digendong. Untung udah selesai masak jadi udah nggak ada yang dikerjain.
"Ayo beresin dulu mainan nya,baru bunda gendong," 
Awalnya Nada rewel,nggak mau beresin tapi Bunda terus bujuk sambil beresin perkakas dapur Mbah meletakkan di tempat nya, Nada pun ikut membantu membereskan. Tiap selesai main, Bunda selucu membiasakan Nada untuk membereskan mainan nya jadi dia mulai terbiasa meski sambil ngantuk juga mau beresin mainan nya. Ini juga untuk membentuk kedisiplinan pada anak. 

Setelah selesai, Bunda gendong Nada. 
"sambil maem ya?"
Nada menggeleng, "Nggak mau"
"Nada ngantuk?"
"Nada mau main bola-bola"
Setahun yang lalu waktu masih tinggal dirumah Mbah,disini, Ayah membelikan Nada bola warna warni cukup banyak. SekitR 400buah. Katanya untuk mandi bola di kolam plastic yang dibelikan Kakung di Jawa. Sekarang bisa dimanfaatkan untuk belajar warna. Ada lima warna bola yang dibelikan Ayah. 

"Oke" 
Bunda punya ide. Hari ini Kita belajar mengelompokkan warna pake bahasa Inggris ya mbak cantik 
 
Nada sudah lumayan bisa mengelompokkan lima warna bola nya. 
"Blue,"
"Yellow,"
"Green,"
"Purple,"

Terus belajar ya Ndhuk, Bunda juga belajar Cara mengajari Nada

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...