Skip to main content

Posts

Menjadi Versi Terbaikku adalah Tentang Berkompetisi dengan Keburukan Diri Sendiri

Aku masih merenung, rasanya sedang tidak ingin berjumpa dengan siapapun. Rasanya sedang ingin sendiri, menepi dari segala bisingnya suara. Menepi dari segala hiruk pikuknya dunia. Menepi dari segala kesibukan yang membuatku menjadi makin sedikit waktu bersama keluarga, sedikit waktu ada untuk merawat diri.  Sepertinya aku butuh jeda, aku butuh memperhatikan diriku. Aku butuh istirahatkan fikiranku. Aku butuh kembali waras dengan tidak terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Aku ingin tenang, merasakan betapa Allah SWT sedang memberiku banyak sekali nikmat yang kadang tak kusadari. Nikmat kecil seperti masih bangun dalam keadaan bisa menghirup udara tanpa tersumbat, melihat senyuman orang-orang yang dicintai, mendapati mereka masih ada di sekitar kita. Hal kecil yang kadang kita lupakan kalau itu adalah nikmat yang luar biasa dan menuntut Allah SWT untuk memberikan apa yang kita inginkan.  Beberapa waktu terakhir ini, sejak mengurus Rumah Peradaban sendiri, sedikit semangatku mulai...

Parental Burn Out????

Beberapa waktu lalu,saya mengikuti kuliah whatsapp tentang Parental Burn Out. Secara gampangnya, kondisi ini adalah kondisi yang tidak nyaman yang dirasakan orang tua karena banyak faktor. Biasanya yang banyak mengalami adalah kaum ibu. Saya pun kadang tidak menyadari, apakah sedang mengalami PBO atau hanya sedang swing mood karena perubahan hormon ketika akan haid.  sumber: sehatQ.com Kuliah whatsapp disampaikan oleh Widie Esti Trixie, S. Psi. Parental Burn Out (PBO) biasanya terjadi karena kurang informasi dan bimbingan parenting tepat dan terpercaya. Hal itu menyebabkan kelelahan dan mengabaikan kebutuhan diri.  Hal ini banyak terjadi pada ibu rumah tangga tanpa disadari. Mementingkan orang lain, terutama suami dan anak-anak. Seringkali ibu mengabaikan kebutuhan sendiri untuk sekedar istirahat.  Menurut Prof. Mikolajczak dari Universitas Catholique de Louvain Belgia, Parental Burn Out merupakan kondisi yang timbuh karena stress dan kelelahan jangka panjang yang berujun...

Kumer bertujuan menciptakan Generasi Pembelajar Tiada Henti yang Memiliki Daya Saing untuk Menjawab Tantangan di Zamannya

Memiliki anak yang sudah sekolah membuat saya akhirnya mempelajari tentang kurikulum. Sebelu si Sulung masuk sekolah memang saya tidak terlalu memperhatikan polemik dunia pendidikan. Saya masih fokus dengan belajar menjadi orang tua yang lebih baik dan membersamai anak dengan stimualasi yang tepat.  Setelah si Sulung masuk Sekolah Dasar, mau tidak mau saya pun akhirnya ingin tahu dengan keadaan dunia pendidikan Indonesia yang memang sebelumnya saya merasa terlalu padat dengan teori. Ketika ada cerita tentang kurikulum merdeka, saya pun penasaran. Coba browsingz, tapi informasinya kurang lengkap. Sampai akhirnya, saya menemukan flyer tentang Ibu Penggerak yang difasilitasi oleh Sidina Community.  Sosialisasi kurikulum merdeka dilakukan secara online sebanyak 5 hari berturut-turut pada malam hari. Syarat untuk bisa dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat adalah yang rutin zoom (ada pamantau absensi), mengisi form feed back dan mengikuti post test. Materinya tidak hanya tent...

Taman Mekasari Naramada, Wisata Murah, Edukatif dan Instagramable

 Liburan sekolah tinggal seminggu lagi. Rasanya waktu berjalan sangat cepat, tapi alhamdulillah liburan kali ini meski tidak rekreasi karena cuaca yang tidak memungkinkan, banyak kegiatan yang bisa kami lakukan. Meski ada beberapa rencana yang tidak berjalan seperti semula, tapi ternyata ada kegiatan baru yang tak kalah bermanfaat. Minggu kedua liburan, si Gendhuk mengikuti les singkat Bahasa Inggris di Kampung Pare selama 5 hari. Dengan membayar hanya Rp 50.000,- bisa mengikuti kegiatan bersama teman-teman baru dengan lebih menyenangkan.  Setiap pulang les dia selalu merasa senang meski masih sering lupa kosakata yang diajarakan. Namun, point pentingnya adalah dia bahagia sebab Nada memang tipe anak yang senang bertemu banyak orang dan selalu bisa bertemu orang baru. Paling tidak, liburannya tetap bermanfaat. Sebagai reward karena sudah tertib dengan aturan yang dibuatnya sendiri dan bisa memilih kegiatan bermanfaat untuk liburannya, kami mengajaknya melihat sebuah Taman di d...

Resume Zoominar Dahsyatanya Ibu Berkisah oleh dr. Amir Zuhdi

Berkisah adalah Senjata Ibu dalam Pengasuhan di usia dini. Ibu memiliki  motorik bahasa yang lebih bahasa. Otak bahasa sang Ibu bisa menghasilkan generasi Robbani. Generasi Robbani adalah generasi yang tangguh, cerdas dan akhlaqnya mulia. Hal tersebut bisa dibangun melalui menyampaikan sebuah kisah.  Otak suka s tory telling atau dongeng sebab ada aktifitas otak dopamin dan oktososin . Anak-anak suka mendongeng karena menyenangkan. Proses belajar mengajar itu sebaiknya isinya menyenangkan agar tertarik terus belajar.   Berkisah bisa membangun pola pikir untuk menjadi konsep berfikir ketika sudah dewasa. Mendongeng bisa menanamkan nilai baik yang akan bisa menjadi kebiasaan yang kemudian  ketika dewasa bisa menjadi karakter yang berpengaruh pada konsep berfikir.  Berkisah bisa mengaktifasi area otak yang menyeluruh. Bisa memasukan pikiran, perasaan dan perilaku sehingga menimbulkan perilaku. Otak insula membangun keserasian. Pengalaman yang dibayangkan di...

Workshop Kepenulisan bersama Tere Liye di Mataram

Kamis tanggal 22 Desember 2022 kemarin, Pesantren Sayang Ibu menyelenggarakan Workshop kepenulisan yang dibuka gratis untuk umum. Antusias pesertanya MasyaaAllah. Ada sekitar 300 peserta lebih yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru dan orang umum yang menghadirinya. Semua antusias dengan membawa buku karya Tere Liye yang mereka punya untuk bisa mendapatkan tanda tangan penulis di akhir acara.  Menjadi penulis dulu pernah menjadi cita-citaku karena memang sejak kecil sudah suka membaca dan ingin memiliki tulisan seperti buku yang sering kubaca. Ingin punya naskah berupa buku yang bisa dibaca banyak orang sampai pernah curhat sampai 50 halaman tentang seseorang yang pernah membuat banyak cerita saat SMA. Saya sadar kalau tidak mudah mengungkapkan isi hati melalui kalimat sehingga saya lebih nyaman dengan tulisan.  Buku diary sudah banyak yang habis karena hampir setiap hari menulis kemudian beberapa kali berimajinasi menulis fiksi yang akhirnya mentok lalu kemudian ganti ide...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...