\
Menjadi Ibu merupakan fase yang tidak mudah. Diri yang bisa menjadi diri sendiri seutuhnya untuk mengambil keputusan dan menentukan arah hidupnya. Namun, semua harus beradaptasi setelah menjadi istri dan ibu.
Banyak pertimbangan yang tidak mudah untuk mengambil keputusan. Ada orang lain yang masuk pertimbangan bahkan juga izin orang yang menggantikan tanggung jawab ayah, yaitu suami. Pentingnya mencari suami yang se visi dan se misi penting untuk tetap bisa menjadi diri sendiri meski sudah memiliki banyak predikat.
Sebagai hambaNya, kita pun diberikan kesempatan untuk melakukaan amal terbaik di dunia untuk menjalankan peran di dunia untuk bekal di akhirat kelak. Bahkan Islam memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan mengembangkan diri sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya.
Saat perempuan diberikan ruang untuk mengembangkan diri, saat itu ia bangga dengan dirinya, saat itu dia bisa menumbuhkan kebermanfaatannya kepada sekitar dan maksimal dalam menjalankan peran sebagai istri dan ibu.
Ia bukan penumpu kesalahan orang lain, ia juga tidak bertanggungjawab penuh atas keberhasilan ataupun kegagalan anak-anaknya. Keluarga merupakan tim yang saling melengkapi. Semua ambil bagian dalam rumah tangga, tidak semua hal kesalahan ibu dan yang lebih penting lagi kalau ada Kuasa Allah SWT yang selalu menjadi penentu utama dari setiap apa yang terjadi di hidup kita.
Ibu memiliki peran untuk membuat rumah menjadi rumah, rumah menjadi hangat dan rumah menjadi tempat ternyaman. Tentu ini harus didukung dari ibu yang tenang dan waras. Tidak ada ibu yang sempurna, ia pun butuh memenuhi tangki cintanya dan memiliki ruag untuk dirinya sendiri.
Tak peduli apa yang orang lain katakan tentang dirinya, bahkan mungkin kalau diberikan suami yang tidak mendukung dengan passionnya yang dianggap sia-sia padahal itu adalah caranya mengisi tangki cinta dan mencukupi kebutuhan dirinya, ia masih bisa terus berjalan dengan keyakinannya.Ia bisa mengubah sudut pandang, tapi tidak mematikan diri sendiri dan tetap menjadi diri sendiri. Ia akan tetap bisa menjadi diri sendiri, memancarkan kecantikan dirinya karena ia tak pernah mengharap validasi dari orang lain meski orang terdekatnya sendiri tidak memberikan dukungan atas passionnya.
Tidak apa untuk mengambil jeda, tidak apa untuk menemukan diri dan tidak apa mereka berkata apapun tentangmu, Ibu. Kamu berkah bahagia, menemukan dirimu, menjadi dirimu dan tetap mengembangkan senyum terebaikmu. Terus menjadi pembelajar sepanjang hayat, lakukan kebaikan selama kamu bisa melakukan, tidak apa dianggap rendah orang lain, tapi kamu harus tahu kalau kamu istimewa. Selamat menjalani menjadi diri yang terus bertumbuh di jalan ridhoNya
_catatan Venti_

Comments
Post a Comment