Skip to main content

Posts

Sepenggal Rasa untukmu

Tidak ada yang bisa mengatur seberapa dekat hati itu terpaut. Seberapa lama bersama pun tak bisa mengatur keterkaitan hati. Rasanya ini bisa menggambarkan yang terjadi pada kita saat ini. Meski sudah kenal lama sejak menjadi warga disini, tapi rasanya kedekatan itu begitu melekat di hati baru beberapa waktu terakhir ini.  Saat kumerasa ada kecocokan di setiap cerita. Ada yang membuat hatiku terpaut saat bercerita, melempar ide dan berbagi ilmu. Rasanya pertemuan denganmu selalu menjadi saat yang menyenangkan bagiku karean selalu mendapatkan sesuatu yang baru dan membuatku menjadi lebih bersemangat. Aku yang haus ilmu dan terkadang kelebihan isi kepala rasanya bisa tersalurkan bersamamu. Aku mendengar beberapa cerita tentang yang sedang kau alami, tapi aku sengaja diam. Sudah banyak pasti yang menguatkanmu dan aku memilih menguatkanmu dengan caraku. Mengalihkan perhatianmu untuk bersama menyebar kebermanfaatan. Dan sampailah pada ujungnya, kau pun akhirnya memutuskan untuk move on. ...

Meniti Jembatan Bambu di Bukit Seger

 Sirkuit Mandalika menjadi primadona sejak digelarnya balap motor berskala Internasional sejak akhir tahun 2021 silam. Pandemi sudah beranjak menjadi endemi, pariwisata sudah mulai bangkit, kini Lombok mulai menjadi pusat perhatian dunia. Penginapan dengan berbagai tipe dibangun di daerah tersebut yang memang sebelumnya memang sudah ada, tapi menjadi lebih banyak bahkan juga dibuat home stay di rumah warga sebab pengalaman kemarin banyak penonton yang tidak mendapatkan penginapan akhirnya menginap di rumah warga selain mencari tempat yang dekat dengan lokasi acara, harganya pun lebih terjangkau dibanding menginap di hotel dengan fasilitas lengkap.  Memang, akhirnya harus terima dengan fasilitas seadanya. Namun, hal ini membuat warga sekitar menjadi berfikir untuk membuat penginapan berbasis rumah warga yang lebih nyaman. Sama seperti di derah Sembalun yang sudah membangun penginapan berbasis rumah warga dengan bantuan dari pemerintah untuk membuat kamar dengan kamar mandi yang...

Mendadak ke Gili Trawangan

Libur Idul Fitri tahun ini lebih panjang dari sebelumnya. Pemerintah memberikan keleluasaanuntuk mudik, sehingga banyak diberikan cuti bersama yang lebih lama dari biasanya. Berita arus mudik yang padat memenuhi jalan dan semua alat transportasi umum membuat hati ini bergetar. Pernah merasakan mudik dengan mobil sekeluarga beberapa tahun yang lalu dan terjebak macet panjang juga antrian masuk kapal hingga 1km, perjalanan Boyolal-Ambarawa yang biasa hanya 1-1,5 jam bisa jadi 4 jam. MasyaaAllah rasanya memang luar biasa. Euforia mudik itu sangat terasa. Sejak berkeluarga, memiliki suami dan anak, tak pernah merasakan mudik jauh karena mertua ada di satu kota dang orang tua saya hanya beda Kabupaten saja. Jadilah sejak menikah belum pernah merasakan safar yang jauh. Ada kelebihannya memang, saat pandemi panjang kemarin, kami masih tetap bisa berkumpul bersama keluarga. Libur panjang kali ini kami rencanakan untuk mengurus taman depan gerbang yang terbengkalai sejak pasca renovasi. Seperti...

Mengelola Rumah Peradaban

Rumah Peradaban Akhir tahun lalu, secara tak sengaja melihat postingan seseorang yang saya rasa menginspirasi. Memposting cerita belajar bermain bersama putranya dengan sebuah buku tentang belajar Iman dan Islam yang ringan dan cocok untuk anak.  Saya menjadi lebih sering mengikuti cerita di Instagramnya yang kemudian membuat saya makin tertarik karena beliau pun menggalang dana wakaf  untuk membeli buku siroh yang akan disebarkan di seluruh penjuru negeri. MasyaaAllah... Melihat gerakan akun 1000 buku untuk negeri milik Mbak Gina, saya jadi makin tertatik. Berharap bisa menebarkannya di Lombok, khususnya. Pulau yang terkenal dengan pulau seribu masjid ini hampir tak memiliki atmosfer literasi di kampung. Buku hanya mereka kenal di lingkungan sekolah. Tak ada buku yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka, tak ada buku yang bisa mereka baca dengan santai dan menyenangkan sehingga mereka bisa suka membaca. Sampai akhirnya, Mbak Gina menawariku untuk bergabung dengan Spirit N...

Menikmati Deretan Pantai Selong Belanak di Hotel Segara

Berteman selalu punya kesamaan. Sama seperti kami yang memiliki kesamaan tujuan di setiap pembicaraan, yaitu piknik. Berawal dari ajakan stay cation bersama tahun 2018 lalu ke sebuah hotel yangs sedang promo di daerah Kuta Mandalika yang kini menjadi terkenal ke seluruh dunia karena adanya Sirkuit. Saat itu, si bungsu masih berumur 2 bulan saat kami pertama kali stay cation bersama sambil menikmati indahnya pantai selatan Lombok. Sejak saat itu, kami sering pergi bersama untuk stay cation atau sekedar makan bersama di suatu tempat untuk melepas penat.  Stay cation pun bagi kami bukan sesuatuu yang mewah. Kami berusaha untuk memberikan banyak pengalaman bagi duo sholehah yang diamanahkan kepada kami sekaligus memberi reward bagi kami untuk bisa melepas sejenak beban. Kami yang penat dengan rutinitas, kami yang sedang berkejaran dengan mimpi dan harapan dan kami yang sedang bersama-sama berbenah menjadi lebih baik bersama-sama. Sering si Sulung bertanya, "Bunda, kenapa sih kita seri...

Weekend Kami ke Dermaga Telong Elong Lombok Timur

 Weekend merupakan waktu yang ditunggu-tunggu anak-anak. Ayah libur, artinya bisa bermain bersama. Meski kadang hanya keliling kota naik mobil sambil beli jajan kaki lima, tapi itu sudah cukup membuat mereka bahagia. Beberapa bulan terakhir ini kami sangat jarang keluar dari kota kecuali ke rumah Uti nya di Lombok Timur. Kami sedang repot dengan renovasi rumah dan setelah pulang ke rumah pun masih harus berbenah. Anggaran untuk keluar rumah tidak ada, yang dikerjakan di rumah pun banyak belum beres termasuk rumah bocor yang cukup lama baru bisa diperbaiki. Barulah sekarang bisa merealisasikan untuk stay cation lagi bersama teman-teman. Kali ini kami memilih sebuah tempat di daerah Selong Belanak. Pantai pasir putih yang ada di Selatan Pulau Lombok ini tak terlalu jauh dari Mataram. Kalau terus melewati Pantai Mawun, bisa sampai ke Pantai Kuta Mandalika yang sedang banyak dibicarakan karena adanya Sirkuit. Kami biasa melakukan piknik bersama beberapa teman yang sama-sama sudah ber...

Cerita Penonton di Tanah Tuan Rumah Gp Mandalika

 Event bersakal Internasional yang diselenggarakan di Mandalika, Lombok tentu membuat bangga, tak hanya Lombok, tapi juga Indonesia. Lombok menjadi pusat perhatian seluruh mata dunia. Semua mata tertuju pada sebuah sirkuit baru yang menjadi perbincangan banyak orang.  Semua pendatang ingin melihat sirkuit baru di negeri yang sudah 25 tahun vakum menyelenggarakan balapan yang terakhir diadakan di Sirkuit Sentul. Kali ini banyak yang terpesona karena keindahan alam Mandalika yang sungguh memikat. Pantai dan Bukit yang menjadi ciri khas Lombok.  Hamparan pasir putih di tepi laut biru dapat dilihat di atas Bukit-bukit di sekitar pantai. Tak heran kalau Sirkuit Mandalika dinyatakan sebagai salah satu sirkuit tercantik karena berada di pinggir pantai yang indah. Meski panas menjadi salah satu keluhan bagi beberapa rider, tapi tentu tidak mengalahkan antusias kami sebagai tuan rumah event besar ini. Saya memang tidak berniat menonton karena ada kedua anak saya yang tidak bisa di...