Skip to main content

Menikmati Deretan Pantai Selong Belanak di Hotel Segara

Berteman selalu punya kesamaan. Sama seperti kami yang memiliki kesamaan tujuan di setiap pembicaraan, yaitu piknik. Berawal dari ajakan stay cation bersama tahun 2018 lalu ke sebuah hotel yangs sedang promo di daerah Kuta Mandalika yang kini menjadi terkenal ke seluruh dunia karena adanya Sirkuit.

Saat itu, si bungsu masih berumur 2 bulan saat kami pertama kali stay cation bersama sambil menikmati indahnya pantai selatan Lombok. Sejak saat itu, kami sering pergi bersama untuk stay cation atau sekedar makan bersama di suatu tempat untuk melepas penat. 

Stay cation pun bagi kami bukan sesuatuu yang mewah. Kami berusaha untuk memberikan banyak pengalaman bagi duo sholehah yang diamanahkan kepada kami sekaligus memberi reward bagi kami untuk bisa melepas sejenak beban. Kami yang penat dengan rutinitas, kami yang sedang berkejaran dengan mimpi dan harapan dan kami yang sedang bersama-sama berbenah menjadi lebih baik bersama-sama.

Sering si Sulung bertanya, "Bunda, kenapa sih kita sering pergi nginep ke hotel disana sini?"

Pertanyaan yang sering dilontarkan anak 7 tahun ini memang butuh dipikirkan jawaban yang cukup bijaksana. Mereka harus memiliki sudut pandang yang luas. Bukan hanya tentang bersenang-senang atau menikmati hasil jerih payah di dunia, tapi juga untuk bisa memaknai setiap perjalanan dengan syukur dan menambah kecintaan padaNya.

"Ada rezeki dari Allah untuk kita bisa kesini, Ndhuk. Semua atas izin Allah untuk bisa melihat seberapa besar keindahan ciptaan Allah. Manusia diberikan akal dan fikiran untuk melestarikan bumi Allah. Membuat tempat bermalam yang nyaman dan cantik untuk pengunjung yang sedang ingin istirahat di tempat yang tenang dan nyaman sambil menikmati keindahan alam."

Si Sulung masih mencerna kalimat Bunda. 

"Tak semua orang bisa begini, diberi kesempatan Allah untuk menikmati indahnya ciptaan Allah. Menikmati perjalanan yang indah bersama keluarga, berkumpul bersama teman-teman, itu pun rezeki, Ndhuk. Bunda sama Ayah suka melakukan perjalanan untuk melihat indahnya bumi Allah. Ini baru pulau kecil tempat kita tinggal. Sudah lihat kan peta dunia? Di peta dunia yang kecil itu saja, pulau kita hanya sebatas titik. Betapa kecilnya kita diantara ciptaan Allah."

Saya tidak tahu bahasa saya bisa dimengerti atau tidak, tapi yang pasti, saya suka menyelipkan banyak sudut pandang setiap kali bercerita dengan si Sulung yang sudah punya banyak pertanyaan.

Kali ini, kami bersama teman-teman yang memang suka stay cation berencana menginap di daerah Pantai Selong Belanak. Rencananya bulan lalu kami menginap bersama, tapi karena si Sulung tidak enak badan, jadilah kami membatalkan. Rencna ini pun mendadak karena ada salah satu dari kami yang kebetulan sudah booking. Kami pun ikut booking kamar mendadak dua hari sebelum hari H.

Pemandangan di daerah Selong Belanak tak kalah dengan daerah Kuta Mandalika yang menawarkan hampran pantai pasir putih. Tempat ini cukup nyaman untuk digunakan melepas penat karena jauh dari keramaian. Tak banyak hotel di sekitarnya. Jalan masuknya pun dekat dengan perkampungan penduduk dan areal persawahan penduduk. Perjalanan menuju ke daerah ini benar-benar masih alami. 

Kami menginap di Segara Hotel. Kamar di arean penginapan ini berbentuk cottage dengan pohon rindanh dan tanaman yang asri di depannya. Menawarkan ketenangan dan kenyamanan yang cocok untuk melepas penat. Hanya ada sekitar 10 kamar yang disediakan. Tidak banyak, sehingga terkesan lebih privat. Harga kamarnya berkisar Rp 1.000.000,- hingga Rp 1.200.000,- saat peak seasson. Namun, kami bisa mendapatkan separuh harga karena sedang sepi  pengunjung pasca MOTO GP.

Kami bersama 5 keluarga menyewa 5 cottage yang berderet. Rasanya kami seperti sedang menyewa villa pribadi. Hanya ada satu dua pengunjung lain selain rombongan kami. 

Kamar yang disediakan tidak terlalu besar. Hanya cukup untuk satu ranjang king bed atau double bed tanpa sofa dalam kamar. Hanya ada satu stoll dengan ruangan yang disekat untuk menaruh barang-barang. Kamar mandi dan closet dibuat semi outdoor dengan tanaman yang menyejukkan. 





Suasana malam di pinggir pantai, depan kamar kami

Malamnya pun terasa begitu menenangkan. Kami bisa menikmati makan malam di pinggir pantai sambil bercengkrama. Anak-anak asik bermain bersama sampai lelah.


Tipe kamarnya adalah bungallow dengan banyak tanaman hidup yang membuat nyaman dan tentam

Kolam renangnya tepat di pinggir pantaai. Menemani anak-anak berenang sambil menikmati angin pantai sampai senja menjemput


Jalan-jalan pagi dengan udara yang sejuk membuat pikiran kembali segar

Anak-anak bisa bermain pasir bersama



Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...