Skip to main content

Posts

Mendadak ke Gili Trawangan

Libur Idul Fitri tahun ini lebih panjang dari sebelumnya. Pemerintah memberikan keleluasaanuntuk mudik, sehingga banyak diberikan cuti bersama yang lebih lama dari biasanya. Berita arus mudik yang padat memenuhi jalan dan semua alat transportasi umum membuat hati ini bergetar. Pernah merasakan mudik dengan mobil sekeluarga beberapa tahun yang lalu dan terjebak macet panjang juga antrian masuk kapal hingga 1km, perjalanan Boyolal-Ambarawa yang biasa hanya 1-1,5 jam bisa jadi 4 jam. MasyaaAllah rasanya memang luar biasa. Euforia mudik itu sangat terasa. Sejak berkeluarga, memiliki suami dan anak, tak pernah merasakan mudik jauh karena mertua ada di satu kota dang orang tua saya hanya beda Kabupaten saja. Jadilah sejak menikah belum pernah merasakan safar yang jauh. Ada kelebihannya memang, saat pandemi panjang kemarin, kami masih tetap bisa berkumpul bersama keluarga. Libur panjang kali ini kami rencanakan untuk mengurus taman depan gerbang yang terbengkalai sejak pasca renovasi. Seperti...

Mengelola Rumah Peradaban

Rumah Peradaban Akhir tahun lalu, secara tak sengaja melihat postingan seseorang yang saya rasa menginspirasi. Memposting cerita belajar bermain bersama putranya dengan sebuah buku tentang belajar Iman dan Islam yang ringan dan cocok untuk anak.  Saya menjadi lebih sering mengikuti cerita di Instagramnya yang kemudian membuat saya makin tertarik karena beliau pun menggalang dana wakaf  untuk membeli buku siroh yang akan disebarkan di seluruh penjuru negeri. MasyaaAllah... Melihat gerakan akun 1000 buku untuk negeri milik Mbak Gina, saya jadi makin tertatik. Berharap bisa menebarkannya di Lombok, khususnya. Pulau yang terkenal dengan pulau seribu masjid ini hampir tak memiliki atmosfer literasi di kampung. Buku hanya mereka kenal di lingkungan sekolah. Tak ada buku yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka, tak ada buku yang bisa mereka baca dengan santai dan menyenangkan sehingga mereka bisa suka membaca. Sampai akhirnya, Mbak Gina menawariku untuk bergabung dengan Spirit N...

Menikmati Deretan Pantai Selong Belanak di Hotel Segara

Berteman selalu punya kesamaan. Sama seperti kami yang memiliki kesamaan tujuan di setiap pembicaraan, yaitu piknik. Berawal dari ajakan stay cation bersama tahun 2018 lalu ke sebuah hotel yangs sedang promo di daerah Kuta Mandalika yang kini menjadi terkenal ke seluruh dunia karena adanya Sirkuit. Saat itu, si bungsu masih berumur 2 bulan saat kami pertama kali stay cation bersama sambil menikmati indahnya pantai selatan Lombok. Sejak saat itu, kami sering pergi bersama untuk stay cation atau sekedar makan bersama di suatu tempat untuk melepas penat.  Stay cation pun bagi kami bukan sesuatuu yang mewah. Kami berusaha untuk memberikan banyak pengalaman bagi duo sholehah yang diamanahkan kepada kami sekaligus memberi reward bagi kami untuk bisa melepas sejenak beban. Kami yang penat dengan rutinitas, kami yang sedang berkejaran dengan mimpi dan harapan dan kami yang sedang bersama-sama berbenah menjadi lebih baik bersama-sama. Sering si Sulung bertanya, "Bunda, kenapa sih kita seri...

Weekend Kami ke Dermaga Telong Elong Lombok Timur

 Weekend merupakan waktu yang ditunggu-tunggu anak-anak. Ayah libur, artinya bisa bermain bersama. Meski kadang hanya keliling kota naik mobil sambil beli jajan kaki lima, tapi itu sudah cukup membuat mereka bahagia. Beberapa bulan terakhir ini kami sangat jarang keluar dari kota kecuali ke rumah Uti nya di Lombok Timur. Kami sedang repot dengan renovasi rumah dan setelah pulang ke rumah pun masih harus berbenah. Anggaran untuk keluar rumah tidak ada, yang dikerjakan di rumah pun banyak belum beres termasuk rumah bocor yang cukup lama baru bisa diperbaiki. Barulah sekarang bisa merealisasikan untuk stay cation lagi bersama teman-teman. Kali ini kami memilih sebuah tempat di daerah Selong Belanak. Pantai pasir putih yang ada di Selatan Pulau Lombok ini tak terlalu jauh dari Mataram. Kalau terus melewati Pantai Mawun, bisa sampai ke Pantai Kuta Mandalika yang sedang banyak dibicarakan karena adanya Sirkuit. Kami biasa melakukan piknik bersama beberapa teman yang sama-sama sudah ber...

Cerita Penonton di Tanah Tuan Rumah Gp Mandalika

 Event bersakal Internasional yang diselenggarakan di Mandalika, Lombok tentu membuat bangga, tak hanya Lombok, tapi juga Indonesia. Lombok menjadi pusat perhatian seluruh mata dunia. Semua mata tertuju pada sebuah sirkuit baru yang menjadi perbincangan banyak orang.  Semua pendatang ingin melihat sirkuit baru di negeri yang sudah 25 tahun vakum menyelenggarakan balapan yang terakhir diadakan di Sirkuit Sentul. Kali ini banyak yang terpesona karena keindahan alam Mandalika yang sungguh memikat. Pantai dan Bukit yang menjadi ciri khas Lombok.  Hamparan pasir putih di tepi laut biru dapat dilihat di atas Bukit-bukit di sekitar pantai. Tak heran kalau Sirkuit Mandalika dinyatakan sebagai salah satu sirkuit tercantik karena berada di pinggir pantai yang indah. Meski panas menjadi salah satu keluhan bagi beberapa rider, tapi tentu tidak mengalahkan antusias kami sebagai tuan rumah event besar ini. Saya memang tidak berniat menonton karena ada kedua anak saya yang tidak bisa di...

Lika Liku Mbok Emban Kos

  Penampakan kos setelah pohon ditebang Masih tentang cerita saya yang hanya berkutat dengan rumah, kos dan sekolah anak-anak, kali ini cerita datang dari kos-kosan enam kamar yang kami punya. Memiliki kos tentu tak bisa membuat kita dipandang lebih oleh orang lain. Padahal, setiap orang puya pertimbangan untuk memilih investasid an bisnisnya. Suami adalah tipe orang yang memang sejak bekerja langsung mengelola uangnya dan sedikit memaksakan untuk investasi jangka panjang. Meski sebenarnya tujuan awalnya memang bukan untuk membuat kos karena dia ingin memiliki rumah sendiri saat menikah kelak,  Namun, seiring berjalannya waktu dia memutuskan untuk membuat kos untuk bisa sebagai investasi jangka panjang. Menurut saya, usaha kos-kosan memiliki kriteria tertentu untuk bisa dikatakan sebagai usaha yang bisa dikatakan menghasilkan profit jangka pendek. Tentu dilihat dari modalnya, membangun kos tentu butuh cukup besar. Belum lagi maintenance yang harus dilakukan secara rutin karena...