Skip to main content

Tutup Buku 2023

Terimakasih aku, terimakasih atas kuat yang kau berikan di tengah gempuran cobaan yang tidak mudah. Terimakasih sudah menjadi diri yang tahu dimana tempat mengadu. Ketika malam yang sepi dan tak ada yang tahu kapan air mata itu mengalir begitu deras membasahi mukena. Ada sahabat yang masih setia memberi semangat disaat diri sedang butuh dipenuhi tangki yang tak bisa dipenuhi oleh orang di sekitar.

Ada kalanya diri ini butuh istirahat. Tidak apa kalau tidak mampu, bukan salah diri kalau tidak bisa memenuhi permintaan banyak orang. Banyak beban di pundakmu yang sesekali harus kau taruh. Bukan untuk melepas tanpa tanggungjawab, tapi untuk membuatmu tetap kuat. Membuatmu tetap bisa bertahan, membuatmu tetap bisa menjalani ujiannya dengan ikhlas untuk mendapatkan ridhoNya. 

Banyak belajar dari 2023 tentang kekuatan, belajar banyak tentang menjadi diri yang ikhas dan sabar. Meski kadang masih naik turun emosinya, tapi paling tidak tahu beberapa point penting untuk bisa mengendalikan diri. Semakin banyak mengeluh, jalan akan semakin sulit. Jalani saja sebisanya, semampunya. Tidak harus memaksakan apa yang tidak mampu. Yang pasti, saya pun butuh memperhatikan kesehatan tubuh dan mental saya. 

Berkaca dari kedua orang tua yang tetap bisa tenang dan sabar menghadapi badai ujian berat yang rasanya tak kunjung usai, rasanya ini belum ada apa-apanya. Mereka masih menjalaninya dan masih tetap huznudzon padaNya. Terimakasih telah menjadi teladan yang selalu membuatku termotivasi. Terlahir dari orang tua yang tak kalah sabar, mereka pun mejadi manusia yang bisa mengendalikan emosi bahkan di saat yang sangat sulit sekalipun. 

Satu hal yang kutahu ketika Allah SWT sedang memberi ujian bahwa aku sedang diberikan pelajaran baru untuk lebih kuat. Aku yang sudah memiliki langkah untuk membuat event di Rumah Peradaban dan Lombok Read Aloud akhirnya harus patah hati karena partner yang suka melakukan kegiatan harus menjalani tugas belajar. Harapan itu pupus, hatiku seperti hilang ketika aku sedang sangat bersemangat. Seperti ditinggalkan saat sedang sayang-sayangnya. 

Akhirnya keduanya terbengkalai karena ternyata ada fokus lain yang harus diperhatikan. Si bungsu yang tadinya aku ingin dampingi sendiri sensori motoriknya pun harus kusekolahkan karena waktu makin berkurang. Menemani si Sulung pun semakin sedikit waktu. 

2023 banyak memberi kenangan. Memberi pelajaran berharga, tapi Allah SWT selalu memberikan pertolongan yang tak pernah disangka dariman datangnya. Di setiap keadaan yang sangat sulit, Allah mendatangkan kemudahan. Tanpa sadar, semua terlewati.

Alhamdulillah..... inilah yang bisa kugambarkan di 2023 yang tidak mudah. Berharap 2024 bisa menjadi tahun yang membuat lebih kuat dan lebih baik. Menjadi manusia yang lebih bisa mengendalikan emosi, bukan dikendalikan emosi. 

Tutup tahun 2023 lalu dengan kemah bersama teman-teman rasa keluarga di sebuah Glamping milik Mbak Niar, keluarga Mas Catur dan Mbak Lia. Alhamdulillah... masih diberi kesempatan bisa nginep bersama teman-teman piknik yang sudah setahun lebih tak pernah bermalam bersama karena kesibukan masing-masing. 

Meski sebentar, tapi cukup mememenuhi tangki cinta. Terimakasih :)


_Cerita Venti_


Ada dua kamar dengan halaman luas yang bisa digunakan untuk membangun tenda. Kamar mandi dan termpat cuci piring tersedia dengan air hangat. MasyaaAllah

Dua Kabin yang lengkap dengan kasur, bantal, kasur gulung dan busa untuk tenda. 

Disini kami membuat sarapan praktis dengan perlengkapan makan yang sudah ada di tempat ini.

Dua kabin dan empat tenda

Pemandangan dari halaman 

Bersama beberes sebelum pulang 

Mampir di Taman Surga, wisata yang sedang banyak dikunjungi

Banyak spot Foto di Taman Surga. 

Tim Hore dimana-mana


Teman rasa keluarga 

Mamak-mamak tukang rusuh

Pakbapak, terimakasih yaaa

Kiddos kesayangan

Kiddos Piknikus

Bapak-Bapak Piknikus


Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...