Skip to main content

Bertemu Pohon Bakau di Ujung Pantai Benjon

 Minggu lalu, kami diajak Ayah ikut kegiatannya. Ada undangan dari salah seorang nasabahnya yang sedang mengadakan kegiatan di sebuah pantai di area Kuta Mandalika. Sebuah pantai yang baru kami tahu namanya. Asing karena tidak pernah mendengar nama pantai ini disebutkan sebagai destinasi wisata


Baru kali ini kami mendengar nama Pantai Benjon. Mencari di Gmaps memang pantai ini ada di area Pantai Kuta. Namun, pantai ini tidak cukup terkenal. Ternyata pantai ini ada di kawasan panti Kuta, hanya saja ada di ujungnya. 

Letaknya bersebelahan dengan Mandalika Beach Club. Pemandangannya cantik, pantainya bersih dan banyak pepohonan rindang yang menaungi. Pedagang kopi dan popmie banyak menyediakan terpal dan tikar untuk duduk. 

Tempat ini memiliki tanah lapang yang cukup untuk bisa mengadakan gathering dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak. Cukup untuk sekitar 100 orang saja. Ada parkir kendaraan di sebuah tanah kosong yang tak jauh dari pantai tersebut. Tidak ada biaya masuk, kami hanya dikenai biaya parkir saja. Rp 10.000,- untuk kendaraan roda 4 dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda dua. Banyak tempat duduk yang teduh dengan pepohonan meski tidak terlalu luas. 

Kami datang pagi sehingga masih bisa melihat suasana pantai yang sepi. Kami berjalan melewati pasir pantai yang terbagi dua. Ada yang pasir besar seperti merica dan ada pasir putih halus yang ada di bagian dekat dengan air pantai. MasyaaAllah...

Anak-anak antusias berjalan menyisiri bibir pantai. Namun, kami tidak mandi pantai karena terlalu panas. Kami berjalan menuju ke kumpulan pohon bakau yang ada di ujung MBC. Berjalan di atas pasir panti tentu terasa lebih berat, anak-anak sesekali berhenti untuk mencari kerang yang unik. 

Saat bersama mereka seperti ini adalah cara untuk membuat kenangan indah bersama mereka. Bercerita tentang pantai, tentang apa saja yang ada disini dan yang paling penting membuat dialog tauhid. Melihat betapa besar Kuasa Allah menciptakan bumi dengan berbagai keindaannya yang tentu semua memiliki fungsinya. Tak ada ciptaanNya tanpa manfaat. 

Pantai ini misalnya, sebagai pemisah antara laut dan daratan. Allah berikan pembatas agar manusia bisa lebih berhati-hati. Selain itu, beberapa hewan laut pun bisa memanfaatkan pantai untuk mereka bertahan hidup seperti penyu yang menyimpan telurnya di pasir pantai, kepitinga yang juga sering bersembunyi di pasir pantai untuk menghindari predator dan banyak lagi hewan lain yang mendapatkan manfaat dari adanya pantai. 

Manusia pun bisa memanfaatkannya untuk sumber makanan dengan rumput laut dan hewan laut yang ada di pantai. Selain itu, pantai juga berfunngsi memecah ombak sehingga tidak sampai ke daratan dengan keras. MasyaaAllah... bergitu luar biasa ciptaanNya yang membuat kehidupan di bumi menjadi seimbang. 









Kami terus ber berjalan sambil bercerita tentang pantai seperti yang kami sering baca di buku. Tanpa terasa, kami sampai di pepohonan baku. Baru kali ini anak-anak melihat pohon bakau. Pohon ini sudah jarang ditemui, padahal memiliki banyak manfaat. 

Pohon bakau adalah pepohonan yang tumbuh di pinggir daeratan yang berlumpur dan berair tenang. Pohon bakau dapat tumbuh di lumpur payau yaitu campuran air asin dan air tawar. Tidak ada tumbuhan lain selain bakau yang bisa hidup di area ini karena bakau sudah beradaptasi agar cocok hidup di tempat perbatasan laut dan darat. 

 Anak-anak memperhatikan lumpur yang ada di bawah pepohonan dan akar yang menonjol terlihat keras dan runcing. Pohon bakau ini berfungsi menahan air yang mengikis daerah pantai. Sayangnya disini hanya ada beberapa pohon bakau, tidak banyak. Namun, cukup mengobati penasaran anak-anak tentang pohon yang ada di pantai ini. 

Selain itu, bakau juga memiliki ekosistem yang unik. Hutan bakau yang luas bisa digunakan sebagai tempat hidup burung dan kera kecil sedangkan akar bakau digunakan untuk tempat hidup hewan laut dan ikan kecil. Mereka berlindung di akar bakau dari ombak yang bisa membawa tubuh mereka hanyut ke laut. Namun, anak-anak tak bisa melihat ekosistem akar bakau karena tertutup lumpur. Kami hanya bisa melihat permukaan lumpur saja. 

 Pohon bakau sudah tidak banyak ditemui karena butuh waktu lama untuk tumbuh besar. Sedangkan, orang-orang lebih memilih menggunakan batu yang diatur di pinggir pantai. Namun, teknik ini tentu tidak bertahan lama, akan ada masa harus diganti. Tidak seperti pohon bakau yang memang Allah SWT ciptakan untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang bertahan lama.

Banyak bukan manfaat bakau? Sayangnya, bakau sudah jarang dijumpai. Ada beberapa tempat yang masih melestarikan hutan bakau ini 



MasyaaAllah... alhamudulillah.... hari ini kami belajar banyak tentang pantai. Bumi Allah SWT begitu luas, semua diciptakan dengan fungsinya masing-masing. Sama seperti manusia yang Allah bekali kelebihan yang berbeda-beda untuk bisa menjadi bermanfaat hidup di dunia. 

Kini, di Lombok ada dua tempat yang masih melestarikan hutan bakau ini yaitu di daerah Jerowaru, Lombok Timur dan di daerah Sekotong, Lombok Barat. Dua tempat ini menjadi tempat wisata yang sering dikunjungi. Meski ada beberapa juga di tempat lain seperti di pulau kecil di daerah Obel-Obel, tapi tidak dibuka untuk wisata. 

Belajar langsung mengamati alam adalah cara kami mengembangkan dialog iman dengan anak-anak. Setiap perjalanan dibuat menjadi bermakna dan berkesan agar mereka bisa terus mengingatnya untuk menajdi kenangan indah yang juga menambah keimanan. 

Semoga Allah ridho dengan sedikit ilmu yang kami punya. 

_Cerita Venti_



Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...

Resume Kajian Peran Orang Tua dalam Peguatan Pola Pengasuhan di Era Digital oleh Ustadz Lalu Yulhaidir

Hari Sabtu, 19 November 2022 Majelis Taklim Al Mahabbah di bawah Komite Sekolah SDIT Fauziah Yarsi Mataram menyelenggarakan Kajian dan Parenting untuk Wali Murid dan Pengajar di lingkungan sekolah Tema yang diusung adalah Peran Orang Tua dalam Penguatan Pola Asuh di Era Digital yang disampaikan oleh Ustadz Lalu Yulhaidir, M, Psi (Psikolog). Ilmu Psikologi itu penting dalam mendidik anak karena merupakan seni dasar dalam membersamai anak-anak. Saat memahami psikologi, akan lebih mudah melakukan pendekatan dan penanganan terhadap suatu permasalahan pada anak. bahkan dr. Adian Hasan pernah mengatakan kalau psikologi adalah keharusan.  Era Digital yang semakin menguasai dunia ini memang sudah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Banyak hal positif dan bermanfaat yang tercipta, tapi banyak juga hal negatif dampak dari Digitalisasi ini. Tinggal bagaimana kita bijaksana dalam memilih langkah atas sebuah tantangan zaman.  Seperti kata Umar Bin Khattab   "Dunia ada di ...