Skip to main content

Bermanfaat dari Rumah dengan Caraku





Menjadi ibu rumah tangga merupakan hal terberat yang pernah saya alami selama ini. Bukan karena pekerjaannya, tapi melawan kebosanan diri sendiri. Sejak menjadi Ibu, saya merasa banyak hal harus berubah, terutama ego dan aktualisasi diri yang harus disesuaikan dengan banyak kondisi Ibu yang tentu tidak mudah untuk mengambil keputusan. 
Saya sering merasa ada ruang hampa yang tak bisa dipenuhi. Awalnya saya tidak tahu apa yang sebenarnya saya butuhkan. Saya merasa saya butuh kembali bekerja dan beraktifitas. Saya pun mencoba melamar pekerjaan, meski akhirnya tidak mendapatkan ridho suami karena beberapa jam kerjanya melebihi jam kerja beliau. 

Stag. Tidak bermanfaat, tidak produktif, buntu. Itulah yang saya rasakan saat itu. Meski ada beberapa teman yang bisa diajak ngobrol menyenangkan, tapi rasanya tidak cukup untuk memenuhi hal yang kosong dalam diri saya. Saya ingin bertumbuh dan bermanfaat, tapi bagaimana? Saya ingin produktif, tapi apa? Sampai akhirnya saya ada di komunitas yang menjadi rumah bagi saya. 

Sebuah keputusan bergabung di sebuah komunitas merupakan keputusan yang saya rasa paling tepat. Spirit Nabawiyah Community ( SNC) menjadi rumah yang rasanya selalu bisa menjadi tempat pulang. Disini saya diajak belajar banyak hal, diajak muhasabah dan huznudzon atas ketetapan Allah SWT. Meski disini kami diajak menyebarkan cerita tentang keteladanan Rosulullah saw lewat buku, kami tidak hanya diminta untuk memiliki penjualan tinggi, tapi menekankan pada niat untuk meluaskan kebermanfaatan. 

Berjualan buku siroh bukan semata-mata mencari keuntungan, tapi lebih kepada keuntungan tersebut bisa menjadi jalan sedekah kita. Banyak yang merasakan manfaat keuntungan dari berjualan buku yang ternyata membuat mereka bisa bersedekah lebih banyak. MasyaaAllah..... Kami diingatkan untuk terus memperbaiki niat. Niatkan untuk syiar tentang siroh, niatkan untuk memperluas kebermanfaatan dan niatkan untuk selalu mengaharpkan ridhoNya. 

Kami diajak belajar banyak disini. Bukan hanya tentang Islam dan siroh yang memang menjadi fokus utama kami, tapi juga belajar menjadi orang tua yang lebih baik. Menjadi orang tua pembelajar yang tidak hanya membersamai anak, tapi juga menghadirkan hati dan fikiran untuk mereka sebagai amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di yaumil akhir. 

Selain itu, disini kami juga diajak belajar tentang content creator yang bermanfaat, bukan hanya mengedepankan konten. Belajar copy writing, desain canva dan masih bannyak lagi bagi yang memang suka dengan bisnis berjualan buku. Tidak sedikit yang berhasil berjualan buku yang menurut banyak orang ini mahal. Namun, bagi mereka yang sadar literasi dan pentingnya menghadirkan buku berkualitas bagi anak-anak, ini tidak sebanding dengan ilmu yang didapatkan. 

Ada juga yang memilih jalur wakaf buku sebagai cara untuk meluaskan kebermanfaatan. Menggalang dana untuk bisa menghadirkan buku siroh di pelosok negeri bagi mereka yang tidak mampu membelinya secara pribadi. Menitipkan lewat sekolahdan TPQ yang mau berkomitmen menyampaikan amanah wakaf buku ini agar anak-anak di seluruh pelosok negeri bisa mengenal Allah dan RosulNya melalui buku. Ini juga salah satu upaya kami untuk meningkatkan literasi di negeri ini yang masih sangat rendah. Menyadarkan orang tua dan memberi akses kepada anak adalah cara kami untuk bisa bermanfaat. 

Satu lagi yang ditawarkan SNC adalah menjadi pengelola Rumah Peradaban. Ini saya ambil sebagai challange bagi diri sendiri untuk bisa keluar dari zona nyaman. Anak-anak masih kecil-kecil, antar jemput dan juga urusan domestik membuat saya merasa tidak ada yang berbeda dari diri saya. Bosan dengan urusan domestik dan ingin berkegiatan yang tidak mengganggu kewajiban adalah tujuan. Kebetulan juga RP hanya meminta kami pengelola untuk menyampaikan tentang buku sebagai cara untuk mengajak anak-ansk suka baca dan dekat dengan buku. 

Saya mengambil keputusan ini sebenarnya untuk challange diri sendiri karena saya pun baru belajar siroh lebih dalam sejak mengenal SNC. Saya tertarik dan haus ingin terus belajar dan memperdalam. Saya suka membaca dan saya ingin anak-anak di sekitar saya pun bisa mendapatkan akses buku yang dekat dengan mereka. Meski saya tahu ini tidak akan mudah membuat anak-anak yang lebih suka main gadget harus suka baca buku, tapi ini adalah salah satu impian saya. Saya pernah sangat ingin memiliki rumah baca sendiri. Saya ingin anak-anak datang kerumah dengan keingintahuan yang besar dan kami bisa belajar bersama. 
Mengantarkan Buku Wakaf ke Kak Azizah, pengelola Perpustakaan Sahabat Harmain di Lombok Tengah

Memulai berani menjadi pengelola Rumah Peradaban bersama Mbak Ira, Ibu muda yang cerdas dan luar biasa semangatnya. Kami punya semangat dan kegemaran yang sama

Kegitan rumah peradaban yang selalu membuat banyak belajar. Sejatinya, kami lah yang belajar dari interaksi dengan mereka


Berkegiatan bersama Read Aloud Lombok bertemu banyak orang inspiratif. MasyaaAllah

Quiz siroh menjadi hal yang paling ditunggu oleh mereka karena selalu ada hadiah kecil sebagai penambah seru

Belajar galang wakaf dan menyalurkan amanah. 



Saya ingin punya ruang untuk anak-anak megaktualisasikan dirnya. Saya ingin melihat mereka menuangkan ide dan belajar bersama. Rasanya semangat itu kembali terkumpul. Ruang hampa itu terisi. Saya sadar kalau ini adalah cara saya untuk bahagia. Bersama teman-teman yang memiliki kesamaan visi dan misi, kami berjalan mengurus Rumah Peradaban yang mendatangkan banyak buku wakaf untuk disampaikan. 

Membuat kegiatan berbagi ilmu menjadi hal yang paling saya suka. Dari sinilah saya bertemu banyak orang baik dan luar biasa. Mereka yang bermanfaat dengan ilmu dan pengalaman mereka. Saya diberi kesempatan untuk menjadi perantara buku wakaf dan Al Qur'an wakaf. Saya diajak melihat tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi, saya mendapatkan cerita yang menarik dan membangun semangat dan saya pun mendapatkan banyak ilmu dan wawasan bersama mereka. 

Sejak itu pula saya semakin semangat menulis blog. Menuliskan segala yang saya pelajari, menuliskan yang saya lakukan, menuliskan yang saya dengar dan menceritakan apa yang bisa menjadi hikmah bagi pembaca saya. 

Blog saya memang mungkin sederhana dan tidak banyak pembaca. Namun, saya yakin ada yang bisa diambil hikmah dari beberapa cerita yang saya tuliskan dan saya harap ini bisa menjadi salah satu cara saya bermanfaat sebagai hamba yang Allah ciptakan untuk menjadi khalifah. Saya tahu kekuatan saya ada di menulis dan menulis bisa menjadi cara saya untuk menyampaikan pesan. 

Selain itu, anak-anak pun menjadi ikut bersemangat untuk bersama meluaskan gelombang kebaikan tanpa putus dengan apa yang mereka bisa lakukan. Meski itu kecil, tapi itu takkan terlewat dari catatan amal kita. Kebaikan-kebaikan kecil itulah yang perlu kita lakukan bersama sehingga akan berdampak besar untuk masa depan. 

Bahagia itu bukan hanya tentang materi, tapi juga bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat dengan bahagia untuk menggapai ridhoNya. Dengan begitu, jalan kita akan terasa lebih ringan dan mudah. Saya rasa ini juga pengaruh dari membaca siroh, saya menjadi merasa banyak insight dari membaca kisah para tokoh peradaban.

Alhamdulillah Ya Allah masih diberi kesempatan menuntut ilmu dan berbagi cerita juga bergerak untuk bisa belajar terus berbuat baik. 

_Cerita Venti_

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...