Skip to main content

Seleksi ELTA

Suara email berbumbu nyaring seperti biasa. Mungkin email lowongan kerja atau freelance yang aku setting untuk terus update. Ternyata email dari ELTA yang beberapa bulan lalu aku ikuti. Sekarang teman memberi tahu kalau ada kursus bahasa Inggris gratis yang di selenggarakan oleh penyelenggara beasiswa Australia (AAS) untuk pelatihan bahasa I Inggris gratia selama tiga bulan. 
"lumayan untuk mengisi waktu luang,"
Tadi nya aku masih ragu,sampai link yang diberikan hilang. Waktu browsing beberapa bulan lalu nemu link ELTA dan membaca sepintas,sepertinya menarik. Menambah ilmu, menambah teman dan yang paling penting bisa ikut tes IELTS untuk bisa daftar beasiswa. Cita-cita yangasih terpendam.
Singkat cerita aku iseng lah apply dan ternyata lolos seleksi administration. Tes tulis diidamkan tanggal 10 Juli 2017 Kemarin di gedung BPSDM provinsi NTB. ELTA yang diselenggarakan di 6 provinsi di Timur Indonesia ini diharapkan bisa meningkatakan keikutsertaan beasiswa AAS di daerah Timur Indonesia dan lebih banyak bisa masuk kualifikasi AAS. Selain itu,rendahnya keikutsertaan Perempuan membuat program ini diselenggarakan.

Dari 120 orang yang dipanggil lolos seleksi administrasi, disaring yang memasuki standard 4,5-5,0 IELTS standard ELTA yang kemudian akan melahirkanmu wawancara kentang rencana studi apabila telah Lulus nanti. Aku pun lolos sampai tes wawancara. Dari 60 peserta yang lolos,hanya akan diambil 30 orang untuk bisa mencukupi pelatihan selama 3bulan sejak September hingga December 2017.

Dan ternyata yang lebih banyak lolos adalah mereka yang sudah cukup umur dan sudah beberapa kali apply beasiswa. Sedang aku sama sekali belum memiliki pengalaman apapun karena selama ini hanya sebagai ibu rumah tangga. Mungkin kecil kemungkinan ku untuk bisa lolos,karena mereka sudah memiliki Katie bagus di pekerjaan mereka. 
I did my best.
Sekarang waktu nya untuk tawakkal.

Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...