Skip to main content

Nada dan Sahabat

Sering bolak balik diajak ke rumah uti di Lombok Timur membuat Nada mudah beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan. Dulu waktu masih bayi, saya sering membawanya menggunakan kendaraan umum untuk kerumah ibu saya yang tinggal di Lombok Timur. Namun, sekarang karena kebetulan ayah Nada juga penempatan di Lombok Timur jadi kami bisa membawanya dengan menggunakan sepeda motor. Nada juga sudah cukup besar untuk dibawa Naik motor. Tidak lupa kami selalu memperhatikan safety riding.

Sejak menikah, aku tinggal di Mataram. Ibu Kota nya NTB. Kami tinggal di Pulau Lombok yang terkenal eksotis dan link sedang mengembangkan destinasi wisata halal nya. Aku tinggal bersama mertua sebelum kami memiliki rumah sendiri seperti sekarang. Ibuku tinggal di Lombok Timur yang berjarak sekitar 45km dari Mataram. Kalau menggunakan motor, biasa kami harus menumpuk waktu sekitar 1jam. Sekarang Lombok semakin ramai,jadi kami harus berhati-hati meski waktu yang kami tempuh lebih lama.

Nada sangat suka berada di desa. Banyak teman seumuran, ada taman mamak mamak di Depan Rumah uti, jadi setiap pagi bisa ikut senam pagi. Banyak teman bermain membuatnya belajar berbagi, belajar bersahabat, belajar memberi dan belajar menghormati teman. Dia punya banyak cerita disini.

Nada bukan anak yang pendiam. Dia mudah bergaul dan suka berteman. Tidak ada permainan baru yang tak ingin dicobanya. Semoga tetap bisa seperti itu ya sayang...



Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...