Skip to main content

Posts

Komunikasi dan Bereaksi Membersamai Sulung

Recent posts

Tugas Mading Nada and Friends

  Menemani Sulung menjejaki setiap fase di tumbuh kemabngnya, rasanya diri ini makin harus lebih banyak belajar. Mendekati puber, ia menjadi lebih sensitif, kritis dan ingin tahu banyak. Mejadi orang tua tentu tak berheni belajar. Setiap mereka tumbuh, terjadi perubahan, disaat itulah kita belajar.  Saya pernah ada di fase insecure karena si Sulung insecure dengan dirinya yang dirasa kurang dari sisi akademik. Saya tahu dia tidak suka belajar dengan cara diam dan duduk. Ia lebih suka belajar dengan mengamati dan melihat sendiri reaksi yang terjadi kemudian mendengarkan penjelasannya. Menghubungkan satu peristiwa dengan  peristiwa yang lain . Selain itu, dia suka kegiatan berbabasis project seperti ini. Ia suka berimajiasi, ia suka membuat sesuatu yang lucu dan menarik. Ia punya scrapbook, ia suka memanfaatkan kardus dan kain tak terpakai menjadi sesuatu yang bisa digunakan kembali. Sekarang, tugas Pancasila yang membuatnya ekcited. Project kreatif membuat presentasi tenta...

Menutup 2025 dengan memulai kegiatan Rumah Peradaban Pagutan (lagi)

Rumah Peradaban Pagutan sudah lama hibernasi. Sejak mertua sakit dan butuh banyak perhatian, saya jarang mengadakan kegiatan di Ruamah Peradaban. Bu RT mengajak kami untuk mengadakan kegiatan anak-anak seperti tahun lalu. Kami mengadakan kemah di akhir tahun sambil mengadakan kegiatan Rumah Peradaban. Akhir tahun 2025 kami tutup dengan kenangan manis sambil menyambut peringatan hari Ibu. Tidak ada proyektor karena sedang dipinjam, jadi kami hanya membaca buku dan bookish play. Berkegiatan bersama Buku dengan alat bahan sederhana. Sore setelah Ashar, saya dan anak-anak membersihkan ruangan di bawah Musholla lalu membuka dua karpet untuk alas duduk. Mengajak nak-anak duduk dengan menebar buku di atas karpet nyatanya tidak membuat mereka tertarik. Main masih menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan. Tentu kebutuhan gerak anak harus terpenuhi dan memang masanya mereka masih harus banyak bergerak. Saya suka melihat ana-anak main bergerak aktif dibanding hanya main gawai berdiam. Tentu kebia...

Menilai Sudut Pandang

Setiap individu berhak atas diri, pikiran dan hatinya sendiri. Ia yang menentukan dan mengambil keputusan atas dirinya sendiri dengan pengalaman-pengalaman yang ada. Pengalaman terbentuk dari pendidikan, latar belakang kehidupand an banyak hal yang dialaminya yang tentu saja pengaruh keluarga dan lingkungan masa kecil menjadi modal paling besar yang mempengaruhi perilakunya dalam mengambil keputusan. Menilai pilihan orang lain dengan kacamata kita tentu tidak pas. Ada yang cukup dengan hidupnya, tapi orang lain menganggapnya kasihan. Keputusan dan piihannya bukan hanya tentang penilaian orang lain, tapi untuk dirinya sendiri.  Tak perlu pengakuan, tak perlu dianggap apapun oleh orang lain. Pencapaian orang lain bukan jadi beban untukku, sama seperti apa yang kudapatkan, tak diniatkan untuk orang lain. Namun, tentu pilihan tak selamanya bisa diterima oleh orang lain bahkan orang terdekat sekalipun. Ada yang menganggap kalau tidak ada imbal balik nyata berupa materi atau sesuatu yang...

Sampai

  26 November 2025. Sampai juga kami di titik ini. Menemani Bapak menghadapi penyakitnya sampai usia 73 tahun mengakhiri perjuangannya melawan sakit. Awal Sakit 2021 menjadi awal ketika Bapak terkena serangan stroke ringan selesai pernikahan keponakannya adalah titik awal beliau mulai tidak banyak jalan. Fungi organ dan alat gerak perlahan menurun. Pemeriksaan rutin di syaraf selama hampir 3 tahun berlanjut ke spesialis penyakit dalam di 1,5 tahun terakhir belakangan. Diabetes menggerogoti seluruh fungsi organ yang sudah melemah menjadi semakin lemah. Makin tak berdaya. Perlahan, penyakit yang lain mengikuti. Hipertensi, stroke dan berlanjut ke ginjal yang semakin melemah. Awalnya dokter Sujaya memberikan  saran untuk diet protein hewani ketika terliht fungsi ginjal Bapak sudah jauh menurun. Diet ketat ditambah vitamin untuk memperbaiki fungsi ginja karena beliau pernah menangani pasien yang berhasil dengan cara ini. Namun, ternyata fungsi ginjalnya tak kunjung membaik. Hasil ...

Kado untuk Nada ke Senggigi SunsetJazz Festival 2025

2 November lalu, kami bertiga, saya, si Sulung dan ayahnya menonton Senggigi Sunset Jazz Festival 2025 . Ayah memberikan kami tiket sejak tiga bulan yang lalu saat dibuk early bird pembelian tiket. Ia tau si sulung sangat suka Juicy Luicy yang saat ini sedang banyak dikenal dengan lagu-lagunya yang hits. panggung (dokumentasi pribadi) Kami seuk menikmati lagunya dan ayah ingin menghadiahi untuk ulang tahun Nada yang bertepatan dengan pertunjukan music itu. Meski hari itu kami cukup sibuk karena harus kondangan ke Sembalun paginya, tapi kami bisa sampai di lokasi acara pukul 18.00 WITA saat sedang istirahat sholat Maghrib.  Pertunjukan Bernadiya sudah terlewat, tapi lautan manusia masih memadati lokasi acara. Setelah mendapatkan tempat parkir yang sudah padat kendaraan, kami langsung masuk menukar e-tiket dengan gelang di panitia yang berjaga di jalan masuk. Ada 3 tipe tiket yang ditawarkan yaitu VIP standing , VIP seat dan Festival . VIP standing ada tepat di depan panggung, di...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...