Skip to main content

Posts

Lomba Dulang di SDIT Fauziah Yarsi Mataram

Tahun kedua menyekolahkan Nada di SDIT Fauziyah Yarsi Mataram membuat saya memahami banyak hal. Awalnya memang saya membandingkan sekolah ini dengan sekolah lain yang sudah memiliki nama besar di daerah kami. Namun, seiring berjalannya waktu saya sadar kalau setiap sekolah punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Sekolah ini sedang berusaha untuk membuat dirinya menjadi sekolah yang memiliki paket lengkap. Life skill, soft skill dan hard skill. Formulasinya sedang dicobakan mana yang lebih efektif untuk digunakan. Rasanya memang adaptasi akan terus dilakukan karena semuanya pasti akan ada perubahan. Seperti kali ini, sekolah mengadakan kegiatan perdana yang mereka sebut dengan rangkaian Arabic English Show yang diadakan sebagai perayaan Maluid Nabi Muhammad saw yang memang biasanya di Lombok diadakan begitu meriah. Menyambut kelahiran Rosulullah, Teladan Utama,  Setelah pandemi membuat kegiatan offline tak pernah ditiadakan, dunia menjadi sepi dan orang semakin sendiri-sendi...

Percaya Diri Jadi Ibu seri Ngopi Manis session 1 di Whatsapp Group berbagi Rasa Berbagi Cerita

Menjadi ibu adalah sosok yang terlihat luar biasa. Padahal, ibu juga punya sisi yang lemah, kadang merasa tak berguna, kadang merasa banyak kekurangan, apalagi kadang membandingkan dirinya dengan orang lain atau ibu lain yang terlihat hebat.  Rasanya menjadi ibu adalah sebuah situasi yang tidak mudah. Ibu selalu dituntut untuk paling bisa dan paling tahu. Bahkan sering apa yang terjadi pada anak, ibu lah orang yang selalu disalahkan pertama kali. Padahal, ibu juga manusia yang tentu punya salah dan khilaf. Ibu bukan sosok yang sempurna, jadi menjadi ibu tidak perlu minder. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin orang yang terlihat luar biasa itu karena Allah memperlihatkan banyak kelebihannya yang bisa dicontoh oleh banyak orang. Namun, dia pun punya kekurangan.  Sebaliknya, Allah tidak ada belum banyak memperlihatkan kelebihan seseorang kepada orang lain mungkin untuk menjaganya dari banyak hal agar tetap terjaga. Namun, yang paling penting adalah kita pe...

Pilihan Sekolah Anakku

Tahun kedua Mbak Nada sekolah di SDIT Yarsi Mataram, sekolah yang baru berjalan 5 tahun ini sedang melakukan banyak penyesuaian dan pembenahan menjadi lebih baik. Komite sekolah dihidupkan kembali, kegiatan-kegiatan sudah mulai aktif lagi yang berarti orang tua pun sudah harus kembali menyesuaikan diri untuk membersamai mereka. Tahun pertama masuk sekolah SD, saat itu pertimbangan kami memasukkan di sekolah berbasis agama adalah untuk mendapatkan pendidikan agama yang berimbang dengan pendidikan akademik. Kami berharap putri kami mendapatkan lingkungan yang berbasis akhlaq dan adab Qur'ani dengan pertimbangan tidak terlalu jauh dari rumah juga sekolah yang memfasilitasi minat bakat anak. Sejak memiliki anak, saya terus berusaha belajar untuk membersamai mereka tumbuh dan berkembang menjadi putri yang sholehah yang bertaqwa, berbakti dan bermanfaat. Saya tidak ingin memaksakan kehendak keinginan kami sebagai orang tua kepada mereka sebab mereka adalah amanah dariNya yang dititipkan ...

Berenang di Flush Harmony Villa di Desa Wisata Tete Batu

 Menikmati pemandangan yang alami adalah salah satu cara kami untuk bersyukur atas kuasaNya. Menikmati udara yang bersih juga merupakan cara untuk menyegarkan fikiran yang penat akan keseharian, menghilangkan bosan, mengisi kembali batre semangat juga mendekatkan diri dengan keluarga karena selama seminggu sudah penat dengan rutinitas. Akhir bulan adalah hari yang sangat sibuk untuk ayah sehingga kami pun menyusul ke Lombok Timur. Sebelum pulang ke Mataram pada hari Minggu, kami sempatkan sejenak melipir ke Desa Wisata Tete Batu yang katanya menjadi Desa yang indah dan sejuk.  Benar saja, sejuknya desa itu membuat kami merasa tenang. Apalagi desa ini terlihat lebih teratur karena memang merupakan Desa Wisata. Lombok menjadi salah satu tempat yang memiliki Desa Wisata yang diunggulkan. Selain memang suasananya yang masih sangat alami, desa ini terlihat lebih rapi dan bersih. Benar-benar menghadirkan tempat yang membuat nyaman dan tenang saat ada disini. Melewati sungai, sawah b...

Menuai Hikmah Seorang Programmer dibalik Cerita di Rumah Peradaban

Rumah Peradaban ingin saya jadikan sebagai sebuah tempat berbagi dan bercerita. Rumah Peradaban adalah salah satu cara saya untuk memaksa diri saya untuk bergerak. Bergerak untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk yang ada di sekeliling saya dari hal yang terkecil yang bisa saya lakukan.  Mungkin memang saya bukan siapa-siapa, tapi semakin lama saya semakin ingin bisa bermanfaat untuk sekitar saya meski hanya sedikit. Apalagi anak-anak masih sangat butuh saya di setiap waktu mereka jadi saya ingin berkegiatan yang bisa melibatkan anak-anak dan bisa membuat anak-anak lain pun merasakan sesuatu yang bermanfaat.  Rumah Peradaban adalah cara saya untuk mengajak anak-anak memiliki wawasan yang luas, memiliki kebijaksanaan dalam memaknai kehidupan, belajar dari sejarah, belajar untuk menjadi tokoh peradaban dengan kemampuan yang mereka miliki. Mulai dari mencintai literasi, memaknai setiap peristiwa dengan bijaksana dan kemudian menjadikannya sebagai pelajaran dan motivasi untuk ...

Rumah Peradaban adalah Mimpiku yang Menjadi Nyata

 Menjadi bagian dari Spirit Nabawiyah Community (SNC) seperti sebuah titik balik bagiku. Aku seperti menemukan sebuah energi baru untuk bisa berubah menjadi lebih baik dan bermanfaat lebih banyak untuk orang lain.  Semakin dewasa usia, semakin banyak melihat sekeliling, rasanya sudah ingin lebih bermanfaat untuk lebih banyak orang. Awal mengenal komunitas ini adalah ketika mengenal Buku Pintar Iman dan Islam dari Mbak Gina Handayani. Sejak itu, saya terus mengikuti story sosial media Mbak Gina dan makin jatuh hati dengan program wakaf buku. Wakaf buku adalah sebuah sarana untuk bisa menyebarkan banyak buku kepada mereka yang memang terbatas dalam mengakses buku siroh. Buku-buku premium dengan harga yang tidak murah ini jarang bisa diakses oleh banyak orang. Banyak yang tidak bisa mengakses karena keterbatasan mereka, bukan hanya tentang dana tapi juga pengetahuan tentang pentingnya siroh. Adanya program wakaf buku siroh ini benar-benar membuat saya semakin yakin kalau komunita...

Pagi Pagi di Aranka Tempasan Lodge

 Akhir bulan selalu menjadi dilema bagi keluarga kami. Apalagi akhir bulan Juli kali ini jatuh di hari Sabtu dan Minggu. Sudah pasti Ayah akan sibuk dengan pekerjaan kantor. Buat saya, ini memang sudah biasa, tapi tentu tidak untuk anak-anak yang sudah menunggu weekend untuk bisa bermain bersama Ayah. Mereka sudah menunggu hari Jum'at yang pasti Ayah akan pulang. Kerja di luar kota Mataram membuat Ayah harus pulang seminggu sekali atau dua kali karena jalanan yang cukup ramai dan pertimbangan capek kalau harus pulang pergi setiap hari. Kami pun memutuskan untuk membuat sebuah tempat tinggal sederhana di dekat kantor suami untuk bisa jadi tempatnya istirahat dan kami bisa ikut kesana lebih leluasa. Di sebuah kompleks perumahan yang sudah padat penduduk, kami membangun sebuah rumah sangat sederhana sekali untuk bisa menjadi tempat singgah Ayahnya anak-anak kalau capek kerja dan tidak bisa langsung pulang.  Weekend ini pun kami disuruh untuk ke Lombok Timur karena dia akan lembur...