Skip to main content

Posts

Couple Goal Couple Time

Dulu saat masih single memang saya bukan tipe yang suka pacaran atau jalan-jalan menghabiskan waktu dengan pacar. Entah kenapa lebih suka di rumah, ngobrol banyak hal. Itulah yang membuatku selalu suka punya teman dekat yang memiliki wawasan yang luas dan menceritakan banyak hal yang aku tidak tahu. Intinya, punya temen pinter berawawasan luas yang menyenangkan tentunya lebih nyaman untuk diajak ngobrol berlama-lama. Saat semakin dewasa, ternyata memiliki teman dekat yang bisa diajak berbagi cerita lebih intens itu sangat kubutukan karena pindah ke sebuah tempat yang tidak banyak teman kukenal. Sejak kedua orang tua memutuskan untuk meninggalkan tempat kami besar di Jawa Tengah dan pindah ke Lombok, saya jadi tidak punya banyak teman. Lulus kuliah, tidak punya teman dan belum punya pekerjaan saat itu membuat dunia saya hanya berkutat pada blog dan dunia maya.Untungnya masih ada sahabat dekat yang intens berhubungan lewat media sosial.  Setelah bekerja, waktu banyak kuhabiskan di ka...

Tipe Tetangga Versi Saya

Bertetangga. Kata ini memang terlihat mudah, tapi nyatanya masih banyak yang berselisih dengan tetangga. Padahal tetangga adalah orang terdekat kita yang pertama akan kita mintaia pertolongan saat mendesak. Tetangga sama dengan saudara, maka dalam Islam banyak dijelaskan bagaiman Adab bertetangga dan berbuat baik pada tetangga. Ya, tapi nyatanya banyak yang berselisih dengan tetangganya hanya karena masalah sepele.  Setelah tinggal di rumah sendiri di sebuah kompleks perumahan dengan beragam latar belakang dan beragam usia, saya banyak mengetahui tipe tetangga saya. 1. Tetangga diam Ada tetangga saya yang memilih untuk lebih banyak diam, bahkan tidak juga mengikuti arisan yang diadakan di kompleks. Alasannya memang karena dalam Islam, arisan juga merupakan sesuatu yang hukumnya masih belum jelas. Namun, sebenarnya arisan yang diadakan setiap kompleks hanya sebagai bumbu untuk bisa menjalin silaturahim antar warga.  Ada tipe tetangga saya yang memang lebih banyak berdiam di rum...

Mbok Emban Kos-Kosan

Menjadi ibu kos atau saya lebih suka menyebut Mbok Emban Kos memiliki segudang kisah seperti anak kos yang memiliki ibu kos dengan tipe yang aneh-aneh. Sekarang saya pun mengalaminya. Sejak menikah, suami sudah memiliki usaha kos yang baru saja selesai dibangung. Tanah yang sudah lama dibelinya itu dijadikan kos karena dia tidak berniat menikah dalam waktu dekat sehingga memanfaatkan lahan yang ada agar menghasilkan. Saya pun baru tahu dia memiliki sebuah usaha kos-kosan sesaat sebelum menikah. Pilihan menikah jatuh padanya bukan karena harta atau pekerjaan yang melabelinya. Namun, sosok yang santun dan sholeh yang membuat saya mantab untuk menjadi makmumnya. Cukup ya, tentang hati, kita kan sedang membahas tentang jadi Mbok Emban Kos. >.< Nah, sejak setelah menikah memang saya tidak langsung memegang sendiri urusan kos. Masa adaptasi, apalagi belum mengerti betul bagaimana sistemnya. Saya pun sedikit demi sedikit dikenalkan dengan kos-kosan oleh suami dengan meminta mengawasi tu...

Rezeki dekat Orang Bijaksana

Pernah merasa berada di satu titik jenuh menghadapi sesuatu? Benar memang dalam rumah tangga itu banyak sekali ibadah ikhlas dan sabar yang kadang tak terduga. Pacaran tidak menjadi jaminan kelanggengan dalam rumah tangga, hanya saling menerima dan mengerti yang bisa menjadi kunci keharmonisan. Jangan pernah membandingkan rumah tangga satu dengan yang lain karena setiap rumah tangga punya ceritanya masing-masing. Meski ada kesamaan, tapi tetap tidak sama persis. Latar belakang dan psikologis setiap orang berbeda-beda. Itulah yang membuat saya mencoba untuk mengerti pilihan masing-masing orang. Saya suka mengamati dan menganalisa mengapa terjadi seperti itu dengan melihat banyak faktor yang mempengaruhi dalam hidupnya, Rasanya tidak bijaksana saat kita menyimpulkan sesuatu tanpa melihat dari banyak sisi. Menghakimi atau istilah sekarang mengejudge seseorang hanya dari pandangan kita itu sangat tidak bijaksana. Tidak semua orang bisa disamakan. Tidak semua orang bisa dianggap seperti...

Kekuatan Doa dan Jalan Takdir

Saya mau cerita sedikit tentang seorang teman atau bosku, saya pun bingung menyebutnya apa. Saya tidak tahu darimana awal mula kenal denganya, seigat saya sudah berteman di sebuah media sosial Facebook. Mbak Asya namanya, menawarkan sebuah bisnis sampingan untuk ibu rumah tangga. Saat itu sepertinya Hafiz Doll dan buku anak super keren yang harganya lumayan menguras kantong. Nah, saya waktu itu kurang tertarik karena selain mau arisan males mikir lama, tapi mau cash lumayan juga. Saat itu, menyisakan uang belanja untuk menabung buku butuh kencangkan ikat pinggang yang ekstra. Mau jadi bisnis menambah uang jajan? Minat baca di Lombok masih belum saya kuasai, apalagi saya hanya pendatang yang tidak punya banyak teman. Tak lama, Mbak Asya menawarkan sebuah bisnis sampingan santai untuk menambah uang jajan anak. Dia punya sebuah usaha advertising yang baru dibangung bersama suaminya dan butuh copy writer. Kami ditraining untuk membuat kalimat iklan yang akan dipasang di media sosia...

Berdamai dengan Hati

Hai Hati.... bersahabatlah. Ikhlaslah menjalani apa yang sedang menjadi kewajibanmu, baktimu dan jalan takdirmu. Kalau kau tak ikhlas, tubuh dan pikiranmu tak bisa ikut positif. Meski sulit karena ada trauma, takut melakukan kesalahan saat berada disana, tapi kamu harus bisa mengatasinya. Kesalahanmu hanya selalu ada pada kerapihan dan kebersihan. Itu saja yang harus diperhatikan. Kau pernah mengatakan kalau tidak suka menjadi pelampiasan atau kambing hitam, jadi kamu tidak perlu takut lagi menjadi pelampiasan. Hai Hati... kamu berhak untuk bahagia. Lakukan yang membuatmu bahagia, tapi kamu tetap harus menjalani kewajibanmu sebagai anak. Kamu bukan menantu, tapi kamu anak. Kamu harus bisa memaafkan dan menyisihkan trauma mu karena yakin ia pun menyayangimu. Mereka adalah ladang baktimu meski kau harus selalu takut ketika sudah ada tanda sedang tidak enak hati. Ketika tutur dan sikapnya membuatmu tidak nyaman, carilah kenyamananmu bersama anak-anak dan apa yang kau sukai. Fokus pada...

Kebiasaan

Ada beberapa tipe orang yang mempunyai kebiasaaan yang tidak disadari membuat orang lain tidak nyaman. Kadang dia melakukannya tanpa sengaja karena sudah menjadi kebiasaan. Oleh karena itulah membiasakan hal baik dari kecil itu sangat perlu agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang tak disadari saat dewasa kelak. Ada sebagian orang yang terbiasa melihat sesuatu dari sisi negatif. Ingin lebih dari teman, sifat tangan di bawah dan tidak amanah terhadap benda titipan itu menurut saya sudah menjadi sifat ketika itu dianggap terbiasa. Saya selalu merasa bersyukur hidup di keluarga yang selalu mengingatkan tentang bagaimana memperlakukan benda milik orang lain dan sekecil apapun harus dikembalikan saat akadnya meminjam. Bahkan, pada saudara pun harus melakukan hal itu agar tidak menjadi kebiasaan. Sering terjadi seorang anak main ke rumah temannya, kemudian saat pulang ia merengek membawa mainan temannya karena masih asik bermain. Saya adalah tipe yang tidak suka anak membawa mainan temann...