Berbagi pengetahuan dengan menjadi Fasilitator Membaca Nyaring untuk Kader Posyandu , Kerjasama LoRA x YGSI
Menjadi bagian dari Lombok Read Aloud memang selalu penuh kejutan. Diberikan kesempatan untuk berbagi cerita bersama teman-teman kader posyandu dari Kecamatan Cakranegara, Kecamatan Karang Pule dan Kecamatan Meninting. Saya dan tiga orang teman mewakili Lombok Read Aloud berbagi cerita tentang Membaca Nyaring dari ilmu yang kami dapatkan.
![]() |
| Foto bersama 60 peserta kader posyandu, tim YGSI dan tim LoRA |
Tak bisa dipungkiri, banyaknya pernikahan di usia dini di kalangan masyarakat membuat keluarga menjadi rentan perpisahan. Tingkat perceraian rumah tangga dengan usia pasangan muda lebihh tinggi dibanding perceraian usia matang.
Selain itu, pernikahan yang terjadi karena pergaulan lingkungan dan kurangnya kedekatan dengan orang tua sehingga mencari teman seumuran untuk berkeluh kesah hingga terjerumus kepada pergaulan yang tidak baik sehingga terjadilah pernikahan dini.
Ketidaksiapan menghadapi pernikahan dan tingkat pendidikan yang rendah membuat mereka tidak memiliki cukup bekal ilmu dasar yang penting seperti pengelolaan keuangan rumah tangga kesehatan mental dan membersamai tumbuh kembang anak.
Tentu tidak ada pendidikan menjadi orang tua, tapi kallau setiap orang tua memiliki kesadaran untuk mau belajar, rumah tangganya akan lebih tenang dan nyaman. Inilah upaya yang sedang diusahakan oleh YGSI dengan membekai kader posyandu yang sekarang menjadi poros kegiatan masyarakat karena menjadi posyandu semua usia.
Keterampilan membaca nyaring dan beberapa pengetahuan yang diberikan selama pelatihan merupakan penunjang untuk kader mencapai ssaalah satu dari 6 Standar Pelayanan Minimal (spm) yaitu spm Pendidikan. Kader diharapkan dapat memberikan edukasi tetang perencanaan keuangan sederhana, kesehatan mental dan menyebarkan mamfaat membacakan nyaring untuk menunjang literasi sejak dini di lingkungan keluarga yang nantinya akan berdampak besar bagi generasi penerus.
Keterampilan membaca nyaring dan beberapa pengetahuan yang diberikan selama pelatihan merupakan penunjang untuk kader mencapai ssaalah satu dari 6 Standar Pelayanan Minimal (spm) yaitu spm Pendidikan. Kader diharapkan dapat memberikan edukasi tetang perencanaan keuangan sederhana, kesehatan mental dan menyebarkan mamfaat membacakan nyaring untuk menunjang literasi sejak dini di lingkungan keluarga yang nantinya akan berdampak besar bagi generasi penerus.
Kader yang mengenal dan dekat dengan masyarakat dengan berbagai usia diharapkan bisa menyebarkan pengetahuan yang didaptkan kepada masyarakat dengan harapan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat juga menunjang peningkatan tingkat literasi masyarakat. Pihak YGSI memiliki project ini uga akan mengukur dampak dari pelatihan ini sampai awal bulan Januari 2027
Mereka pun menegaskan kalau pelatihan ini tidak menjadi beban tamahan kader yang sudah sangat banyak, tapi sebagai pengetahuan yang harapannya bisa disebarluaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan literasi secara keseluruhan.
![]() |
| Perwakilan LoRA untuk fasilitator Membaca Nyaring |
![]() |
| kiri ke kanan (Kak Mutia, Kak Ning, saya dan Kak Pipit) |
Selama menjadi fasilitor kegiatan ini, kami banyak belajar dari ibu-ibu hebat yang memiliki keikhlasan yang luar biasa. Meluangkan waktu untuk megikuti pelatiha, mencari ilmu baru di tengah kesibukan rumah tangga yang tak ada habisnya. Menjadi kader posyandu dengan seumlah kegiatan dengan insentif yang tak sesuai bukan menjadi halangan untuk menebar kebermanfaatan.
Seperti sedang recharge kami sama-ssama volunteer, kami saling menularkan semagat untuk menebar kebermanfaatan dari apa yang bisa kami lakukan. Kami di komunitas membaca nyaring dengan kampanye mengajak orang dewasa untuk membacakan buku ke anak dalam situasi dan kondisi yang menyenangkan untuk menciptakan kesukaan pada buku. Sedang ibu kader menjadi garda terdepan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang harapannya bisa menularkan kebaikan dari ilmu yang dimiliki sehingga bersama menjadi lebih baik.
Tentu tidak ada yang instant an perlu banyak bergandengan tangan dengan banyak pihak. Tidak harus berlari kencang, berjalan saja bersamasama, menggandeng lebih banyak orang untuk bisa menjadi agen perubahan yang memberi dampa kebermanfaatan ke lebih banyak dan lebih luas.
_Cerita Venti_
.jpeg)

.jpeg)


Comments
Post a Comment