Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2020

Sederhan itu Pilihan

Terlahir dari keluarga yang cukup, tidak bisa menabung lebih bahkan saat sekolah menjadi harus serba hemat untuk bisa memenuhi kebutuhan. Mencari penghasilan tambahan untuk tetap bisa bersekolah dengan tenang karena bagi kami, sekolah itu utama. Kedua orang tua saya selalu memperioritaskan menuntut ilmu karena mereka ingin putra-putrinya  mendapat pendidikan terbaik. Meski kami hidup pas-pasan, tapi kami selalu bisa sekolah di sekolah favorit  bahkan sampai ke luar kota. Tentu biayanya tidak murah, apalagi saat saya SMA, sekolah favorit yang saya pilih ternyata tergolong sekolah mahal karena fasilitasnya yang memang lengkap. Adik saya juga sekolah di luar kota, kota yang sama dengan saya, Salatiga. Memilih SMK sebagai pilihan untuk cowok agar lebih siap menghadapi dunia kerja juga membutuhkan biaya yang tidak murah saat itu.  Kami pun memutar otak untuk bisa mencari tambahan penghasilan. Untungnya, Mamak suka sekali memasak. Jadilah kami mencoba menerima pesanan k...

Dear Mbahnya Anak-Anak

Setiap oran tua memiliki caranya sendiri untuk mendidik anaknya. Mendidik dan mengarahkan anak sebagai pertanggungjawaban atas amanahNya. Membersamai mereka untuk menemukan apa yang mereka sukai dan mendukung setiap kemampuan positif mereka. Saya adalah tipe ibu yang suka banyak hal baru, saya akan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba hal baru selama itu psoitif dan tidak terlalu berbahaya. Misalnya menggunakan pisau dan gunting pertama kali sekitar umur 2 tahun. Awalnya, saya kenalkan dulu dengan memperlihatkan padanya cara menggunakannya dengan benar. Setelah itu, memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencobanya. Dengan catatan, mereka sudah mulai bisa fokus meski sebentar dan bisa memegang dengan baik. Semua pekerjaan rumah tangga dan perlengkapan rumah tangga satu per satu saya perkenalkan pada mereka sambil mengerjakannya. Karena dua putri perempuan yang kelak mereka memang harus tahu pekerjaan rumah tangga. Bagi mereka melakukan pekerjaan rumah tangga adal...

Gaji ART jadi Naik

Pandemi membuat banyak orang harus memutar otak untuk bertahan hidup. Ada yang harus menerima saat dirumahkan, diberhentikan, diliburkan sementara dan bahkan kehilangan kesempatan usaha. Banyak yang terkena dampak pandemi yang bahkan sampai sekarang belum juga usai. Membuat banyak orang masih resah, tapi ada juga yang mulai terbiasa bahkan mungkin menganggapnya tidak ada sehingga beraktifitas seperti biasa.  Di Lombok masih banyak orang yang menggantungkan hidup dengan menjadi TKI dan TKW yang bekerja di Luar Negeri untuk mendapatkan penghasilan lebih. Mereka yang pendidikannya tidak tinggi, merasa kurang bisa mendapatkan penghasilan yang cukup di negeri sendiri akhirnya memutuskan untuk ke Luar Negeri dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Sebagian besar dari mereka memang akhirnya bisa membeli tanah dan membangun rumah. Ada yang masih belum menikah, tapi ada pula yang sudah menikah ingin memperbaiki ekonomi rumah tangganya. Bahkan, sebagian besar yang ke Lua...

Sembalun, He're we Go

Setelah berbulan-bulan dirumah aja, sepertinya kami sudah mulai perlu refreshing. Piknik tipis-tipis menikmati Lombok dengan alamnya yang indah. Biasanya kami piknik rame-rame menginap di hotel lima keluarga yang semua teman kantor Ayahnya anak-anak.  Sudah tiga tahun terakhir ini setiap tahin kami ada agenda menginap di hotel bersama, makan bersama dan kali ini piknik bersama. Sudah sepakat karena pandemi belum menemukan titik terang dan butuh piknik, kami pun, Ibu-Ibu Pinikus (ini nama grup whatsap kami menyaingi grup bapak-bapak untuk koordinasi), sepakat tidak mau menginap di hotel.  Awalnya pembahasan hanya beli ikan segar, mau barengan trus mau bakar ikan dimana. Karena nggak mau repot, kami pun akhirnya memilih untuk pesan Grill dan Suki saja. Beli ikan segar harus membersihkan dan membuat bumbu. Itu merepotkan dengan keadaan kami yang semua punya dua anak dengan sebagian besar balita. Kami memang membuat grup untuk koordinasi masalah konsumsi, tapi banyak...

Berdamai dengan Adaptasi

Sepertinya sudah sejak pertengahan Maret kami mulai beradaptasi dengan pandemi yang mengharuskan kita semua dirumah aja. Mungkin bagi saya yang seorang ibu rumah tangga, tidak banyak yang berubah, hanya membiasakan anak-anak untuk tidak main di luar dan belajar dari rumah untuk Mbak yang sudah mulai masuk Taman Kanak-Kanak. Biasanya pagi setelah makan, anak-anak bisa main di luar sebentar sebelum si adek tidur dan si Mbak sudah di sekolah. Saat si adek tidur, emak bisa nyuci dan nyicil untuk masak menyesuaikan lamanya tidur si adek. Sepulang si Mbak sekolah, biasanya mereka main-main sebentar, makan, lalu tidur berdua. Nah, saat ini emak bisa nyicil beberes nyapu atau beberes dapur yang masih berantakan karena si adek memang sedang membutuhkan perhatian ekstra. Saat mereka bangun adalah saat emak harus kembali menemani mereka bermain. Sore hari, mereka bisa main bersama teman-teman. Si Mbak yang memang sudah besar, saya bebaskan untuk bersepeda atau keluar sendiri asal tidak keluar k...

Home Schooling atau Tidak

Tiga bulan sudah masa dirumah aja untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 ini membuat kita semua dirumah aja. Tentu banyak sekali perubahan yang terjadi, terutama bagi ibu yang memiliki anak sudah mulai sekolah. Belajar dari rumah memang awalnya agak merpotkan karena Emak harus banyak adaptasi membagi waktu dan fokus menemani si kecil belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Apalagi bagi yang masih punya bayi seperti Emak rempong. Saya memiliki satu anak usia 5 tahun 6 bulan dan si bayi umur 20 bulan yang sedang super aktif dan masa tantrum. Kebayang nggak sih Mak kalau mereka sedang sama-sama membutuhkan perhatian dan akhirnya si Mbak yang harus berkorban sedikit mengalah karena si Adek belum mengerti apa yang kita maksud? Tidak cukup sampai di situ, ada Mbah nya anak-anak yang sakit yang juga membutuhkan perhatian Emak. Repot? Nggak usah ditanya. Tantangan Emak nih untuk bisa mengatur waktu dan membagi fokus jadi banyak. Untung Emak memang terlahir  multi tasking , walaupun k...