Skip to main content

Belajar pada Siapapun

Menjadi ibu adalah sebuah amanah besar yang bagi saya tidak mudah. Tidak cukup dengan bisa mengandung dan melahirkan saja, tapi juga harus bisa mendidik dan membimbingnya di jalan ridhoNya.

Saya tidak pernah segan untuk bertanya pada siapa pun tentang Cara mendidik anak. Saya tidak pernah segan untuk sharing dengan siapapun meski mungkin dia lebih muda dari saya. Sejak hamil, saya banyak bertanya dan belajar. Pada saudara, teman, sahabat, semua saya Tanya. 

Saat pindah ke rumah yang baru kami beli, saya punya seorang tetangga yang juga memiliki anak kecil. Umur si kecil setahun di bawah Nada. Pernah beberapa kali kami bertemu, tapi dia hanya membawanya pertanyaanku tanpa memberi respon kembali. Anaknya sudah setahun lebih tapi belum bisa berjalan. 

Saya jadi ingat saat dulu Gigi Nada tak kunjung tumbuh hingga hampir setahun. Semua temannya sudah punya Gigi, bahkan ada yang sudah banyak. Setiap bertemu orang yang sudah punya anak, saya Tanya kan. Di puskesmas, di posyandu dan setiap kesempatan ketemu temen yang udah punya anak pasti saya Tanya kan.

Si ibu baru itu entah pemalu atau memang enggan bertanya, dia bahkan tidak menanyakan pengalaman saya dan satu tetangga yang sudah memiliki anak yang lebih tua dari nya tentang keadaan anaknya. 

Saya rasa, inilah salah satu pelajaran menjadi ibu. Harus mau bertanya, mau belajar dan mau mengakui kelemahanku agar bisa mendidik anak dengan lebih baik. See aaa

Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...