Skip to main content

Masih Maintenance Kos

Meski sudah nggak ada kerjaan  di kantor, sekarang yang saya kerjakan pengurusannya rumah dan kos yang dibangun suami sebelum kami menikah. Sejak kami menikah, semua urusan kos diserahkan sepenuhnya pada saya. Sampai maintenance juga saya yang pengurusannya.

Dua hari ini saya sedang menunggu Tukang kerja pasang keramik dinding agar tidak bocor. Kemarin, saya ajak si kecil karena suami masih kerja. Hari ini, karna suami libur jadi saya sendiri mengurus Tukang sedangkan Nada katanya mau pergi jalan-jalan berdua entah kemana. Mungkin daripada dirumah suntuk mereka milih jalan-jalan aja. Itung-itung membuat seminggu yang nggak pernah ketemu anak.

Sejak Nada sudah mulai beranak dewasa, kami mulai agak santai mengurus Nada. Mengajarkan disiplin dan mandiri padanya karena kami tak selamanya ada bersamanya. Si ayah juga bisa menemani Nada meski lama saya tinggal.

Mengurus kos menjadi pekerjaan tidak rutin yang harus saya tangani. Menyenangkan sekedar untuk refreshing aja. Jadi bisa sedikit me time waktu begini. Menikmati waktu sendiri menuliskan semua ide dan isi otak.

Punya anak umur 3 tahun seperti Nada membuatku harus membatasi menggunakan hand phone agar dia juga tidak kecanduan gadget. Setiap kali aku memenangkan HP, pasti ujung nya dia juga mau ikut Pegang hape, jadi benar-benar mencari waktu untuk sekedar menulis.

Sekarang sambil menunggu Tukang kerja sambil menulis sedikit yang ada di otakku

Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...