Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2014

Sunday Ceria

Minggu ini, akhirnya bisa juga menikmati Car Free Day di Udayana. Suami yang mendapat jatah untuk membuka stand di sana dari perusahaan tempatnya bekerja membawa keuntungan juga untukku. Setelah sholat subuh, kami pun bergegas untuk mencari lokasi menempatkan stand perusahaan suami di salah satu pinggiran Jalanan Udayana yang jam 6 pagi sudah harus steril dari kendaraan bermotor. Kami mendapat tempat yang tinggal satu-satunya yang masih kosong setelah berkeliling agak lama. Sepertinya kami kesiangan karena harus menunggu seorang teman suami untuk membantu membawakan perlengkapan ke lokasi. Tepat di sebelah stand sederhana berbahan plastik bongkar pasang yang dirangkai di pinggir jalan, ada keluarga yang juga sedang menemani kepala keluarga mereka membuka stand untuk perusahaannya di sebelah kami. Mereka menjual sebuah minuman pengganti cairan tubuh dengan menggunakan meja rakitan. Karena hanya diberi waktu 3 jam untuk car free day dan menggelar lapak di pinggiran jalan, jadi jarang y...

Edisi CPNS an

Untuk pertama kalinya aku ikut heboh sama pembukaan pendaftaran CPNS. Setelah semua rencanaku tak berjalan seperti apa yang sudah kuharapkan, aku harus memutar otak untuk menyusun kembali rencana masa depan dengan mempertimbangkan lebih banyak hal. Aku bukan lagi gadis single yang bisa kemana-mana sendiri. Kehamilanku kali ini membuat apa yang harus kufikirkan bertambah saat nanti buah hati kami lahir bukan hanya sekedar izin dari suami. Sebagai istri dan calon ibu, tentunya aku tak bisa seleluasa dulu untuk menentukan pilihan hidup karena harus mempertimbangkan kondisi keluargaku. Sebuah rumah tangga yang baru saja kami bangun dan anakku nantinya menjadi pertimbangan yang harus benar-benar aku fikirkan dengan baik. Bukan sekedar keinginan untuk memenuhi kebutuhan, bekerja bagiku adalah sebuah sarana untuk aktualisasi diri dan memperbanyak ilmu. Selain juga adik bungsuku masih membutuhkan bantuanku untuk menyelesaikan sekolahnya meski bapak masih bekerja sampai sekarang. Aku juga ing...

Tak Selalu Seperti Ini atau Itu

Pembukaan pendaftaran CPNS jadi tren yang menyita banyak perhatian orang. Aku salah satu yang baru mulai memperhatikan keributan orang sama tes ini karena sebelumnya nggak pernah kepikir pengen jadi PNS. Setelah jadi ibu rumah tangga, sepertinya aku mulai tertarik untuk mengikuti tes ini. Aku mulai memantau perkembangan informasi pembukaan pendaftaran CPNS sambil menikmati kehamilan yang bertambah besar. Sambil menunggu kelahiran bayi pertama kami dan mempersiapkan kelahirannya, kusempatakan untuk mengurus segala sesuatu untuk pendaftaran yang jadwalnya semakin mundur saja dari Agustus sampai akhirnya dibuka juga untuk wilayah Nusa Tenggara Barat lewat satu web yang diakses seluruh Indonesia, panselnas. Hari ini, aku minta adik sepupuku Sofyan untuk mengantar ke Kantor Catatan Sipil untuk mengurus perekaman KTP elektronik dan minta surat keterangan kalau e-KTP nya masih dalam proses. Rame juga yang antri dan semuanya buat daftar CPNS, tapi cuma aku yang perutnya besar Pas antri minta ...

Hidup Tak Pernah Terduga

Ternyata di pulau kecil seperti ini malah ketemu sama kakak kelas SMA dulu. Kami bertemu di tempatku bekerja dulu, di Selong. Karena logat Jawanya yang khas, aku pun iseng menanyakan asal tempat tinggalnya yang ternyata setelah obrolan berlanjut kami pernah sekolah di SMA yang sama. Meski nggak ketemu karena dia lima tahun lebih dulu daripada aku, tapi surprise juga ketemu kakak kelas di sudut pulau kecil ini. hahaha Kami menjadi lebih sering ngobrol baik lewat handphone maupun ketemu waktu makan siang. Cerita yang akhirnya sampai juga pada kehidupan kami masing-masing. Tak pernah menyangka kalau dia ternyata sudah menduda beberapa bulan ini. Kehidupan rumah tangga yang diinginkan langgeng sampai dunia akherat ternyata harus kandas tak lebih dari dua tahun. Ia sudah menikah dengan seorang gadis yang baru dikenalnya tiga bulan. Saat itu, ia masih bertugas di Wamena, Papua sedangkan calon istrinya tinggal di tempat asalnya, Salatiga. Mereka pun memutuskan menikah tak lama setelah kenal ...

Tujuh Bulanan

Alhamdulillah, usia kandunganku sudah memasuki usia tujuh bulan. Janin yang kami nantikan sebentar lagi akan lahir ke dunia ini. Seperti adat Jawa, saat sudah memasuki usia kandungan tujuh bulan biasanya ada sebuah syukuran sekaligus mohon doa agar diberi kelancaran saat persalinan nantinya. Kedua mertua yang berasal dari Jawa dan bapakku yang memang orang Jawa, membuatku  menggelar acara tujuh bulanan yang mungkin di beberapa daerah memang tak ada acara tertentu. Kami tak menggunakan adat Jawa utuh yang harus menggunakan acara mandi dengan air tujuh sumur denagn sederet ritual lainnya, kami hanya mengambil sebuah manfaat dari acara tersebut. Aku dan suami memilih untuk mengadakan pengajian yang dilanjutkan oleh makan bersama tetangga, keluarga dan sahabat. Berbagi kebahagiaan dengan mereka dan sekaligus mohon doa agar nantinya diberikan kemudahan dan kelancaran saat bayi kami terlahir ke dunia ini. Banyak yang datang membuat kami semakin bahagia. Banyak yang memberikan doa dan i...