Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012
Lombok tak pernah kehabisan cerita untuk dipamerkan. Perjalanan setahun di Lombok tak pernah ada yang mengecewakan. Selalu banyak yang bisa dibagi untuk membuat banyak mata menjadi iri. Dua minggu yang lalu, penasaran sama yang namanya pante Pink. Gagal kesana bareng temen-temen gila dari Mataram, tiba-tiba Abang ngajakin kesana. Malam itu, kami melihat-lihat peta Lombok. Ia menyebutkan beberapa tempat bagus yang diketahuinya tapi belum sempat dijamah. Termasuk alah satunya Tanjung Ringgit dan pantai Pink yang lagi jadi primadona wisata di Lombok Timur. Perjalanan awal penasaran ini adalah perjalanan ke Pantai Surga, salah satu panti indah di Deretan LOmbok Timur bagian selatan yang sedang banyak dibicarakan orang. Perjalanan Pantai Surga yang cukup berlkiku dengan jalan tanah yang berdebu dan tak rata terbayarkan dengan indahnya pantai angkuh ini. Pantai Surga, memberikan kesan tenang dalam keangkuhannya. Pantai indah ini memiliki keangkuhan yang tak bisa d...

Aku yang Sekarang

Pindah ke Cabang selalu dianggap sebuah kemajuan pesat. Berada di pusat kepemimpinan, berada ditengah orang-orang pengambil keputusan tertinggi dianggap suatu perkembangan yang pesat. Dilihat-lihat nggak banyak perubahan sebenernya. Hanya pindah tempat, tapi banyak orang menganggap sebuah kemajuan. Jadi sebenernya, kemajuan atau nggak cuma kita yang tahu. Kemajuan itu ketika kita bisa lebih menikmati apa yang menjadi pekerjaan kita. Memang awalnya bukan jadi keinginanku jadi pegawai bank seperti sekarang. Bahkan sampai detik penerimaan sempat berniat melepaskannya. Bukan suatu hal yang membuatku excited ketika itu. Sudah terbayang duduk yang membosankan dengan basa-basi busuk di hadapan banyak orang. Yah sebenernya nggak pake busuk sih, tapi berbicara di depan orang adalah sesuatu yang tak terlalu kusukai. Aku lebih menyukai berada di depan komputer mengutak-atik angka. Analisis dan riset adalah impianku, tapi keadaan yang membuatku harus menerima pekerjaan ini. Hidup di pulau k...

Pantai Cemara

Inilah Lombok, indah dengan semua yang ada di setiap sudutnya. Kalau orang bilang Lombok itu Pulau Bali kedua, mereka semua salah. Lombok ya Lombok, Bali ya Bali, dua pulau yang memiliki keindahannya sendiri-sendiri yang tak bisa dibandingkan hanya dari satu sudut saja. Bali menjual budaya, tradisi dipadu dengan ketenangan dan harmoni alamnya. Namun, Lombok memberikan suasanya nyaman dipadu dengan kelamian alam yang belum tersentuh. Bahkan tak hanya satu, ada banyak yang benar-benar indah tanpa sentuhan. Mulai dari banyaknya gili (pulau kecil) yang masih sepi dan tak kalah indah dibanding gili trawangan dan gili air, gili yang lain memberikan kenyamanan yang berbeda. Ketenangan dan kesendirian sebagai tempat untuk melepas penat setelah beraktifitas. Ini juga salah satu pantai indah di selatan Pulau Lombok yang masih masuk dalam wilayah Lombok Timur. Pantai cemara. Tak ada rencana kesana hari itu, seminggu setelah Abang pulang dari naik gunung kami keluar beli obat untuk giginya yan...

Pada Akhirnya Harus Memilih

Kabut masih menyelimuti perjalanan ke Pusuk, kali ini dengan suasana hati yang tak menentu. Sebuah keputusan yang sulit untuk diambil. Sebuah pertimbangan masa depan yang sama-sama berat untuk dilepaskan. Namun, untuk menerimanya pun bukan perkara yang mudah. “Kamu mau nikah sama aku?” pertanyaan yang tak pernah kuduga sebelumnya. Pertanyaan yang kupikir hanya bercanda itu benar-benar terucap dengan sangat berbeda malam itu. Tatapan mata yang tak pernah kuharapkan dan membuatku bahkan tak berani untuk kembali menatap matanya. Anganku melayang, fikiranku tertuju pada satu sosok yang selama ini kuharapkan mengucapkan kalimat itu. “Aku tahu kamu masih berhubungan sama Alfan, tapi aku hanya ingin kamu tahu kalau aku nggak pernah main-main sama apa yang aku ucapkan” Tak ada kata yang bisa keluar dari mulutku, aku masih melihat genangan air, memberikan remah roti pada ikan-ikan di bawah gazebo tempat kami duduk. “Apa yang membuat Mas Dedi yakin padaku? bukannya Mas Dedi sayangnya...

Aura Lebaran Topat

Lebaran Topat, begitu orang Lombok menyebutnya. Sebuah perayaan yang biasa dilaksanakan seminggu setelah lebaran. Kebanyakan orang Lombok justru membuat ketupat yang dalam bahasa Lomboknya disebut 'topat' justru ketika Lebaran Topat ini. Perayaan ini dilakukan untuk merayakan keberhasilan melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal. Lebaran Topat jauh lebih meriah dibanding 1 Syawal nya. Ada pesta pantai di Labuan, ada perayaan yang dilaksanakan di tiap desa, gema takbir kembali berkumandang dengan indahnya. Melantun di tengah keheningan malam yang syahdu. Terasa ada yang menelusup ke lubuk hati, mengingat semua telah berjalan dengan sangat cepat. semua yang pernah berlalu dan semua yang menjadi impian dan harapan di masa depan. Lebaran, hari raya, selalu memunculkan kenangan yang telah lalu. Harapan untuk menjadi lebih baik dan harapan untuk menjadi lebih bijaksana Hidup terus berputar, takdir telah ditentukan Keikhlasan dan kesabaran menjadi kunci kehiudupan Jalani dengan ...

Memoarnya Sidney Sheldon

Buku terbitan Gagas Media ini menarik perhatianku setahun yang lalu waktu main ke Gramedia Surabaya. Namun, karena udah banyak buku yang kugenggam dan budget nggak cukup kalau harus tambah buku lagi jadi buku itu masuk dalam daftar tunggu buku yang akan kubeli besok. Dan ternyata waktu engok Toko Buku Erlangga di Mataram, buku daftar tunggu paling atas itu ada di depan mata. I've got it. Yeay. Membaca buku terjemahan itu memang sensasinya beda, memoar seorang penulis cerita fiksi pembunuhan. Saya suka gaya bahasa Shidney dalam memaparkan detail kejadiannya. Sejak sering membaca cerita ceritanya yang kutahu dari Mbak Marta, tetanggaku, aku mulai menyukai gaya bahasanya. Shidney memiliki gaya khas dalam pemaparannya, ia memberikan sentuhan mencekam yang kontinyu pada cerita-ceritanya. Tak banyak kisah asmara yang ditampilkan dalam ceritanya. Namun, tak menjadikan karyanya menjadi membosankan. Ia selalu mengunakan setting yang banyak. Seperti karyanya yang misterius menegangkan,...

Sahabatku, Dewo nih

Masih seperti dulu, dia masih seceria dulu. Entah sudah berapa lama tak mendengar suaranya, tak mendengar gelak tawa yang khas dan candaannya yang membuatku lupa akan permasalahan yang sedang kualami. Dulu kami sering komunikasi lewat telfon, sekarang sudah sangat jarang. Tak seperti dulu yang paling nggak dua bulan sekali kami pasti telfon-telfonan sekedar menceritakan apa yang kami alami di tempat kami saat itu. Persahabatan kami terjalin sejak kami duduk di bangku SD. Damar Sadewo Adi namanya, tapi aku memanggilnya Dewo. Ada juga yang manggilnya Ambon karena mirip orang Ambon yang imut (item mutlak). Dewo sebulan lebih tua dariku dan kami tinggal di satu desa. Waktu Taman Kanak-Kanak, kami berada di sekolah yang sama, tapi dia setahun lebih dulu dariku. Waktu itu kami masih tak saling mengenal karena beda kelas. Lulus dari TK, Dewo yang terkenal nakaldi kampungku dimasukkan ke pondok pesantren oleh Bapaknya dengan harapan bisa lebih baik dan nggak nakal lagi. Kenakalan seorang...

Harmoni Alam Perawan Indah Pantae Surga

Minggu, 14 Juli 2012. Dua orang teman datang dari Mataram, mengajakku jalan-jalan melihat indahnya tempat-tempat di Lombok Timur.  "Mau kemana nanti?" pertanyaan yang selalu membuatku speechless. Aku bahkan tak tahu banyak tentang tempat-tempat bagus di Lombok Timur. Namun, ada satu pantai yang pernah kudengar dari obrolan teman-teman katanya bagus. "Pantai Surga katanya bagus, tapi aku nggak tahu jalan" jawabku lewat sms dengan sedikit malas.  "Oke, jam 10 kita dari Mataram. Nanti aku kabarin lagi kalau udah mau sampai rumahmu" "Whatttt???? Jadi? Beneran?" kulirik jam masih jam 8 pagi. Belum nyuci, belum bersih-bersih rumah, belum masak dan belum nepatin janji mau beliin buku buat adekku. *emak lagi ke Surabaya. Segesit mungkin menyelesaikan semua pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum jalan sama mereka. Sudah bisa dipastikan bakalan sampe sore jalan-jalannya. Jam 11 sampai di Lombok Timur, kami ketemu di kantor teman. Berhubu...

Kenangan SYa'banan dan Serabi Ngampin

Sya’ban, menggoreskan kisah tersendiri. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saat aku masih duduk di bangku SMP, kenangan tak terlupakan menjelang Ramadhan di desa kecil di Ambarawa. Tepi Kabupaten Semarang di Jawaa Tengah. Malam itu malam tanggak 15 bulan Sya’ban. Sebuah tradisi menyambut puasa biasanya jalanan rame malam pertengahan bulan Sya’ban itu. mereka menyebutnya Sabanan. kalo Sabanan begini banyak anak muda yang jalan ke kali pancur (seperti kolam terjun kecil di daerah namanya Jambu sekitar 15 km dari rumah). Orang dari berbagai penjuru berdatangan untuk mandi di kali itu. mitosnya mereka yang mandi di kali Pancur itu maka akan cepet dapet jodoh. Banyak orang ingin membuktikan mitos itu sehingga banyak orang berjalan kaki lewat jalan raya menuju kali pancur. Jalan gang masuk rumahku adalah jalan utama Semarang Jogja yang pasti dilewatin mereka yang mau ke kali pancur. Banyak muda-mudi berjalan rombongan. Ingin mmebuktikan bagaimana mitos itu. Kesempatan itu biasa diper...