Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2022

Cerita Penonton di Tanah Tuan Rumah Gp Mandalika

 Event bersakal Internasional yang diselenggarakan di Mandalika, Lombok tentu membuat bangga, tak hanya Lombok, tapi juga Indonesia. Lombok menjadi pusat perhatian seluruh mata dunia. Semua mata tertuju pada sebuah sirkuit baru yang menjadi perbincangan banyak orang.  Semua pendatang ingin melihat sirkuit baru di negeri yang sudah 25 tahun vakum menyelenggarakan balapan yang terakhir diadakan di Sirkuit Sentul. Kali ini banyak yang terpesona karena keindahan alam Mandalika yang sungguh memikat. Pantai dan Bukit yang menjadi ciri khas Lombok.  Hamparan pasir putih di tepi laut biru dapat dilihat di atas Bukit-bukit di sekitar pantai. Tak heran kalau Sirkuit Mandalika dinyatakan sebagai salah satu sirkuit tercantik karena berada di pinggir pantai yang indah. Meski panas menjadi salah satu keluhan bagi beberapa rider, tapi tentu tidak mengalahkan antusias kami sebagai tuan rumah event besar ini. Saya memang tidak berniat menonton karena ada kedua anak saya yang tidak bisa di...

Lika Liku Mbok Emban Kos

  Penampakan kos setelah pohon ditebang Masih tentang cerita saya yang hanya berkutat dengan rumah, kos dan sekolah anak-anak, kali ini cerita datang dari kos-kosan enam kamar yang kami punya. Memiliki kos tentu tak bisa membuat kita dipandang lebih oleh orang lain. Padahal, setiap orang puya pertimbangan untuk memilih investasid an bisnisnya. Suami adalah tipe orang yang memang sejak bekerja langsung mengelola uangnya dan sedikit memaksakan untuk investasi jangka panjang. Meski sebenarnya tujuan awalnya memang bukan untuk membuat kos karena dia ingin memiliki rumah sendiri saat menikah kelak,  Namun, seiring berjalannya waktu dia memutuskan untuk membuat kos untuk bisa sebagai investasi jangka panjang. Menurut saya, usaha kos-kosan memiliki kriteria tertentu untuk bisa dikatakan sebagai usaha yang bisa dikatakan menghasilkan profit jangka pendek. Tentu dilihat dari modalnya, membangun kos tentu butuh cukup besar. Belum lagi maintenance yang harus dilakukan secara rutin karena...

Melihat Bumi Allah dari Bukit Bengkaung

 Weekend merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh anak-anak. Ayahnya libur, itulah saatnya kami belajar tentang banyak hal di luar rumah. Tidak perlu mahal, perjalanan keliling kota saja sudah bica menceritakan banyak hal tentang apa yang kita lihat.  Minggu ini, rencananya memang akan pergi ke pantai di pagi hari, tapi gerimis menyapa pagi. Kami pun mengurungkan niat untuk ke Pantai Senggigi yang tak jauh dari rumah Mbah nya anak-anak. Sudah lama kami tidak ke pantai, meski pantai tak jauh dari rumah kami. Kami lebih suka ke pantai setelah sholat Subuh sampai sesaat setelah matahari terbit. Menikmati sunrise lebih menyenangkan dibanding menikmati sunset bagi kami. Ada semangat, ada harap dan ada sebuah cahaya menjalani hari ketika pagi disambut dengan syukur dan semangat. Kami sudah memberi tahu anak-anak, kalau hujan tidak jadi ke pantai. Anak-anak pun mengerti. Setelah hujan reda, kami berniat pulang dari rumah Mbah nya anak-anak di Ampenan ke Pagutan. Jaraknya tidak ter...

Bermain Manik-Manik Seru

 Menjadi ibu rumah tangga seutuhnya memang sudah menjadi cita-cita saya sejak masih gadis. Bukan tidak ingin berkarir, tapi menemani tumbuh kembang anak-anak adalah impian saya sejak dulu. Merasakan memiliki ibu yang selalu ada membuat saya merasa kalau saya cukup di rumah dengan keluarga saya tanpa harus mencari kasih sayang dan perhatian di luar rumah.  Memang tak semuanya ibu di rumah merasakan seperti yang saya rasakan, tapi paling tidak saya memiliki contoh sebuah keluarga bahagia versi kami. Saya mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan teladan yang cukup di keluarga saya. Tak bisa dipungkiri, contoh utama kita pasti adalah keluarga kita. Saat memiliki keluarga yang bahagia, kita pasti ingin memilikinya pula di keluarga yang kita bangun bersama suami. Namun, tentu saja perlu pembelajaran. Beberapa hal yang dirasa kurang, tentu diperbaiki sekarang. Ibu saya memang selalu ada dan mendengar segala keluh kesah saya, tapi ibu saya saat itu tidak mengerti apa yang kami butuhka...

Bookish Play bersama Melody

 Buku adalah sebuah sarana untuk mengetahui banyak hal. Buku juga merupakan sarana belajar bagi anak-anak. Saya suka membelikan buku untuk anak-anak bukan hanya sebagai sarana membacakan cerita pengantar tidur, tapi juga beraharap mereka akan cinta buku dan mengambil hikmah baik dari setiap yang mereka baca. Mengetahui lebih banyak, mendapatkan ilmu lebih banyak dan bermanfaat lebih banyak. Namun, anak-anak tentu ada masa ketika mereka jenuh dengan membaca. Mereka butuh sesuatu yang menyenangkan yang tidak jauh dengan buku.Saya tidak membuat jurnal yang rinci tentang aktifitas Melody. Namun, saya berubaha membuat aktifitas sensory dan membaca buku menjadi rutinitas meski hanya sebentar. Saya pun mulai dari membuat apa yang disukainya hari itu. Sama seperti sekarang, si Adek sedang suka dibacakan komik dari salah satu Buku Sains Qur'an dari Sygma Daya Insani. Buku sains yang sebenarnya beli untuk si Mbak ternyata si adek juga suka karena gambarnya yang menarik dan penuh warna. ...