Skip to main content

Bermain Manik-Manik Seru

 Menjadi ibu rumah tangga seutuhnya memang sudah menjadi cita-cita saya sejak masih gadis. Bukan tidak ingin berkarir, tapi menemani tumbuh kembang anak-anak adalah impian saya sejak dulu. Merasakan memiliki ibu yang selalu ada membuat saya merasa kalau saya cukup di rumah dengan keluarga saya tanpa harus mencari kasih sayang dan perhatian di luar rumah. 

Memang tak semuanya ibu di rumah merasakan seperti yang saya rasakan, tapi paling tidak saya memiliki contoh sebuah keluarga bahagia versi kami. Saya mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan teladan yang cukup di keluarga saya. Tak bisa dipungkiri, contoh utama kita pasti adalah keluarga kita. Saat memiliki keluarga yang bahagia, kita pasti ingin memilikinya pula di keluarga yang kita bangun bersama suami.

Namun, tentu saja perlu pembelajaran. Beberapa hal yang dirasa kurang, tentu diperbaiki sekarang. Ibu saya memang selalu ada dan mendengar segala keluh kesah saya, tapi ibu saya saat itu tidak mengerti apa yang kami butuhkan. Dia berusaha mendukung apa saja yang kami inginkan untuk masa depan kami ketika kami sudah tahu mengungkapkan.

Sekarang, banyak sarana ibu untuk belajar. Banyak yang bisa dipalajari dalam menemani tumbuh kembang anak-anak. Setiap ibu pasti memiliki caranya sendiri untuk melakukan yang terbaik untuk putra-putrinya.

Sama seperti saya yang mencoba memanfaatkan social media sebagai sarana belajar menemani tumbuh kembang dua sholehah. Saat masih satu anak, saya masih banyak waktu untuk membuatkan beberapa mainan sebagai kesibukan agar dia betah di rumah. Energinya yang cukup banyak membuatnya harus menyalurkan energinya yang berlebihan.

Sekarang, sedikit merasa bersalah dengan si adek karena waktu saya sudah tidak seperti saat bersama si Mbak. Waktu saya sudah jauh banyak berkurang untuk membuatkannya mainan. Namun, saya berusaha untuk tetap bisa menemaninya dengan beberapa mainan edukasi yang bisa saya lakukan spontan dengan bahan dan alat yang ada di sekitar kami saat ini.

Seperti kali ini, kami bermain warna dengan manik-manik, benang dan pensil warna. 

Awalnya satya hanya ingin melatih fokus dengan membuat beberapa warna berderet, kemudian saya meminta adek untuk mengurutkan manik-manik sesuai urutan warna yang sudah saya baut di kertas. 

Kertas yang saya pakai pun kertas seadanya.


Bermain seperti ini bisa memuat banyak aspek loh, Ayah Bunda. Bisa melatih fokus dengan mngurutkan dan mencocokkan warna, bisa untuk sensory play dengan memegang manik-manik dan juga bisa untuk belajar warna Saya gunakan sekaligus untuk mengingat warna dengan menggunakan Bahasa Inggris. 

Bisa mendapatkan banyak stimulus, bukan?

Bermain bersama anak itu tergantung bagaimana kita dan anak menjadikan permainan menjadi menyenangkan. 


Kebetulan ada benang yang dipakai si Mbak untuk membuat gelang, kami manfaatkan untuk adek belajar meronce. Meronce juga bisa sebagai sarana melatih fokus, ketelitian dan kesabaran. Nah, si adek ternyata suka kegiatan ini. Dia bisa melakukannya berkali-kali sampai terangkai banyak. 


Di usianya yang baru 3 tahun 6 bulan ini, si adek bisa dibilang memang cukup teliti dalam beberapa hal. Menggunting dan memotong dengan pisau dia sudah cukup paham cara menggunakan yang baik meski masih belum mau mengikuti instruksi menggunting sesuai dengan pola yang disiapkan Bunda. 

Seperti sekarang ini, si adek bisa meronce dengan telaten sampai selesai dengan mengurutkan warnanya. Padahal manik-manik yang kami gunakan cukup kecil karena digunakan untuk membuat gelang-gelangan oleh si Mbak. 

Selamat berkreasi dengan si kecil di rumah ya, Bunda. Semoga bermanfaat :)


Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...