Skip to main content

Be Better

Menikah memiliki banyak makna. Seharusnya menikah bisa menjadikan kita menjadi lebih baik dalam banyak hal. Saling mengingatkan untuk menuju kebaikan. Menyadari kesalahan dan kekurangan masing-masing dan berusaha untuk menjadi lebih baik bukan hanya untuk menyenangkan pasangan, tapi juga untuk kebaikan kita. Menjadi lebih baik akan memiliki banyak manfaat bukan hanya untuk kehidupan dunia, tapi juga kehidupan akherat kelak. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain.

Jadi, sudah sepantasnya bahkan seharusnya suami istri itu saling mengingatkan. Meski terkadang membuat sedikit pertengkaran kecil sampai harus diam, tapi kalau mau melihat esensi dari sebuah peringatan itu, kita pasti berterimakasih pada pasangan kita telah mengingatkan. Berumah tangga itu saling mengerti dan memahami, berusaha untuk beradaptasi. Sudah seharusnya memang ada perubahan. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk memilih calon pendamping hidup yang baik agamanya terlebihd ahulu karena dalam agama itu mengandung banyak ajaran kebaikan.

Sahabat, tak ada manusia yang sempurna. Sebaik apapun yang kita lihat, setiap manusia pasti punya kekurangan. jangan pernah menyesal atas keputusan, tapi bagaimana membawa kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita. Bukan hanya pasangan kita yang perlu kita tularkan kebaikan, tapi orang-orang di sekitar kita juga. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan yang membawa kebaikan bagi orang lain. Tak mudah memang menjadi lebih baik dan menularkan kebaikan, tapi dengan bersabar dan niat tulus pasti suatu saat apa yang kita tuju akan tercapai.

Jangan lelah untuk menularkan kebaikan meski sulit dan mengalami banyak rintangan. Semoga niat baik kita berbuah manis :)

Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...