Skip to main content

Sepeninggal Lebaran

Masih di bulan Syawal, tapi rasanya sudah berbeda. Disaat orang-orang sedang asik merayakan lebaran ketupat, aku sedang merasa kesepian karena semua kembali seperti semula. Bapak dan adikku sudah kembali ke Jawa, melanjutkan kewajiban mereka bekerja. Beberapa hari yang membahagiakan bisa bersama itu sudah berlalu dan aku sudah kembali ke rumah mertua bersama keluarga suamiku. Kembali menjalani rutinitas seperti biasa menjadi ibu rumah tangga yang menunggu suami pulang dan menjaga kesehatan janin yang ada di dalam perutku. Mencoba mencari kesibukan di tengah waktu luang yang kumiliki.

Walaupun keadaan ini sudah kualami selama berpuluh tahun, tapi masih saja ada kesedihan setiap kali bapak berangkat bekerja dan meninggalkan kami. Rasanya masih tak rela apalagi beliau sudah cukup tua untuk bekerja di proyek. Ingin sekali melihat beliau berada bersama ibuku, ada yang merawat dan memperhatikannya. Badannya yang semakin kurus membuatku tak rela melihat beliau harus mengurus diri sendiri di rantau sana. Yang paling membuat menyesal, aku masih belum bisa mewujudkan mimpiku untuk membuat bapak berada di tengah kami di usianya yang hampir berkepala enam.

Tak hanya bapak, kini adik laki-lakiku pun harus jauh dari kami. Kebersamaan ini terasa sangat singkat apalagi aku sekarang sudah memiliki tanggung jawab baru yang berarti tak punya banyak waktu untuk keluargaku karena aku memiliki keluarga yang membutuhkanku juga. Bukan berarti aku sedih menikah, aku bahagia bahkan sangat bahagia karena orang tuaku bahagia atas pernikahan dan kehamilanku. Namun, aku hanya ingin memiliki waktu yang lebih banyak bersama orang-orang yang kucintai.

Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...