Skip to main content

Hanya aku


Masih belum ada yang berubah sampai hari ini. dinginnya masih belum cair. Kebekuan hatinya masih belum bisa kuketahui. Terjebak dalam sebuah perasaan yang tak pasti, mungkinkah ini hanya sebuah harapan semu yang bahkan tak bisa untuk terwujud. Menunggu sesuatu yang tak pasti dan merefleksikan dalam sebuah rasa yang tak menentu.
Bahkan sampai hari ini,detik ini masih saja ada keraguan. Ragu untuk melangkah maju atau mundur dan tak berani menanyakan tentang rasa yang ada dalam dirinya. Rasa yang mungkin aku takut untuk mengetahuinya, aku bahkan belum siap untuk kemungkinan terburuknya. Kemungkinan yang tak pernah kuharapkan dan belum siap untuk kuterima.
Mengapa aku selalu sulit untuk mengungkapkan apa yang ada di hatiku? Mengapa terlalu sulit?terlalu sulit untuk diungkapkan karena tak ada signal yang cukup kuat darinya.
Kedewasaan dan tanggung jawabnya membuatku tak kuasa untuk menahan rasa yang mungkin seharusnya tak kumiliki. Merasa bodoh atas rasa ini, merasa kerdil dengan kebodohan ini.
Terkadang jenuh dengan semua ini, lelah dengan kedaan ini, terlalu sulit untuk kumengerti atau hanya kekhawatiranku saja?
Apa yang dimaksud ‘ibunya anak-anak’ pada teman-temannya ketika sedang bersamaku? Apa pula yang dimaksud nggak pernah ke rumah lama-lama kayak bang toyib? Lalu mengenalkanku pada sahabatnya kami baru saja periksa kehamilan?
Sudah cukupkah itu untukku?
Meski tak selamanya perkataan itu seperti apa yang ada dalam hati, tapi terkadang wanita juga butuh sebuah pengungkapan. Hanya sekedar untuk dianggap bahwa ia ada di dunia nyata, bukan di dunia maya dalam angan dan prasangka.
Kami sering bersama, hubungan kami cukup dekat dan banyak yang menyangka kami memang memiliki hubungan serius yang mengarah pada penghujung hubungan anak muda. Namun, mereka tak tahu bahwa dibalik senyum kami, hanya ada prasangka. Mereka tak tahu apa yang kami rasakan dan kebingungan yang kupendam.

Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...