Skip to main content

Berani Hidup maka Hiduplah dengan Berani


Perjalanan menuju gili lampu yang cukup panjang tak membuat jenuh karena pemandangannya yang tak pernah  menjemukan. Hamparan sawah di kaki gunung yang menampakkan keangkuhannya. Sepanjang perjalanan, decak kagum dan syukur yang terucap dari mulut kami.
Namun, perhatian kami tiba-tiba tertuju pada sebuah pemandangan yang tak biasa di depan kami. aku yang menjadi penunjuk jalan yang pertama kali memperhatikan sebuah pemandangan aneh di depanku. Dua orang anak muda mengendarai sambil membawa dua karung rumput. Entah mereka bersaudara atau tidak, dua anak laki-laki itu menyita perhatianku yang sedang menikamti pemandangan. Pandanganku tertuju pada mereka.
Seorang pemuda yang lenih dewasa darinya mengendarai motor dengan membawa dua kerung rumput. Satu karung rumput ditaruh di depan sedangkan satu karung lagi ditaruh di belakang. Seorang anak kecil sekitar delapan atau sembilan tahunan memeganginya, duduk paling belakang.
Laki-laki kecil itu duduk di ujung belakang jok motor, bergoyang-goyang mengikuti bergoyangnya motor yang dikemudikan cukup kencang. Ada pelajaran keikhlasan disana. Pelajaran kesederhanaan.
Terselib keberanian disana. Si kecil itu tak takut jatuh meski motor dikendarai dalam kecepatan tinggi dan ia terombang-ambing ke kiri dan ke kanan. Tubuhnya yang masih sangat kecil itu pasti akan sangat mudah jatuh karena sama sekali tak ada pegangan. Mereka berani menghadapi tantangan, berani menjalani kehidupan yang sudah ditakdirkan untuknya dan menyikapinya dengan sykur.

Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...