Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2026

Komunikasi dan Bereaksi Membersamai Sulung

 Menjadi dewasa merupakan proses yang harus dijani dan tidak mudah.untuk dilalui. Menikmati masa anak-anak beranjak dewasa ternyata lelah bukan hanya fisik, tapi juga emosi. Meemaninya makin kritis, sensitif dan banyak keinginan nyatanya tidak mudah. Salah satu hal yang membua kami sering berselsih paham adaah caran mengutarakan pendapat. Ia memiliki keinginan yang kuat atas sesuatu, ia punya pemikiran, tapi ia menguatarakan dengan nada ketus dan terkadang terkesan membuat orang lain yang paling bersalah dari kasus ini. Mencoba menutupi kesalahan diri dengan mencari kesalahan orang lain dan membuat orang lain lebih bersalah dari diri.  Berkali-kali kami berbeda cara berkomunikasi, berkali pula kami berdebat. Ia ingin segera menyelesaikan masalah meski harus berdebt adu mulut, sedangkan saya harus ambil jeda ketika sedang emosi.  Banyak hal yang akhirnya kami bahas berdua agar kami memiliki saling memahami alasan dari sikap yang kami ambil setiap kali menghadapi sebuah per...

Tugas Mading Nada and Friends

  Menemani Sulung menjejaki setiap fase di tumbuh kemabngnya, rasanya diri ini makin harus lebih banyak belajar. Mendekati puber, ia menjadi lebih sensitif, kritis dan ingin tahu banyak. Mejadi orang tua tentu tak berheni belajar. Setiap mereka tumbuh, terjadi perubahan, disaat itulah kita belajar.  Saya pernah ada di fase insecure karena si Sulung insecure dengan dirinya yang dirasa kurang dari sisi akademik. Saya tahu dia tidak suka belajar dengan cara diam dan duduk. Ia lebih suka belajar dengan mengamati dan melihat sendiri reaksi yang terjadi kemudian mendengarkan penjelasannya. Menghubungkan satu peristiwa dengan  peristiwa yang lain . Selain itu, dia suka kegiatan berbabasis project seperti ini. Ia suka berimajiasi, ia suka membuat sesuatu yang lucu dan menarik. Ia punya scrapbook, ia suka memanfaatkan kardus dan kain tak terpakai menjadi sesuatu yang bisa digunakan kembali. Sekarang, tugas Pancasila yang membuatnya ekcited. Project kreatif membuat presentasi tenta...

Menutup 2025 dengan memulai kegiatan Rumah Peradaban Pagutan (lagi)

Rumah Peradaban Pagutan sudah lama hibernasi. Sejak mertua sakit dan butuh banyak perhatian, saya jarang mengadakan kegiatan di Ruamah Peradaban. Bu RT mengajak kami untuk mengadakan kegiatan anak-anak seperti tahun lalu. Kami mengadakan kemah di akhir tahun sambil mengadakan kegiatan Rumah Peradaban. Akhir tahun 2025 kami tutup dengan kenangan manis sambil menyambut peringatan hari Ibu. Tidak ada proyektor karena sedang dipinjam, jadi kami hanya membaca buku dan bookish play. Berkegiatan bersama Buku dengan alat bahan sederhana. Sore setelah Ashar, saya dan anak-anak membersihkan ruangan di bawah Musholla lalu membuka dua karpet untuk alas duduk. Mengajak nak-anak duduk dengan menebar buku di atas karpet nyatanya tidak membuat mereka tertarik. Main masih menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan. Tentu kebutuhan gerak anak harus terpenuhi dan memang masanya mereka masih harus banyak bergerak. Saya suka melihat ana-anak main bergerak aktif dibanding hanya main gawai berdiam. Tentu kebia...