Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2025

Lokakarya Menulis Kreatif untuk Penulis Muda oleh Lombok Read Aloud

Buku untuk Ceritamu karya Reda Guadimo sebagai pemantik ide imajinasi  (sumber: dokumentasi LoRA) Menutup kegiatan Komunitas Literasi yang didanai oleh Badan Bahasa Kemendikdasmen ditutup dengan kegiatan bersama adik-adik calon penulis muda . Mengumpulkan anak-anak usia 10-14 tahun untuk bisa bersama-sama menulis cerita sederhana yang kelak akan menjadi cerita panjang dan dibaca banyak orang. Kegiatan ini diadakan di Green Yard School dengan pertimbangan sekolah ini memiliki kelas yang terbuka. Halaman luas dan terasa menyejukkan dengan pepohonan dan alam yang tidak sekat.  Ice breaking sebelum memulai kelas oleh Kak Filzah (Sumber: dokumentasi LoRA) Sesi berkenalan sebelum masuk kelas oleh Kak Filzah (sumber: dokumentasi pribadi LoRA) Anak-anak datang diantar orang tuanya. Kami membuka kelas dari usia 10 - 14 tahun setara dengan kelas 5 SD hingga setingkat SMP. Namun, ternyata ada anak usia 8 dn 9 tahun yang sudah bisa membuat kalimat yang ikut serta.  Anak-anak dari ...

Seri Cerpen Fiksi : Ujung Harapan

Sampailah penantian itu di penghujung. Bukan karena batas sabar, tapi sebagai penghargaan pada diri sendiri. Bukan karena ego, tapi karena pilihan yang harus sampai pada kepastian. Bentuk ketegasan untuk menghargai diri sendiri. Sudah cukup rasanya menunggunya datang. Tak pernah ada kejelasan. Bahkan, untuk menghubungi dua buah hatinya pun tak pernah dilakukannya. Beberapa kali menghubunginya, tak ada jawaban yang didapat. Anak-anak menanggung kecewa tak ada balasan dari ujung telefon yang mereka nantikan. Inilah saatnya untuk mengambil langkah di jalan yang lain. Tak lagi ada harapan untuk menunggunya. Empat tahun tanpa kejelasan sudah cukup menjadi alasan untuk bisa membuat keputusan yang tentu tidak mudah.  Ayah  meninggal merupakan awal kesulitaan finansialnya . Semua terjadi begitu saja. Proyek yang dijalaninya pun beberapa kali mengalami kerugian karena salah perhitungan. Hubungan dengan rekan kerjanya tak berjalan baik. Mereka akhirnya memutuskan untuk tak lagi b...

Dear Diriku....

Dear Diriku.... Terimakasih sudah sampai di titik ini. Terimakasih sudah melakukan semua hanya mengharap ridho Allah SWT. Tak perlu menerima pujian, tak perlu terimakasih, tidak perlu diberikan reward apapun. Sadar kalau bahagia datangnya hanya dari diri sendiri. Meski terkadang reaksi dari luar yang membuat diri ini merasa tidak berarti, memberi pernyataaan yang membuat diri ini rasanya tidak memiliki kelebihan, lingkungan yang terlihat lebih baik, itu manusiawi. Butuh waktu untuk mengenali apa yang sebenarnya diri ini rasakan, butuh waktu untuk kembali mengenali diri sendiri. Mengenal diri melihat kekurangan dan kelebihan kembali. Mungkin selama ini bukan tidak mampu, tapi tidak menyadari kelebihan itu. Namun, kalau memang kekurangan, diri ini harus tau untuk terus belajar agar tidak merugikan diri sendiri dan banyak orang. Yakin kalau setiap manusi memiliki kelebihan yang Allah SWT berikan untuk menjadi hamba yang bermanfaat di dunia. Bukan hanya untuk mencari kesenangan, dunia adal...