Skip to main content

Menginap Nyaman dan Tenang di Living Asia Lombok

Sudah pernah ke Lombok? Lombok menjadi pulau yang sangat diinginkan untuk dikunjungi karena memiliki keindahan alam yang lengkap di sebuah pulau kecil. Tidak luas memang, tapi memiliki cukup banyak potensi wisata alam. Pantai, bukit, gunung, air terjun, lembah gunung, semua ada di pulau ini dengan keindahan alami yang tak banyak diubah.

Deretan Pantai di sepanjang pesisir pantai bagian barat membentang hingga ke Utara yaitu Pantai Senggigi hingga ke Gili Trawangan masih menjadi daya tarik yang tak pernah gagal meninggalkan kesan manis bagi setiap pengunjungnya. 

Menentukan penginapan saat wisata ke Lombok menjadi salah satu pertimbangan yang tak pernah luput untuk disoroti. Salah satu penginapan ini wajib kalian coba saat ada di Lombok dan ingin menikmati pantai dengan lebih tenang dan nyaman, jauh dari hiruk pikuk wisatawan yang lalu lalang.










Ini salah satu hotel yang bisa dijadikan pilihan menginap atau sekedar stay cation di Pulau Lombok. Bagi yang suka dengan suasana tepi pantai, hotel ini sangat cocok untuk menikmati hari. Nyaman dan tenang dengan konsep resort dengan taman yang luas ini tidak terasa panas saat siang hari sekalipun. 

Living Asia Resort bisa menjadi pilihan bagi yang suka ketenangan. Masih ada di deretan Jalan Senggigi, tapi agak jauh dari pusat bar dan resto yang ada di Pantai Senggigi. Letaknya ada di daerah Malaka, Kecamatan Pemengang, Lombok Utara. 

Penginapan ini berjenis resort dengan taman yang cukup luas. Ada pilihan kamar Garden View atau Ocean View. Keduanya memiliki harga yang berbeda tentunya. Jenis Kamar Garden View ada di depan taman yang luas. Lebih tenang dan sejuk sedangkan Jenis Kamar Ocean View memiliki pemandangan pantai dan taman. Kamar Ocean View lebih dekat dengan kolam renang, pantai, resto dan bar. Itulah yang membuat jenis kamar ini lebih mahal karena suasana tepi pantai sangat bisa dinikmati.

Kisaran harga berbeda-beda tergantung dengan musimnya. Kami menginap saat liburan sekolah sehingga high seasson membuat harga hotel cukup mahal. Harga rata-ratanya kisaran Rp 1.350.000/kamar/malam. Namun, kalau kalian booking lewat aplikasi seperti kami booking di #Agoda yang sedang ada flash sale beberapa menit, kami bisa mendapatkan harga Rp 1.047.000,-/kamar/malam dengan Tipe kamar Ocean View sudah termasuk breakfast. 

Saat kami menginap, ada 40 lebih kamar terisi dari total 60an kamar yang ada di resort ini. Sarapan disediakan buffee dengan pilihan menu lokal bubur ayam, soto ayam, bihun goreng dan nasi goreng , sedangkan sisanya adalah menu grill. Salad buah, salad sayur, buah segar, roti, cereal, jus, kopi juga tersedia. 






Menginap di #Living Asia Resort adalah pengalaman baru bagi kami yang memang suka ketenangan. Jangan lupa melihat foto resort dari berbagai sumber dan bandingkan harga dengan beberapa penyedia layanan booking penginapan untuk mendapatkan harga yang termurah. Beberapa layanan penyedia jasa tersebut ada flash sale sehingga harus sering mengecek untuk mendapatkan diskon lebih. 

Selamat berburu penginapan menyenangkan untuk liburan :)







_Cerita Venti_

Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...