Skip to main content

Our 1st anniversary

Alhamdulillah....setahun telah terlewati tepat 9 Februari 2015 ini. Berbagai kejadian yang telah kami lalui meski baru setahun, tapi terasa begitu membahagiakan dengan segenap suka dan duka yang membumbui. Syukur kami panjatkan atas karuniaNya atas apa yang telah kami alami sebagai proses pendewasaan dan menjadikan kami menjadi lebih baik. Meski banyak kejadian yang membuat kami bertengkar dan saling diam, tapi semua itu adalah proses untuk saling mengerti satu sama lain dan memahami yang terbaik untuk pasangan masing-masing.

Kami pun tak perlu menunggu lama ketika karunia buah hati yang tumbuh di rahimku tepat sebulan setelah pernikahan kami. Sembilan bulan menjaga bersama si kecil yang terus tumbuh di rahimku, kini ia sudah mengisi hari-hari kami dengan sangat indah. Terasa semakin lengkap dan bahagia dengan kehadiranNya.

Mendampingi pertumbuhannya adalah bahagia yang tak terhingga. Buah cinta belahan jiwa kami yang pertama, menjadi tumpuan cinta dan harapan bagi kami.



Si cantik yang telah mengisi hari kami dengan senyum dan cinta. ASI eksklusif dan bangun malam untuk memenuhi kebutuhan minumnya menjadi rutinitas yang tak pernah bisa membuat mengeluh. Melihatnya tidur lelap dan tumbuh sehat mmebuat hati ini menjadi begitu bahagia. Kami pun menikmati masa-masa belajar menjadi orang tua. Berusaha menjadi yang terbaik untuknya, titipan terindah dariNya

Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...