Skip to main content

Yes, You

Tak pernah terbayangkan sebelumnya kau yang akan menjadi calon suamiku. Bukan kesempurnaan yang kuharapkan, tapi sebuah niat untuk bersama saling mengerti dan menghargai. Niat dan kemaumanmu untuk membimbing dan menuntunku di jalanNya. Bersama melangkah membawa sebuah cita dan harap kita berlabuh pada ridhoNya.

Aku sadar kalau aku tak sempurna, aku pun tak sepenuhnya bisa seperti yang kau harapkan. Namun, aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik yang bisa kulakukan untukmu. Sudah kutekadkan untuk memberikan seluruh hatiku padamu, kumohon kau mau menjaga dan menyayanginya sebagaimana selama ini kujaga. Tak banyak kuminta tentang hatiku. Bersihkan kalau kotor, cerahkan kalau kusam, luruskan ketika mulai berbelok dan sabarkan ketika amarah membakarnya. Kupercaya kamu bisa.

Kau, yang sudah menjadi bagian penting dalam hidupku. Kau, yang akan menjadi imam bagi lembaran baru hidupku dan baktiku untuk ridhoNya. Aku sadar aku tak sempurna. Aku harap kau bisa mengerti ketidak sempurnaanku. Aku bukan wanita yang pandai memasak seperti yang didambakan setiap suami dan aku tak pandai berdandan. Terlalu banyak kekuranganku yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Namun, bukan berarti aku tak mau berusaha. Aku akan tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu seperti yang kau inginkan. Setiap yang kau minta, selama itu baik, aku pasti akan berusaha. Apalagi itu untuk membuatmu bahagia.

Terimakasih sayang, telah mempercayakan sebuah amanah padaku untuk mendampimu. Terimakasih telah mempercayaiku untuk mendampingimu, semoga kita bisa bersama meniti jalanNya menggapai sakinah mawaddah warohmah. Menjadi pasangan bukan hanya pasangan di dunia, tapi juga di akhirat kelak yang bisa mengantarkan dan membimbing generasi penerus kita menuju jalanNya.



Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...