Skip to main content

Tahun Ketiga

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilhamd
Alhamdulillah bisa ketemu Syawal lagi, Happy ied Mubarak everybody :)
Semoga barokah Shaumnya. Amiin...

Tahun ketiga lebaran di pulau eksotis ini, tahun ketiga pula nggak lebaran bareng dek Ardis. Satu-satunya personel yang paling susah buat ketemu karena kerjaan. Satu-satunya personel yang masih bertahan di Ambarawa nemenin Mbah dan kami sangat merindukannya. Merindukan kebersamaan saat lebaran, merindukan dia ada bersama kami saat bahagia seperti ini. Berkumpul dan tertawa bersama, tapi Allah mengatur semuanya dengan indah, ia ditugaskan menjaga dan menemani Mbah Putri di rumah. Yah, meski sedih karena lebaran ketiga tanpanya yang artinya tiga tahun aku sendiri yang nggak pernah ketemu sama dia.

we miss u so much brotha.

Seperti kejadian yang sudah-sudah pertanyaan menyebalkan setiap ketemu keluarga adalah soal menikah. Lagi-lagi harus nyengir dan pasang tampang stay cool.
"Doanya aja pakdhe, budhe, paman, bibi, mbah,"

Seperti biasa, perjalanan dimulai di Masbagik, nunggu semua keluarga kumpul lanjut ke Aikmel. Nyekar di makan Mbah Woh dan kumpul keluarga besar Aikmel. Semua menanyakan dek Ardis, semua merindukannya. Semoga tahun depan bisa bersamanya entah di pulau ini lagi atau di Pulau yang membesarkan kami dan tanah kelahiran kedua adikku.

Tak seperti di Jawa yang harus sungkem, kami cukup ke makam dan kerumah keluarga terdekat saja salaman lalu pulang. Tak banyak basa basi dan ngobrol sana sini. Sehari semua sudah bisa kami kunjungi meski harus gempor nggak pake istirahat.

Alhamdulillah, Ramadhan selalu bisa menjadikan smeua orang bahagia.


Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...