Skip to main content

Rumputku sama Hijaunya dg Rumput Tetangga

Takkan pernah habis kalau kita terus melihat ke ladang dan rumput tetangga karena keinginan itu tak ada batasnya. Namun, kemampuan yang membatasi keinginan sehingga menjadi kebutuhan. Satu persatu mulai terselesaikan, tinggal menyelesaikan yang kecil-kecil di sekitar kita. Rezeki sudah diatur dengan indah olehNya, kenapa harus khawatir dan takut? Mungkin dari sinilah kita kembali menjadi fitri. Semua harta dan hati menjadi kembali fitri. InsyaAllah...

Melihat rumput-rumput itu tumbuh dengan indah dan hijaunya menyejukkan mata, semua orang ingin memilikinya. Namun, mereka tak pernah tahu bagaimana tetangganya memeliharanya sampai tampak begitu indah. Mereka tak pernah tahu kalau tetangganya harus rajin menyiramnya dan memberinya nutrisi cair agar rumputnya tetap hijau dan cantik. Mereka tak pernah memperhatikan bagaimana tetangganya memotong daunnya secara berkala agar tak tumbuh semakin liar dan yang paling penting mereka tak pernah mau tahu bagaimana sulitnya merawat rumput-rumput itu.

Jadi, jangan pernah melihat indah itu dari hasilnya saja, tapi lihat bagaimana proses menjadi indah itu. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini kalau kita mau berusaha. Tak ada yang lebih indah daripada ikhtiar semampu kita dan berdoa padaNya untuk bisa mendapatkan apa yang kta harapkan. Keinginan itu takkan pernah ada batasnya dan selalu ada yang lebih dari kita. Itulah yang perlu disadari. Syukur menjadi jembatan kalau rumput kita dan rumput tetangga sama hijaunya meski berbeda lebar daunnya, beda tingginya dan beda jenisnya. Yah, tak perlu sama persis yang penting bagaimana kita mensyukuri rumput yang kita punya karena itulah hasil usaha kita.


Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...